Yusril Sebut Hotman Paris Jadi Pengacara Prabowo, Ini Kata Timses

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku mendengar kalau advokat Hotman Paris ditunjuk menjadi pengacara Capres – Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Hal ini disampaikan Yusril setelah dirinya resmi menjadi pengacara Capres – Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin.

Merespon hal tersebut Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sufmi Dasco Ahmad membantah pernyataan Yusril. Dasco menyebut pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 itu belum menunjuk satu pengacara yang dijadikan advokat profesional.

“Sampai dengan saat ini belum mendengar bahwa Capres – Cawapres membiayai atau mengadakan advokat secara profesional di luar tim advokasi dan hukum,” kata Dasco kepada Suara.com, Senin (5/11/2018).

Meski demikian, Dasco tak memungkiri apabila Hotman memiliki urusan bisnis dengan Prabowo dan adik dari Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.

“Memang kalau urusan bisnis SBOBET, Pak Hashim terutama dan Pak Prabowo memang adalah klien dari pak Hotman Paris Hutapea,” pungkasnya.

Sebelumnya Yusril secara resmi menjadi pengacara pasangan Jokowi – Ma’ruf di Pilpres 2019. Meskipun masih simpang siur, namun Yusril sempat menyebut kehadirannya dapat menyaingi Hotman Paris yang menjadi pengacara Prabowo – Sandiaga.

“Saya mendengar dari Pihak Pak Prabowo dan Pak Sandiaga, sudah menunjuk Pak Hotman Paris sebagai lawyernya. Mudah-mudahan informasi yang saya terima tidak salah. Pak Hotman adalah rekan dan sahabat saya dan hubungan kami selama ini baik serta saling hormat-menghormati,” pungkasnya.

Saat Mancing, Nelayan Dengar Jatuhnya Lion Air Seperti Petir

Suara.com – Deriyanto (38) mengaku  para nelayan syok saat sedang mencari ikan di sekitar pantai warga Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) kemarin. Pasalnya, para nelayan awalnya tak menyangka jika suara yang terdengar seperti petir itu adalah pesawat Lion Air JT 610.

“Kemarin teman saya ketika pagi hari sedang cari udang, sempat dengar bunyi seperti geluduk. Tapi tidak tahu kalau ada yang jatuh dari atas,”kata Deriyanto di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Dia mengaku sempat mendekat ke lokasi jatuhnya pesawat nahas itu. Ketika itu, dia melihat banyak barang-barang sbobet indonesia dari Lion Air yang sudah mengambang di laut.

“Ketika di hampiri, sudah ada beberapa barang berserakan,” kata dia.

Dia pun menyebutkan, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 kerap dijadi tempat bagi para nelayan untuk berburu ikan dan mencari udang.

“Di sekitar titik jatuhnya pesawat memang jadi tempat para nelayan cari ikan. Warga juga sering memancing ikan di sana,” kata dia

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 06.20 WIB. Namun, pesawat itu dilaporkan hilang kontak dan terakhir terjatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Pesawat tujuan ke Pangkal Pinang itu membawa 189 orang termasuk dua pilot dan enam pramugari. Pesawat pun sempat meminta kembali ke Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya hilang kontak.

Menyesal, Turis Ini Kembalikan Batu yang Diambilnya dari Taman Nasional

Suara.com – Beberapa waktu lalu, publik dibuat terharu dengan aksi seorang turis yang mengembalikan batu di Taman Nasional Great Smoky Mountain.

Seorang gadis muda yang diketahui bernama Karina ini, merasa bersalah setelah membawa batuan dari taman nasional sebagai suvenir saat pulang ke rumah.

Berniat baik, turis ini juga menulis sebuah surat permohonan maaf dan mengirimkannya kepada pihak pengelola taman nasional.

Foto surat tersebut sempat diunggah oleh Facebook Taman Nasional Great Smoky Mountain dan mendapatkan banyak pujian dari warganet.

“Hai para penjaga taman nasional. Deep Creek sangat luar biasa! Saya sangat menyukai Air Terjun Tom Branch. Saya sangat menyukainya, saya ingin memiliki salah satu kenangan bersama saya Jadi saya mengambil batu. Saya minta maaf dan saya ingin mengembalikannya,” tulis Karina.

Menyesal, Turis Ini Kembalikan Batu yang Diambilnya dari Taman Nasional. (Facebook/Great Smoky Mountain National Park)Menyesal, Turis Ini Kembalikan Batu yang Diambilnya dari Taman Nasional. (Facebook/Great Smoky Mountain National Park)

Dilansir Suara.com dari laman Fox News, Minggu (25/8/19), turis tersebut juga menyertakan sejumlah donasi saat mengirim surat permohonan maaf.

“Terima kasih banyak sudah mengembalikan batu ini,” balas pihak pengelola taman nasional.

Mereka memuji sikap jujur Karina sebagai anak muda yang luar biasa.

“Terima kasih telah mengakui bahwa apa yang ada di taman harus tetap berada di taman. Jika setiap pengunjung membawa pulang batu itu, berarti ada 11 juta batu yang hilang dari taman setiap tahunnya,” imbuh pihak pengelola.

Pejabat taman nasional mengatakan bahwa, batu-batu tersebut rupanya juga menjadi sarang bagi salamander raksasa hellbender.

Mengambil batu-batu di Taman Nasional Great Smoky sendiri termasuk melanggar peraturan federal yang ada.

Selalu Dikaitkan dengan Perusahaan Batu Bara, Ini Kata Kaesang

Suara.com – Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep mencurahkan isi hatinya yang selalu dikaitkan dengan perusahaan batu bara.

Melalu jejaring pribadinya, Kaesang menuliskan sederet cuitan untuk menanggapi kabar yang terus menyeret namanya.

Awalnya, ia menyoroti berbagai ulah warganet yang mengaitkannya dengan perusahan batu bara di kolom komentar unggahan media sosial.

“Selalu ada yang komen seolah-olah saya punya perusahaan batu bara,” cuit @kaesangp, Sabtu (24/8/2019).

Bukannya kesal, pengusaha kuliner tersebut menyambut hangat komentar warganet yang mendoakannya memiliki perusahaan batu bara.

“Banyak sekali yang mendoakan saya punya perusahaan batu bara,” cuit Kaesang dengan dibubuhi emoji tangan menyatu.

Tak terduga, sebuah pengakuan kemudian terlontar dari Kaesang yakni dirinya memang pernah memiliki saham batu bara.

“Ya jujur saya pernah punya saham batu bara. Lha wong belu saham 100rib aja bisa kok,” terang @kaesangp.

Senada dengan hal tersebut, kekasih Felicia Tissue itu menegaskan bila semua orang bisa beli saham batu bara.

“Zaman sekarang yang penghasilan rendah pun bisa beli saham batu bara,” kata @Kaesangp.

Cuitan tersebut merupakan tanggapan untuk ocehan seorang warganet yang kesal karena Kesang terus dikaitkan dengan perusahaan baru bara.

“Ya agak percaya itu mungkin karena mas Kesang tuh pasti mampu beli juga saham kaya gitu, wong penghasilane gedhe. Lagia kalaupun punya, jane kenapa to? wong beli saham pakai duit sendiri lho…halal lho. Emang apa salahnya sih? Koq do ribut sendiri. pada ngitungin banda orang..,” komen @Rere82967547

Viral Anggota Pramuka Disiram Pakai Air Comberan, Warganet Murka

Suara.com – Warganet dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah anggota pramuka disiram dengan air comberan. Video tersebut kini viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Minggu (25/8/2019).

Dalam rekaman itu, terlihat beberapa siswa berseragam pramuka tengkurap di tengah lapangan sambil menundukkan kepala. Sementara sejumlah siswa lain berdiri mengelilingi mereka.

“Aduh ya Allah hujan, hujan mantap banget ya? Aduh hujan…,” kata seorang bocah dalam video.

Kalimat tersebut terucap saat anggota pramuka yang tengkurap disiram dengan air oleh siswa lain yang diduga senior mereka.

Parahnya air yang digunakan diketahui merupakan air comberan. Para senior sengaja melakukan hal serupa kepada junior tanpa diketahui maksud dan tujuannya.

Anggota pramuka itu kemudian diminta untuk bangun setelah bagian belakang pakaian mereka basah.

Aksi tersebut kemudian mendapat kecaman dari warganet yang menyimak video yang kini sudah beredar luas di media sosial. Banyak yang menduga aksi siram itu merupakan bentuk perpeloncoan.

Warganet pun kemudian memberikan komentar bernada kritik seperti yang dirangkum SUARA.com berikut ini.

“Orangtua kerja keras cari duit buat anaknya. Belikan baju layak. Diberi makan yang layak. Ke sekolah disiksa sana senior. Luar biasa pendidikan Indonesia,” tulis @berildoughnut.

“Ngasih tuh edukasi sejarah pramuka dimantepin. Bukannya beginian ini sama kaya aja ajang balas dendam,” kata @kaylaskha_.

“Maaf ya, para seniornya sama sekali tidak manusiawi. Semoga ditindak lanjut oleh pihak sekolah yang bersangkutan,” celoteh @verlyalf.

PA 212 Minta Jokowi Pulangkan dan Hentikan Kasus Hukum Habib Rizieq

Suara.com – Koordinator Divisi Hukum PA 212, Damai Hari Lubis, meminta agar Habib Rizieq Shihab bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

Tidak hanya itu, Hari Lubis juga berharap pemerintah menghentikan semua kasus hukum yang menjerat Imam Besar FPI di tanah air.

Permintaan PA 212 itu menanggapi ajakan dialog oleh Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin terkait Rizieq. Damai meminta agar keinginan Rizieq segera pukang tersebut dapat disampaikan Ngabalin kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Kalau benar orang-orang pemerintahan serius mau dialog politik kebangsaan dan keterkaitannya dengan sistem ideologi Pancasila dalam hal ini yang disampaikan oleh Ngabalin, hendaknya segera sampaikan ke Presiden Jokowi agar kembalikan Habib Rizieq Shihab ke tanah air dan berjanji secara tertulis akan hentikan atau hapuskan seluruh perkara yang pernah dilaporkan untuk HRS,” kata Hari Lubis kepada wartawan, Minggu (25/8/2019).

Selain itu Hari Lubis juga meminta agar dalam dialog nantinya tidak melalui delegasi. Lantaran dikhwatirkan akan sulit untuk memahami pembahasan sampai dengan sempurna.

“Maka dialog terbuka bisa dimulai kapanpun demi keutuhan bangsa dan negara. Sehingga sikap solusi pemerintah sinkronisasi dengan slogan-slogan statement NKRI harga mati,” ujarnya.

Ridwan Kamil Jadi Kepala Daerah Inovatif 2019 Berkat Jabar Quick Response

Suara.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mendapat penghargaan “Kepala Daerah Inovatif 2019”, kategori pelayanan masyarakat melalui program Jabar Quick Response (JQR). Penghargaan diberikan oleh Koran Sindo kepada 27 kepala daerah inovatif tahun ini melalui event bertajuk “Malam Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2019”, di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (22/8/2019).

Emil, begitu Ridwan Kamil disapa, diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, Dudi Sudrajat Abdurachim untuk menerima trofi. Dudi mengatakan, program JQR yang dirilis oleh Gubernur Jabar pada 18 September 2018 ini sudah menjadi wadah bagi lebih puluhan ribu aduan masyarakat yang masuk lewat hotline dan WhatsApp, maupun media sosial Facebook, Instagram, dan Twitter.

“Kami (Jabar) punya inovasi (kategori) pelayanan masyarakat. Setiap hari, (warga) menyampaikan aduan, salah satunya lewat media teknologi informasi,” ucap Dudi, di Kantor Gubernur Sumbar, Jalan Jend. Sudirman No. 51, Kota Padang.

“Ini (JQR) menjadi inspirasi bagi kepala daerah di Indonesia karena baru dilakukan, di mana gubernur bisa merespons hal-hal yang masyarakat butuhkan sampai ke tingkat paling ujung,” tambahnya.

Hingga 31 Juli 2019, alias 312 hari bekerja, JQR sendiri sudah menerima 57.184 aduan, merespons 34.364 aduan, dan berhasil menindak 404 aduan.

Tentunya tidak semua aduan bisa ditindak. Tujuh lingkup layanan JQR yang terkait sakit dan darurat kesehatan, putus akses pendidikan, kelaparan dan gizi buruk, rumah tidak layak huni yang mengancam jiwa, listrik darurat desa isolir, kebencanaan, dan jembatan darurat, bisa ditindaklanjuti.

Di KDI 2019 sendiri, selain inovasi kategori pelayanan masyarakat, terdapat lima kategori lain, yakni ekonomi dan investasi, sosial budaya, infrastruktur dan pembangunan, tata kelola pemerintahan, serta lingkungan hidup.

Dari 27 kepala daerah, hanya empat gubernur yang menerima penghargaan KDI 2019, termasuk Emil. Menurut Pemimpin Redaksi Koran Sindo, Djaka Susila, KDI 2019 menjadi komitmen Sindo untuk bergandengan tangan bersama kepala daerah demi Indonesia yang maju.

“Saya yakin, kepala daerah di sini (KDI 2019) luar biasa karena inovasinya. Indonesia maju jika semua lini bergerak, dari Sabang sampai Merauke dan Koran Sindo, dengan komitmen dari daerah untuk Indonesia, bersama para kepala daerah, akan terus memajukan Indonesia,” ucap Djaka.

Berikut penerima penghargaan di Malam Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif 2019 Koran Sindo:

Gubernur
1. Gubernur Jawa Barat (Pelayanan Masyarakat)
2. Gubernur Sumatera Barat (Infrastruktur dan Pembangunan)
3. Gubernur Banten (Infrastruktur dan Pembangunan)
4. Gubernur Kalimantan Tengah (Pelayanan Masyarakat)

Wali Kota
1. Wali Kota Bandung (Sosial Budaya)
2. Wali Kota Gorontalo (Ekonomi dan Investasi)
3. Wali Kota Malang (Ekonomi dan Investasi)
4. Wali Kota Solok (Sosial Budaya)
5. Wali Kota Medan (Sosial Budaya)
6. Wali Kota Cimahi (Pelayanan Masyarakat)

Bupati
1. Bupati Lebak (Ekonomi dan Investasi)
2. Bupati Agam (Infrastruktur dan Pembangunan)
3. Bupati Tabalong (Pelayanan Masyarakat)
4. Bupati Gorontalo (Ekonomi dan Investasi)
5. Bupati Banyuasin (Infrastruktur dan Pembangunan)
6. Bupati Morowali (Ekonomi dan Investasi)
7. Bupati Kepulauan Sula (Sosial Budaya)
8. Bupati Boalemo (Lingkungan Hidup)
9. Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Ekonomi dan Investasi)
10. Bupati Lombok Utara (Pelayanan Masyarakat)
11. Bupati Serang (Sosial Budaya)
12. Bupati Pasuruan (Pelayanan Masyarakat)
13. Bupati Batubara (Pelayanan Masyarakat)
14. Bupati Pasangkayu (Tata Kelola Pemerintahan)
15. Bupati Karangasem (Sosial Budaya)
16. Bupati Puncak (Ekonomi dan Investasi)
17. Bupati Simalungun (Pelayanan Masyarakat).

ICW Sebut Kinerja Pansel Capim Ancam Masa Depan KPK

Suara.com – Koalisi Kawal Capim KPK mengkritisi hasil seleksi Pansel Capin KPK. Mereka keberatan dengan 20 nama Capim KPK yang telah lulus uji profile assesment dari sebelumnya berjumlah 40 orang.

Anggota koalisi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan sikap koalisi sangat bertolak belakang atau tidak sepakat dengan nama- nama hasil seleksi Pansel tersebut.

Kurnia menilai dari 20 nama yang dilahirkan oleh Pansel justru bakal mengancam pembarantasan korupsi ke depan yang bakal dilakukan oleh komisi anti rasuah.

“Kalau ditanya apakah Koalisi Kawal Capim KPK sepakat dengan 20 nama itu, justru kita bertolak belakang dan kita menganggap masa depan KPK terancam dengan kinerja pansel selama ini. Dan ketika kita membaca 20 nama yang beredar di masyarakat begitu,” kata Kurna di LBH Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Selain itu Kurnia juga menyesali sikap pansel yang enggan menerima masukan dari masyarakat yang berkali-kali disampaikan oleh koalisi beserta organisasi dan lembaga. Ia menganggap Pansel tak menghiraukan bahkan anti terhadap masukan yang telah mereka berikan.

“Yang juga kita sesalkan adalah bukan hanya tidak menghiraukan tetapi juga resistance dan beberapa kali justru mengatakan bahwa misalnya ketika koalisi berbicara ‘ini masyarakat yang mana, publik yang mana yang dimaksudkan oleh koalisi’,” kata Kurnia.

Koalisi juga menganggap jika kinerja Pansel mulai dari awal pendafataran hingga seleksi capim sangat bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi.

“Itu kita pandang bukan sikap-sikap yang baik yang ditunjukkan oleh Pansel. Begitu dan juga sepanjang dari awal 300 pendaftar sampai 20 nama hari ini, kita mencatat setidaknya ada enam poin yang justru kita pandang bertolak belakang dengan semangat pemberantasan korupsi,” kata dia.

Ketua Pansel KPK Jilid V Yenti Garnasih bersama anggota panitia seleksi lainnya. [Suara.com/Muhammad Yasir]Ketua Pansel KPK Jilid V Yenti Garnasih bersama anggota panitia seleksi lainnya. [Suara.com/Muhammad Yasir]

Diberitakan sebelumnya, Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sebanyak 20 kandidat akan menjalani tahap uji kesehatan Calon Pimpinan (Capim) KPK periode 2019-2023. 20 orang tersebut dianggap telah lulus uji profile assesment yang sebelum dikuti 40 peserta pada Minggu (4/8/2019) lalu.

“Capim KPK yang dinyatakan lulus profile assesment sebanyak 20 orang. Peserta seleksi selanjutnya wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya,” kata Ketua Pansel KPK, Yenti Ganarsih, di Gedung Setneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

Puluhan kandidat yang lolos tahap seleksi ini didominasi anggota Polri. Kemudian, dari unsur jaksa berjumlah tiga orang. Sementara, kandidat yang lulus dalam uji profile assesment ini hanya dua orang.

Yenti menyatakan para peserta seleksi Capim KPK yang lolos tersebut wajib mengikuti serangkaian tes lanjutan. Pertama, pada Senin 26 Agustus para peserta akan melakukan tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.

Kemudian, sehari selanjutnya tepatnya pada Selasa 27 Agustus 2019 hingga Kamis 29 Agustus 2019 dilakukan tahapan wawancara dan uji publik. Setidaknya setiap satu hari, ada 7 peserta yang akan mengikuti tes wawancara dan uji publik.

“Peserta yang dinyatakan lulus juga akan diumumkan melalui website Kemensetneg,” tutup Yenti.

Zulhas: Merebut Hati Papua Tak Cukup dengan Bangun Jalan

Suara.com – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah harus mendapatkan hati orang-orang Papua untuk meredamkam kericuhan di sejumlah wilayah Bumi Cendrawasih tersebut.

Namun menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pemerintah harus memberi perhatian dan perlakuan khusus terhadap Papua dalam hal kesetaraan. Ia menganggap pembangunan infrastruktur Papua yang selama ini digembar-gemborkan saja tak cukup kuat untuk menarik hati rakyat di sana.

“Hatinya direbut, enggak bisa bangun jalan saja, enggak bisa bangun airport saja. Tapi memang Papua perlu perlakuan khusus, perlu kesetaraan, memang tidak mudah tentu merebut hati saudara hati saudara kita Papua,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (25/8/2019).

“Saya dulu sering ke sana, tidur, bermalam, hampir semua Papua sudah saya datang, memang perlu kita rebut hatinya,” sambungnya.

Ia menilai perlakukan khusus terhadap Papua juga tidak cukup jika hanya dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo seorang diri yang kerap memijakan kaki di Papua.

“Kan sudah sering, sudah sering (Jokowi ke Papua). Tapi harus bersama-sama, gak bisa dong presiden sendiri saja harus pemerintahnya, DPR-nya, TNI-nya. Contoh-contoh saja kemarin waktu calonan DPR saya, semua putra terbaik Papua yang kita calonkan dan berhasil dapat dua. Itu satu kehormatan, itu contoh merebut hati,” katanya.

Sebelumnya, Zulkifli meminta pemerintah berhati-hati dalam menangani soal Papua dan Papua Barat. Mengingat persoalan tersebut juga menjadi sorotan dunia internasional.

“Harapannya terutama Pak Jokowi dan pemerintah kita semuanya, ini ada wake up call dari Papua hati-hati. Coba lihat video-video itu apa yang terjadi. Betul-betul fokus pemerintah seluruhnya ke Papua, ini kan multi dimensi mulai dari dunia internsional sampe PBB,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Viral Pria Bopong Jenazah Bocah usai Ditolak Pakai Ambulans di Tangerang

Suara.com – Sebuah video viral di media sosial, di mana seorang pria di Tangerang yang membopong jenazah bocah dengan berjalan kaki karena Puskesmas setempat tidak mau memfasilitasi ambulans.

Dari video pendek yang dibagikan akun Facebook Info Tangerang pada Sabtu (14/8/2019), terlihat pria berjaket hitam membopong jenazah yang telah ditutupi kain. Sambil berjalan kaki, pria itu lantas naik jembatan penyeberangan orang atau JPO. Namun ada seseorang kemudian meminta pria itu untuk turun dari JPO dan memberikan tumpangan.

Jenazah tersebut diketahui merupakan Muhamad Husen (8), korban tenggelam di Sungai Cisadane. Warga yang menemukannya kemudian melarikan korban ke Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang, Banten, namun nyawanya tak tertolong.

Kabarnya, pihak keluarga Muhamad Husen yang diwakilkan oleh Supriyadi meminta pihak Puskesmas untuk mengantar jenazah keponakannya dengan ambulans. Tapi mendapat penolakan dari pihak Puskesmas yang beralasan ambulans hanya digunakan untuk mengangkut pasien.

Di video itu disebutkan kejadian paman yang membopong jenazah keponakannya terjadi pada Jumat (23/8/2019).

Pihak keluarga mengaku kecewa atas perlakuan pihak Puskesmas. Supriyadi mengaku sempat menghubungi pihak rumah sakit melalui layanan telepon atau call 112 untuk mendapat pelayanan tapi tidak direspons.

“Jadi, petugas Puskesmas enggak mau mengantar jasad keponakan saya karena mobil ambulans diperuntukkan bagi pasien saja, bukan orang meninggal,” ungkap Supriyadi.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Kota Tangerang dokter Liza Puspadewi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Muhamad Husen atas kesalahpahaman yang terjadi.

Menurut Liza, mobil ambulans di Puskesmas Cikokol hanya digunakan untuk pasien dalam kondisi gawat darurat sesuai aturan yang ada.

“Di dalam mobil ambulans banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril. Kalau digunakan untuk jenazah, khawatir akan berdampak pada pasien yang nantinya menggunakan ambulans tersebut,” ujar Liza saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (24/8/2019).

“Mewakili Pemkot Tangerang, saya mohon maaf kepada keluarga korban yang tenggelam,” kata Liza.

Di lain pihak, pemerintah kota masih menunggu klarifikasi resmi dari Puskesmas Cikokol terkait berita paman yang membopong jenazah bocah karena tidak mendapat fasilitas ambulans.

Timor Leste Damai Setelah Merdeka dari Indonesia dan 4 Berita Hit Lainnya

Suara.com – Ucapan Mantan Presiden Timor Leste José Manuel Ramos-Horta sedang menjadi sorotan di tengah riuhnya berbagai aksi yang dilakukan warga Papua menentang rasisme.

Selain itu, pernyataan Pentolan FPI Rizieq Shihab saat Milad ke-21 FPI juga tengah mencuri perhatian banyak pembaca. Berikut SUARA.com merangkum lima berita terpopuler, Sabtu (24/8/2019) kemarin:

1. Merdeka dari Indonesia, Ramos Horta: Timor Leste Kini Sangat Damai

Jose Ramos Horta. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)Jose Ramos Horta. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Rakyat Papua kekinian meminta hak menentukan nasib sendiri, untuk merdeka dari Indonesia dan menjadi negara berdaulat.

Upaya kemerdekaan Papua tersebut dinisiasi oleh Organisasi Papua Merdeka dan sayap militernya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Baca selengkapnya

2. Rizieq Shihab Sebut Jokowi Presiden Ilegal?

Habib Rizieq Syihab. (suara.com/Oke Atmaja)Habib Rizieq Syihab. (suara.com/Oke Atmaja)

Pentolan FPI Rizieq Shihab mengatakan presiden terpilih yang bakal dilantik Oktober 2019 nanti merupakan presiden ilegal.

Untuk diketahui, presiden terpilih hasil Pilpres 2019 adalah Jokowi. Dia dan Wapres terpilih Maruf Amin akan dilantik Oktober 2019.

Baca selengkapnya

3. Sandiaga Minta Referendum, Eks Jubir Jokowi: Ngapain sih Kurang Kerjaan

Eks Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Tio).Eks Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Tio).

Arya Sinulingga, Founder Bhinneka Institute yang juga eks Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf, tak setuju terhadap usulan eks Cawapres Sandiaga Uno yang bilang pemindahan ibu kota negara harus melalui referendum.

Arya menuturkan tidak ada keterkaitan pemindahan ibu kota yang harus melalui referendum.

Baca selengkapnya

4. Habib Rizieq: Saya Dicekal dan Kena Overstay di Arab Saudi

Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

Pentolan FPI Rizieq Shihab kembali mengirimkan tudingan kepada pemerintah Indonesia. Kali ini, Rizieq menuding pemerintah mengintervensi Kerajaan Arab Saudi untuk mempersulit kehidupan dirinya dan keluarga di Mekkah.

Tudingan itu dilontarkan Rizieq melalui pesan video yang disiarkan dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8/2019). Video itu sendiri dibuat untuk memeriahkan HUT ke-21 FPI yang digelar di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.

Baca selengkapnya

5. Disindir Sandiaga Uno soal Papua, Moeldoko: Jangan Provokatif!

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Eks calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menilai pemerintah terlalu banyak mengekploitasi Papua tanpa menyelesaikan permasalahan utamanya.

Sandiaga mengatakan permasalahan yang ada di Papua bukan sekadar infrastruktur, tapi juga kesenjangan ekonomi.

Baca selengkapnya

Maklumat MRP Minta Mahasiswa Papua Pulang dan Lanjut Studi di Tanah Sendiri

Suara.com – Majelis Rakyat Papua (MRP) baru saja mengeluarkan maklumat untuk para mahasiswa Papua yang sedang belajar di luar pulau.

Foto selembar maklumat tertulis yang ditandatangani Ketua MRP Timotius Murib itu diunggah ke Twitter oleh Febriana Firdaus, jurnalis sekaligus pegiat HAM.

Maklumat tersebut berisi tentang “Seruan kepada mahasiswa Papua di semua kota studi pada wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk kembali ke Tanah Papua.”

Disebutkan bahwa maklumat itu dikeluarkan menyusul berbagai tindakan rasisme, kekerasan, dan persekusi dari aparat TNI/Polri, ormas, dan kelompok masyarakat yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya, Malang, Semarang, dan Makassar.

Tanggung jawab untuk menjaga jati diri dan identitas orang asli Papua juga menjadi landasan dikeluarkannya maklumat tersebut.

Maklumat Majelis Rakyat Papua (MRP) - (Twitter/@febrofirdaus)Maklumat Majelis Rakyat Papua (MRP) – (Twitter/@febrofirdaus)

Melalui pengumuman itu, MRP meminta seluruh mahasiswa asal papua yang belajar di luar pulau untuk pulang dan melanjutkan studinya di Papua.

“(MRP red) dengan ini menyerukan kepada mahasiswa Papua, bila tidak ada jaminan keamanan dan kenyamanan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabuoaten/kota, dan aparatur TNI/Polri di setiap kota studi, maka diserukan, para mahasiswa untuk dapat kembali melanjutkan dan menyelesaikan studinya di Tanah Papua,” bunyi maklumat itu, yang disahkan di Jayapura pada Rabu (21/8/2019).

Berbagai aksi massa membela Papua belakangan ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bandung, Semarang, dan sebagainya.

Demonstrasi itu menyusul kericuhan serupa di Manokwari, Sorong, dan Fakfak, yang sama-sama dipicu insiden pengepungan dan penangkapan serta ujaran rasis yang menimpa sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang belum lama ini.

Ingatkan Pecahnya Uni Soviet, Zulhas Minta Jokowi Hati-hati Soal Papua

Suara.com – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian lebih atas kericuhan di Papua dan Papua Barat yang dipicu oleh insiden perkataan rasisme saat insiden pengepungan mahasiswa asal Papua di Surabaya.

Menurut Zulhas, pemerintah harus berhati-hati dalam menangani soal Papua. Mengingat persoalan tersebut juga menjadi sorotan dunia internasional.

“Harapannya terutama pak Jokowi dan pemerintah kita semuanya, ini ada wake up call dari Papua hati-hati. Coba lihat video-video itu apa yang terjadi. Betul-betul fokus pemerintah seluruhnya ke Papua, ini kan multi dimensi mulai dari dunia internsional sampai PBB,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Zulhas lantas mengingatkan bahaya jika Papua dan Papua Barat terus menyerukan keingannya untuk memerdekakan diri akibat buntut dari rentetan peristiwa terkait rasisme. Menurutnya, pemerintah harus belajar dari negara sebesar Uni Soviet yang pecah.

“Lihat kemarin kejadiannya kemarin begitu khawatir. Karena kalau ada apa-apa dengan Papua, hati-hati. Negara besar seperti Uni Soviet saja bisa retak, bisa pisah,” kata Zulhas mengingatkan.

Aksi protes buntut dari insiden persekusi dan cacian rasis terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah di Indonesia, juga terjadi di Papua Nugini.

Sabtu (24/8/2019), aktivis Papua dan rakyat Papua Nugini melancarkan demonstrasi damai di Port Moresby, untuk mengecam perlakuan rasisme tersebut.

Bahkan, aksi tersebut juga dipimpin langsung oleh Gubernur Port Moersby Powes Parkop. Tak hanya itu, dalam aksi tersebut juga diwarnai pembakaran bendera kebangsaan Indonesia, Merah Putih.

Foto aksi protes dan pembakaran bendera Merah Putih tersebut kali pertama diunggah David Petersburg di Facebook. Oleh warga Papua Nugini, foto itu diteruskan ke laman komunitas media massa setempat, The National dan Post CourierNews.

“Ini tentang waktu. Pembakaran bendera Indonesia oleh warga negara Papua Nugini adalah pesan yang jelas yang harus dipertimbangkan secara serius oleh warga negara dan pemerintah Indonesia bahwa orang Melanesia sudah cukup menderita penganiayaan,” tulis Jamie Maigau, warga Papua Nugini.

Soal Pin Emas Anggota DPRD, Zulhas: Kalau Tidak Mau Jangan Diambil!

Suara.com – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hazan atau Zulhas mengkritik sejumlah partai politik yang meributkan persoalan pengadaan pin emas untuk anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019 -2024 senilai Rp 1,3 miliar.

Menurut Zulhas jika ada partai politik yang menolak pin emas tersebut, cukup dengan tidak mengambil. Jangan kemudian, kata Zulhas, penolakan tersebut dibesar-besarkan hanya untuk mencari popularitas semata.

“Aduh kita soal pin aja ribut, ya ini negara ini Papua lebih gede. Pin itu kalau gak mau ngapain cari-cari popularitas dari situ. Menurut saya kalau gak mau jangan diambil, kelar,” kata Zulhas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Ia kemudian juga meminta agar partai yang menolak pengadaan pin emas tersebut agar konsisten untuk tidak menerimanya.

“Gak usah diambil, ini ngomong sepanjang tapi nanti ngambil juga. Kalau gak mau gak usah diambil, selesai,” katanya.

Sebelumnya, penggunaan pin anggota dewan yang tidak berbahan emas dinilai tidak akan mengurangi wibawa anggota dewan sebagai wakil rakyat.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyikapi aksi kadernya yang menolak memakai pin berbahan emas untuk kemudian diganti bahan lainnya.

“Apa harus emas? Apa kalau diganti bahan lain berkurang wibawa dan otoritasnya? kan tidak,” kata Grace Natalie di Jakarta, Kamis (22/8/2019) malam.

Grace mengatakan, langkah kadernya mengembalikan pin itu lantaran menyayangkan bahwa di saat masih banyak pekerjaan rumah yang dihadapi bangsa ini, anggota dewan di DKI justru membuat anggaran pin emas yang nilainya cukup fantastis, mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

“Kenapa uang sebanyak itu harus dipergunakan untuk hal-hal yang tidak turun ke masyarakat. Jadi, kita sepakat semua dan saya menghormati teman-teman yang mau mengembalikan itu. Buat kami ini komitmen,” ujar Grace.

Dia meminta anggota dewan, khususnya di DPRD DKI Jakarta, mengajukan anggaran yang diperoleh dari pajak masyarakat untuk menghasilkan produk atau program legislasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Buat kami dikasih pin dalam bentuk apa pun tidak mengurangi otoritasnya, karena dia sudah dipilih, punya tanggung jawab sama, meskipun memakai pin dari bahan apapun. Kenapa harus buang-buang anggaran sebanyak itu. Ini sikap kami, silahkan kalau yang lain menganggap itu atribut yang diperlukan,” katanya.

Area Kantin Kampus IISIP Jakarta Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Suara.com – Kebakaran area kantin di Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) di Jakarta Selatan pada Sabtu (24/8/2019) siang mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta.

Kebakaran yang bisa dipadamkan 1,5 jam dengan bantuan personil Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan itu tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.

“Kerugian materil sekitar Rp 220 juta akibat kebakaran ini,” ujar Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Irwan dalam keterangannya, Minggu (24/8/2019).

Irwan mengatakan, kebakaran tersebut berhasil dengan cepat dipadamkan lantaran pihak kampus yang pertama kali melihat ada api di area kantin langsung menghubungi pemadam kebakaran, setelah sebelumnya mencoba melalukan penanganan pertama.

“Pihak kampus melihat api dari kantin kosong dan coba memadamkan dengan hidrant, namun tidak berhasil karena api sudah terlanjur menjalar ke semua bangunan kantin,” kata Irwan.

Polemik Gabion Bundaran HI, Ferdinand: Ini Pemda atau Makelar Batu?

Suara.com – Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyindir Dinas Kehutanan Pemprov DKI Jakarta yang tak mengetahui jenis batu yang menjadi bahan baku pembuatan instalasi Batu Gabion di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Ketidaktahuan penggunaan bahan baku yang ternyata menggunakan batu karang itu disampaikan oleh pemerhati lingkungan Riyanni Djangkaru saat dihubungi Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati yang mengaku tidak tahu asal muasal bahan baku instalasi.

“Ternyata Dinas Kehutanan tidak mengetahui jenis batu yang digunakan dalam instalasi gabion itu adalah batu karang,” kata Ferdinand di akun Twitter @FerdinandHaean2, seperti dikutip Suara.com, Minggu (25/8/2019).

Ia kemudian mempertanyakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal kinerja anak buahnya dalam pembuatan instalasi batu gabion.

“Ini Pemda atau makelar batu yang pesan? Tidak salah saya sebut mereka ini pemalas. Gimana nih @aniesbaswedan @DKIJakarta masa bisa begini? Malu ah,” ujarnya.

Diketahui, instalasi itu terbentuk dari bebatuan yang ditumpuk tinggi dan dikerangkeng oleh pagar besi menjadi pilar. Pada bagian atas batu tersebut, terdapat dedaunan dan bunga-bunga. Pantauan Suara.com, bebatuan yang dikerangkeng itu dibuat tiga pilar.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marzitawati mengatakan, lokasi di depan bundaran HI itu memang diperuntukkan berbagai instalasi untuk dipajang dan memperindah jalan.

Menurut dia, instalasi yang dibuat tiga pilar dari batu bronjong itu menggambarkan tiga elemen keteraturan lingkungan.

“Kalau dilihat ada tiga pilar menggambarkan tanah, air, udara, jadi penyelarasan lingkungan,” ujar Suzi saat dihubungi, Rabu (21/8/2019).

Suzi merencanakan, ke depannya akan membuat semacam keterangan tertulis di dekat Gabion.

“Kalau kemarin kan ada senimannya, ini kan enggak. Mungkin nanti kita buatkan supaya orang ngerti juga apa di situ,” kata Suzi.

Arkeolog UI dan Italia Ungkap Situs Galangan Kapal Tertua di Asia Tenggara

Suara.com – Kemarau panjang masih melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi. Cuaca panas mencapai 31 derajat celcius menemani arkeolog dan petugas ekskavasi pada Kamis (22/08/2019).

Ada sekitar 10 orang yang terlibat melakukan ekskavasi Perahu Kuno, yang kini lebih dikenal sebagai Kapal Zabag.

Dr. Ali Akbar memimpin jalannya ekskavasi Kapal Zabag di Desa Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim itu.

Ali Akbar adalah arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) yang diminta oleh Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto untuk membantu pemerintah setempat menguak misteri situs-situs kuno Sabak yang juga merupakan kampung halaman keluarga mantan artis dan pesinetron sekaligus eks Gubernur Jambi Zumi Zola.

Ali Akbar beserta tim ahli lainnya melakukan penelitian di situs Kapal Zabag. Observasi awal dimulai sejak April 2018. Dan pada 7 Agustus 2019, proses ekskavasi mulai dilakukan. Ali Akbar yang dikenal kontroversial karena penelitiannya di situs Gunung Padang ini pun melibatkan mahasiswa Universitas Jambi (Unja) dan masyarakat setempat untuk melakukan ekskavasi.

“Konsepnya adalah bagaimana semua terlibat. Terutama masyarakat di dekat situs. Bukan hanya ilmu pengetahuan yang didapat, tetapi masyarakat setempat juga mendapat dampak positif lainnya,” kata Ali Akbar dalam keterangan tertulisnya.

Hingga kini proses ekskavasi sudah mencapai hampir 35 persen. Sebagian bentuk fisik kapal kuno sudah terlihat. Papan-papan kapal, pasak kayu, tali ijuk, gading dan gerabah tanah ditemukan di lokasi situs. Menurut dia, banyak hal menarik yang ditemukan.

“Ada hal-hal yang belum ditemukan di Nusantara dan Asia Tenggara sejauh pengetahuan saya,” kata Ali.

Dia semakin penasaran dengan situs Kapal Zabag. Seberapa besar ukuran dan seberapa tua umurnya.

Menurut dia, sejak tahun 1997 situs ini sudah dinyatakan sebagai peninggalan arkeologi yang penting. Karena kondisinya cukup rapuh, maka situs ditutup kembali.

Menurut Ali, hasil sementara ekskavasi di sisi utara ditemukan ada tujuh papan. Menariknya, papan-papan itu disambung dengan pasak kayu dan diikat dengan ijuk (tali) berwarna hitam. Bentuk yang sama juga ditemukan di sebelahnya.

“Teknik ini (Pasak kayu dan tali ijuk) dikenal sebagai teknik Asia Tenggara. Bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Nusantara sudah membuat kapal dengan teknik ini di abad ke-3. Salah satu contoh temuan di Palembang, Rembang dan Cirebon. Ada juga temuan kapal kuo di Ponti, Malaysia sudah menggunakan teknik ini. Begitu juga di Filipina abad 13-14 Masehi,” papar Ali Akbar.

Dia menceritakan, temuan kapal karam di dasar laut Cirebon diperkirakan abad ke-10 menggunakan teknik yang sama. Sama juga seperti di Rembang kapal abad ke-8 menggunakan teknik yang sama. Namun untuk Kapal Zabag, Abe—sapaan akrab Ali Akbar—belum bisa memastikan usianya.

“Kita belum tahu usianya berapa, tetapi sampel kayunya sudah kita bawa ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Kira-kira (Kapal Zabag) rentan waktunya diperkirakan abad ke-3 sampai 14 Masehi,” jelas Abe.

Soal ukuran, Abe memperkirakan lebarnya mencapai 5,5 meter. Dilihat dari ukurannya tidak masuk kategori perahu, tetapi kapal. Bahkan kapal besar.

Pendapat ini pun diperkuat oleh Prof. Chiara Nazarro, Arkeolog Maritim dari Italia. Dia menduga Kapal Zabag ini adalah kapal besar.

Kata dia, dilihat dari kayu dan ketebalan papan, Kapal Zabag berukuran besar. Lebih besar dari Kapal Pinisi. Chiara mengungkap teknologi kapalnya hampir sama seperti Pinisi. Chiara mengaku sangat tertarik dengan situs Kapal Zabag ini.

“Saya sangat tertarik untuk menelitinya lebih dalam,” kata Chiara.

Saking tertariknya Chiara datang sendiri ke Lambur, Tanjabtim tanpa diundang oleh pemerintah setempat. Chiara saat ini sedang melakukan penelitian Kapal Pinisi bersama Ali Akbar. Mendapat kabar tentang Kapal Zabag dari Ali Akbar, dia langsung mengunjungi Lambur sekaligus berwisata.

Profesor Arkeologi dari Universitas Naple L’Orientale ini membandingkan dengan kapal-kapal tradisional kuno hasil penelitiannya di Mesir dan Afrika.

“Ini kapal besar. Unik dan ada hal yang sangar menarik,” katanya.

Sementara itu, menurut Abe, bentuk fisik yang nampak saat ini diperkirakan adalah geladak kapal, haluan dan buritan. Di sekitar lokasi sebelah timur ada lagi seperti ujung perahu yang araknya sekitar 24 meter.

“Tetapi terlalu besar untuk ukuran perahu jaman dulu. Ada kemungkinan bukan satu perahu yang sama. Ada lebih dari satu,” katanya.

Hingga kini, tunas kapal belum ditemukan. Hanya perkiraan dak kapal. Namun tidak ditemukan kulitnya (kulit dak).

“Justru yang ditemukan kayu besar melintang. Bentuknya beda semua dengan teknologi perkapalan yang kita kenal. Biasanya di dekat kapat ditemukan macam-macam benda. Ini kosong. Kita menemukan pecahan-pecahan tembikar yang cukup tua, pecahan keramik,” jelasnya.

Posisi kapal ini menurut Abe bukan karam, tetapi sedang parkir dan diperbaiki.

“Kalau kapal karam biasanya bawa muatan banyak. Gading-gadingnya ditemukan jauh, sementara tunas belum ditemukan. Papannya besar-besar dan tebal-tebal semua ketika dirangkai bisa menjadi kapal yang besar sekali. Papan-papan tebal ini yang jarang kita temukan dalam situs-situs lain. Di sekitar lokasi juga ditemukan lima papan terpisah, tetapi tersambung cukup baik,” Abe menjelaskan.

Abe menduga, lokasi situs adalah galangan kapal tertua di Asia Tenggara. Bukti-bukti sementara adalah posisi kapal yang terparkir. Ada kayu bulat yang berada di bawah geladak. Beberapa bagian juga terpisah, seperti posisi gadingnya juga terpisah.

“Untuk sementara ini (situs Kapal Zabag) adalah tempat pembuatan atau perbaikan kapal. Sejauh pengetahuan saya, di Nusantara belum pernah ditemukan galangan kapal kuno. Hanya baru di Sabak ini,” ungkapnya.

Dia menduga, kapal-kapal tua yang ditemukan di Malaysia, Pilipina, Palembang, Rembang dan Cirebon diproduksi di Sabak.

“Ini sifatnya masih sementara. Nanti pasti ada perkembangan-perkembangan lain,” katanya lagi.

Pusat Kunjungan Bangsa Arab hingga China

Situs galangan kapal tertua di Asia Tenggara di Kabupaten Tanjabtim, Provinsi Jambi. (Foto: Istimewa)Situs galangan kapal tertua di Asia Tenggara di Kabupaten Tanjabtim, Provinsi Jambi. (Foto: Istimewa)

Menurut Abe, Sabak nama kunonya adalah Zabag. Di mana Zabag sudah dikenal oleh pedagang-pedagang Arab, Persia dan Cina sejak abad ke-7.

“Kapal Zabag yang ada di situs ini hilir mudik sampai ke China, Arab dan seterusnya. Temuan di Cirebon juga sama, disambung dengan pasak kayu dan diikat dengan ijuk tanpa logam dan mampu berlayar mondar-mandir dan membawa banyak muatan. Kapal ini mempunyai daya jelajah yang tinggi. Kapal yang digerakkan dengan layar, bukan dayung,” kata Abe.

Tidak jauh dari Situs Kapal Zabag, ada situs Siti Hawa. Di situs ini banyak ditemukan keramik tetapi periodenya lebih muda. Selain keramik juga ada bata-bata kuno yang tidak ditemukan di sekitar Kapal Zabag. Lalu ditemukan kayu bulian sebagai penanda kehidupan, sisa dayung, tungku dari tanah liat yang bisa dibawa-bawa.

“Kita sedang berada di situs (Kapal Zabag) yang dikelilingi situs-situs lain saling terkait. Dan itu yang mungkin membuat bangsa-bangsa zaman dulu datang ke Sabak,” ujar Abe.

Dia menambahkan, tim juga sudah melakukan pemetaan di dasar sungai dan melalui udara. Dan ternyata di sekitar situs Kapal Zabag ada alur sungai kuno.

Kapal Zabag ini posisinya di darat, tetapi ada sungai melintas tidak jauh dari kapal. Ada mendernya dan tembus sampai ke laut dan ada sambungannya ke Sungai Batanghari.

Kata Abe, kondisi saat ini jarak dari situs Kapal Zabag ke laut sekitar 20 km. Sungai kuno ini ukurannya cukup besar sehingga bisa dilalui oleh kapal yang besar.

“Jarak sekitar 100 meter di sini ditemukan kayu-kayu bulian yang dulu digunakan sebagai dermaga. Di situs Siti Hawa juga ada. Lalu di Kota Harapan ada juga (kapal kuno) jaraknya lima kilometer dari sini,” tambahnya.

Cek Fakta: Diam-diam David Beckham ke Papua, Serius?

Suara.com – Sebuah artikel dari situs potretanakmelanesia.blogspot.com beredar yang menyebut, mega bintang sepak bola asal Inggris David Beckham diam-diam berkunjung ke pedalaman Wamena, Papua. Namun benarkah fakta tersebut?

Dalam narasinya tertulis:

“Pemain sepak bola asal Inggris David Beckham ternyata berkunjung ke pedalaman Wamena-Papua secara diam-diam. Pemain ternama dunia ini ternyata memberikan bantuan kemanusiaan setelah mendengar tragedi kematian anak di Nduga pada tahun silam 2015 lalu. Pada kedatangan sang bintang sepak bola itu akhirnya dikagetkan dengan kaos baju yang dikenakan David Beckham yang bertulisan ”Free West Papua,”.

David Beckham disebut diam-diam ke Papua. (Foto: bidik layar via Cekfakta.com)David Beckham disebut diam-diam ke Papua. (Foto: bidik layar via Cekfakta.com)

Penjelasan:

Dikutip dari laman Cekfakta.com, dari penelusuran diketahui, faktanya tulisan ‘Free West Papua’ di kaos putih David Beckham merupakan hasil editan dari situs tersebut. Di foto aslinya, David Beckham hanya memakai kaos polos putih. Foto asli tersebut terpajang di sebuah artikel berjudul ‘David Beckham’s 7 Fund: Keeping children safe from malnutrition in Papua New Guinea’ yang dimuat oleh situs medium.com, situs buatan Evan Williams, pendiri dan mantan CEO Twitter.

Artikel tersebut juga sudah diunggah sejak 28 Juni 2016 lalu. Berikut cuplikan artikelnya:

“David Beckham recently travelled to every continent on Earth to find out how grassroots football brings communities together, for a BBC documentary called For the Love of the Game.His incredible journey took him from the dense forests of Papua New Guinea to the foothills of the Himalayas. Along the way he visited Unicef programmes and met some of the children being supported by Unicef and David’s 7 Fund.
In Papua New Guinea, David met children who were suffering from malnutrition, which is a major issue in the country. It’s the leading cause of death among children under five, with almost half not getting the nutritious food they need to grow up healthy and strong. The first 1,000 days — from conception to a child’s second birthday — is the most critical time in a child’s development; if they don’t get the right nutrients during this time, it can lead to stunting. Stunting causes irreversible physical and mental damage that can harm health, education and economic productivity for life.
In Papua New Guinea, the underlying causes of child malnutrition are poverty, a diet lacking in the correct nutrients, and a lack of knowledge of good feeding practices and child nutrition. In the Western Highlands, the region that David visited, these factors have been made worse by a seven-month drought, which has caused crops to fail, resulting in smaller than usual harvests, food shortages and even higher levels of malnutrition in the region.”

Sementara dikutip dari laman Turnbackhoax.id, soal lokasi David Beckham yang datang ke Wamena, Papua, itu adalah bohong alias hoaks.

Faktanya, David Beckham berkunjung ke Papua Nugini dalam rangkaian kegiatan syuting film dokumenter BBC yang berjudul For the Love of the Game, seperti kutipan dari medium.com. Di Papua Nugini, David bertemu anak-anak yang menderita kekurangan gizi, yang merupakan isu utama di negara ini.

Habib Rizieq Minta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Dibubarkan

Suara.com – Rizieq Shihab, pentolan FPI, menyerukan pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dibentuk pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebab, Rizieq mengklaim, pembentukkan BPIP bukan hanya pemborosan, tapi juga berbahaya untuk eksistensi Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

“Sehingga (BPIP) harus dibubarkan. Karena bukan saja pemborosan uang negara, melainkan sangat berbahaya untuk eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Innalillahi wa innailaihi rojiun,” ujar Rizieq dalam rekaman video yang diputar saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

Menurut Rizieq, anggota BPIP  yang digaji Rp 100 juta per bulan justru tidak paham eksistensi Pancasila. Mereka, kata dia, hanya menonton dagelan penghianatan pergeseran dari dasar negara menjadi pilar negara.

“Karenanya jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah badan penghianat ideologi Pancasila,” ucap dia.

Rizieq menilai rezim Jokowi tidak memahami hakikat Pancasila. Pasalnya, hakikat Pancasila adalah dasar negara, bukanlah pilar negara.

“Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar negara Indonesia bukan pilar negara, mereka yang menyebut Pancasila sebagai pilar negara tidak paham konstitusi bahkan gagal paham tentang dasar Negara Republik Indonesia,” tutur Rizieq.

Bahkan, kata Rizieq, ironisnya justru rezim perselingkuhan antara komunis sosialis dan liberal kapitalis yang mulai berkuasa sejak reformasi 1998.

“Mereka sosialisasikan pergeseran ilegal dan inkonstitusional tersebut secara sistematis melalui lembaga-lembaga tinggi negara bahkan melalui lembaga tertinggi negara,” tuduhnya.

Kawanan Gajah Ngamuk, Puluhan Warga Nagan Raya Aceh Mengungsi

Suara.com – Sebanyak 40 orang warga yang bermukim di kawasan transmigrasi lokal (translok) Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Sabtu (24/8/2019) tengah malam terpaksa mengungsi ke desa asal mereka di Desa Sawang Manee dan desa lainnya setelah kawasan tersebut diamuk gajah.

“Sudah ada lahan kebun kelapa sawit dan tanaman pisang yang dirusak kawanan gajah, luas lahan yang rusak sementara mencapai 15 hektare,” kata Kepala Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Oediyantri di Suka Makmue, Sabtu tengah malam.

Menurutnya, serangan gajah yang diperkirakan berjumlah lima ekor tersebut sudah terjadi sejak hampir satu pekan terakhir. Sehingga memaksa sebagian warga untuk tidak menetap di lokasi trasmigrasi karena khawatir ancaman terhadap keselamatan mereka.

Hingga Sabtu jelang dini hari, kawanan gajah tersebut masih berada di pemukiman warga di kawasan transmigrasi dan masih berkeliaran sambil merusak tanaman milik masyarakat setempat.

“Kami bersyukur karena tidak ada warga yang menjadi korban, akan tetapi harta benda masyarakat menjadi korban,” sebut Oediyantri.

Ia mengakui serangan satwa liar yang terjadi di daerah tersebut selama ini sering terjadi dan sampai saat ini belum ada sama sekali penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh maupun pihak terkait lainnya untuk mengatasi gangguan tersebut.

Sementara dari laporan terkini, sebanyak 12 ekor gajah liar hingga Sabtu sore masih berkeliaran di kawasan transmigrasi lokal (translok) Desa Blang Lango, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Akibatnya, masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut masih ketakutan menempati rumah karena kawanan satwa liar tersebut masih terus merusak aneka palawija dan tanaman di perkebunan milik masyarakat.

“Sampai saat ini warga masih takut tidur di rumah transmigrasi karena pada malam hari, gajah-gajah tersebut berkeliaran di pemukiman warga,” kata Oediyantri seperti dikutip Antara.

Tidak hanya itu, kawanan gajah juga sudah merusak seluas 15 hektare tanaman kelapa sawit dan tanaman pisang milik warga setempat.

Menurutnya, saat malam hari puluhan warga setempat terpaksa turun ke desa lain atau berkumpul di sebuah pondok agar terhindar dari gangguan gajah.

Hal ini disebabkan karena belasan ekor gajah liar tersebut berada di permukiman warga sambil memakan aneka tanaman di kebun di samping rumah.

“Kami sudah tidak tahu lagi kemana mengadu, gangguan gajah liar benar-sudah membuat masyarakat resah,” katanya.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan Pemerintah Aceh segera mengambil tindakan dan mencari solusi sehingga gangguan gajah tidak lagi dialami oleh masyarakat di daerah tersebut.

Padamkan Api Kebakaran Hutan, Petugas Manggala Agni Tewas Tertimpa Pohon

Suara.com – Seorang petugas Manggala Agni Daops Muarabulian, Provinsi Jambi dilaporkan tewas saat berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Hutan Raya Senami di Kabupaten Batanghari. Korban diketahui tewas usai tertimpa pohon saat bertugas.

Kejadian itu dibenarkan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari, Samral Lubis. Ia mengatakan, petugas Manggala Agni yang tewas itu bernama Asmara. Di mana korban sempat mendapat perawatan medis di RSUD Hamba, Muarabulian akibat kritis usai tertimpa pohon saat berusaha memadamkan api karhutla.

“Karena melihat kondisi korban yang kritis pihak rumah sakit akhirnya memutuskan untuk merujuk korban ke RS Siloam,” kata Samral Lubis, seperti dilansir Jambiseru.com (jaringan Suara.com), Jum’at (23/8/2019)

Namun, setelah mendapatkan perawatan di RS Siloam Kota Jambi, sekitar pukul 01.20 WIB, korban meninggal dunia.

“Korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka di RT 05 Dusun Anggrek, Desa Bathin, Kecamatan Bajubang dan rencananya akan dimakamkan setelah salat Jumat,” katanya.

Samral juga menyampaikan bahwa pihak BPBD Kabupaten Batanghari turut berbelasungkawa atas kepergian sosok petugas pemadam kebakaran yang terbaik.

“Kami turut berbelasungkawa atas kepergiannya, semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah yang terbaik, dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan,” katanya.

Diketahui petugas Manggala Agni Kabupaten Batanghari, Asmara tertimpa pohon tumbang ketika dirinya bersama seorang rekannya tengah berada di atas sepeda motor.

Saat itu, itu korban berniat menuju sumber air guna melakukan upaya pemadaman kobaran api.

Kejadian berlangsung pada Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Tahura. Panjang pohon yang tumbang menimpa Asmara sekitar 15 meter dan diameter 20 sentimeter.

Hong Kong Tutup Stasiun Kereta Saat Aksi Protes Lanjutan

Suara.com – Lembaga pengelola layanan kereta Hong Kong menutup empat stasiun kereta bawah tanah menjelang aksi protes pada Sabtu (24/8/2019) pada saat kota, yang berada di bawah kekuasaan China, itu bersiap-siap menghadapi kemungkinan kerusuhan lebih lanjut.

China, sementara itu, telah membebaskan seorang anggota staf Konsulat Inggris di Hong Kong setelah penahanan terhadap dia menyulut ketegangan.

Pihak berwenang telah mendapatkan perintah pengadilan untuk mencegah aksi unjuk rasa di bandara.

Bandara terpaksa ditutup antara lain karena pekan lalu para demonstran memadati terminal utama selama beberapa hari hingga mengakibatkan sekitar 1.000 penerbangan dibatalkan. Para pengunjuk rasa juga bentrok dengan polisi.

Stasiun-stasiun kereta bawah tanah itu ditutup di salah satu jalur, yang diperkirakan akan dijadikan titik pelaksanaan aksi unjuk rasa, di Kwung Tong di Semenanjung Kowloon. Toko-toko di stasiun-stasiun tersebut juga ditutup.

Penutupan stasiun kereta oleh pengelola layanan, MTR Corporation, dilakukan setelah MTR dihujani kritik di media negara China, termasuk People’s Daily –yang adalah corong Partai Komunis. MTR dianggap membiarkan “para perusuh” kabur naik kereta setelah mereka bentrok dengan polisi.

Sementara itu, karyawan Konsulat Inggris bernama Simon Cheng telah dibebaskan pada Sabtu sesuai jadwal.

Cheng sekarang sudah kembali ke Hong Kong, kata keluarganya di halaman Facebook.

Cheng ditahan selama 15 hari karena melanggar aturan keamanan umum, kata kepolisian di Shenzhen melalui Weibo, media sosial sejenis Twitter.

Tidak ada keterangan rinci soal penahanan anggota staf konsulat tersebut. Sebuah tulisan di Facebook memuat permintaan agar “media dan teman-teman memberikan waktu dulu, dan kami akan memberikan penjelasan lebih rinci nanti.”

Sejumlah pengunjuk rasa dalam beberapa hari terakhir ini juga menuntut agar Cheng dibebaskan. (Reuters/Antara)

Cerita Pilu 2 Gadis Belia di Jambi Usai Dicabuli 15 Pemuda

Suara.com – Sebagian warga Jambi tengah digemparkan dengan peristiwa memilukan yang dialami dua orang gadis belia di daerah itu. Karena masih di bawah umur, identitas mereka disamarkan, dan sebut saja dengan nama Bunga (16) dan Melati (14). Keduanya menjadi korban cabul oleh 15 remaja di daerah itu.

Bunga dan Melati adalah warga Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi. Namun lokasi pencabulan berada di sebuah perkebunan karet di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi.

Dikutip dari laman Jambiseru.com (jaringan Suara.com), peristiwa memilukan itu bermula saat saat Bunga dan Melati dijemput oleh dua pemuda berinisial AB dan BD di rumah Bunga pada Minggu 24 Juli 2019 malam.

Selanjutnya, Bunga langsung di bawa ke rumah BD di Desa Sarang Burung. Karena Bunga takut sendirian di ajak BD, Bunga lantas meminta Melati untuk menemaninya.

Setelah itu, mereka langsung pergi ke lokasi yang dituju dengan mengendarai sepeda motor. Ternyata, Bunga dan Melati bukannya dibawa ke rumah BD, namun mereka diajak ke tempat tongkrongan AB dan BD dengan situasi sepi dan gelap. Bahkan, di sana teman AB dan BD telah ramai menunggu kehadiran mereka. Merasa tak nyaman, Bunga dan Melati pun meminta untuk diantarkan pulang.

Berdalih untuk mengantarkan pulang, saat di perjalanan yang sepi dan gelap, Bunga dan Melati dipaksakan untuk turun, lalu AB dan BD langsung dibawa ke semak-semak perkebunan karet dan mereka dipaksa untuk melayani nafsu AB dan BD.

Tak hanya itu, Bunga dan Melati pun juga diancam akan dibunuh dengan pisau. Karena takut, Bunga dan Melati hanya bisa pasrah disetubuhi pelaku. Bahkan, Bunga dan Melati digilir oleh 15 orang.

Bunga dan Melati dicabuli di tempat yang berbeda, Bunga dicabuli oleh 6 orang di dalam pondok. Sementara Melati digilir oleh 9 orang pemuda di semak-semak. Setelah puas melampiaskan nafsunya, Bunga dan Melati baru diantarkan pulang ke rumahnya.

Setibanya di rumah, Bunga dan Melati hanya bisa menangis. Mengetahui kejadian itu, orang tua korban sontak tak terima, dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada arapat berwenang.

Mendapat laporan itu, anggota Kepolisian Resor Muaro Jambi berhasil menangkap tiga pelaku dari 15 pemuda tersebut.

Sampai saat ini proses hukum kasus tersebut terus berjalan dan diselidiki oleh aparat hukum setempat.

“Iya tiga pelaku sudah ditangkap. Permintaan perpanjangan penahanan sudah diajukan oleh Polres Muaro Jambi,” kata Kasi Pidum Kejari Muaro Jambi, Bambang Harmoko.

Rizieq Shihab Tuding Pemerintah Intervensi Saudi, Kemlu Ogah Komentar

Suara.com – Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah enggan berkomentar banyak saat ditanya soal tudingan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab yang menuding pemerintah mengintervensi Kerajaan Arab Saudi untuk mempersulit kehidupannya di Mekkah.

Kata dia, intervensi bukanlah sebuah adab dalam hubungan antarnegara.

“Tidak ada yang perlu ditanggapi. Intervensi bukanlah adab dalam pergaulan antarnegara,” ujar Teuku saat dihubungi Suara.com, Sabtu malam (24/5/2019).

Ketika ditanya apakah Rizieq harus membuktikan tudingannya soal intervensi pemerintah Indonesia ke Arab Saudi, Teuku meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada Rizieq.

“Silahkan tanyakan ke yang bersangkutan ya,” kata Teuku.

Sebelumnya, Rizieq Shihab kembali mengirimkan tudingan kepada pemerintah Indonesia. Kali ini, Rizieq menuding pemerintah mengintervensi Kerajaan Arab Saudi untuk mempersulit kehidupan dirinya dan keluarga di Mekkah.

Tudingan itu dilontarkan Rizieq melalui pesan video yang disiarkan dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8/2019). Video itu sendiri dibuat untuk memeriahkan HUT ke-21 FPI yang digelar di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.

“Fakta pemerintah Saudi selama ini hanya terpaksa mencekal saya. Itu untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia – Saudi, sekaligus memberi keamanan kepada saya dan keluarga,” kata Rizieq.

Ia mengklaim, sudah mendapat surat cekal dari Kerajaan Arab Saudi. Tapi, dalam surat cekal itu ditulis alasannya adalah keamanan.

“Jadi karena alasan keamanan, bukan pelanggaran keimigrasian, baik perdata maupun pidana di Saudi,” tukasnya.

Meski dicekal, Rizieq mengklaim dia dan keluarganya hidup baik-baik saja selama 2,5 tahun terakhir di Mekkah.

“Walau 2,5 tahun ini saya overstay dan dicekal, Saudi tak pernah mengganggu saya ataupun keluarga,” klaimnya lagi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan tidak ada upaya pencekalan dari pemerintah terkait kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Wiranto menegaskan, Rizieq Shihab tidak bisa pulang lantaran terkait kasus hukum izin tinggal di Arab Saudi yang melebihi batas atau overstay.

“Kalau ada berita-berita yang bersangkutan ditangkal untuk masuk ke Indonesia, tidak ada. Yang bersangkutan direkayasa untuk tidak kembali ke Indonesia, tidak ada,” kata Wiranto di Gedung Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Menurut Wiranto, Rizieq Shihab tertahan dan tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran tersangkut kasus hukum di pemerintahan Arab Saudi karena izin tinggalnya yang melebihi batas atau overstay.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah meminta pertanggungjawaban kepada Rizieq Shihab untuk membayar denda sebesar Rp 110 juta.

Monyet Merangsek ke Lahan Pertanian Warga, BKSDA Peringati Petani

Suara.com – Monyet Merangsek ke Lahan Pertanian Warga, BKSDA Peringati Petani.

Musim kemarau menjadi titik nadir bagi lahan pertanian yang ada di Gunung Kidul. Terlebih ketika kemarau yang terjadi cukup berkepanjangan seperti yang terjadi di tahun 2019 ini. Pasokan air yang sudah sangat minim membuat lahan pertanian Kian menyempit.

Kali ini ini diperparah dengan semakin masifnya serangan kera atau monyet ekor panjang.

Kepala Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Gunungkidul, Tugimayanto mengungkapkan serangan monyet ekor panjang (MEP) adalah persoalan klasik yang dihadapi oleh para petani ataupun warga Gunungkidul. Hampir setiap tahun serangan monyet ekor panjang selalu masuk merangsek ke lahan pertanian milik warga.

Monyet ekor panjang merangsek masuk menyerang lahan milik warga untuk mengambil makanan berupa hasil pertanian. Biasanya tanaman pertanian yang diserang adalah jenis jagung dan juga kacang tanah. Dua jenis tanaman tersebut sangat disukai oleh kawanan monyet ekor panjang.

“Persoalan monyet menyerang pertanian warga selalu terjadi setiap musim kemarau. Dan sudah terjadi puluhan tahun,”tuturnya di Stasiun Flora Fauna Bunder, Patuk, Sabtu (24/8/2019).

Monyet ekor panjang sering merangsek lahan pertanian warga untuk mencari makanan karena persediaan mereka dalam hahitat alami di hutan-hutan sudah habis. Tanaman buah-buahan di habitat alami Monyet Ekor Panjang banyak yang mengering akibat pasokan air sudah tidak ada lagi.

Hingga akhir Agustus ini BKSDA telah mendeteksi setidaknya ada 25 titik di kabupaten Gunungkidul yang diserang oleh kawanan monyet ekor panjang pada musim kemarau kali ini. Serangan tersebut dimungkinkan akan semakin meluas mengingat kemarau yang terjadi di tahun ini diperkirakan lebih panjang.

“Namun, yang diserang ya di seputaran titik-titik itu saja,”ujarnya.

Berdasarkan informasi dari warga, kawanan monyet ekor panjang yang menyerang ke lahan pertanian jumlahnya sampai ribuan. Namun Tugimayanto membantah hal tersebut karena ia mendeteksi 1 kawanan monyet ekor panjang jumlahnya hanya puluhan tidak mencapai ratusan ataupun ribuan.

Ia khawatir karena serangan monyet ekor panjang tersebut cukup masih maka akan merangsek ke pemukiman. Namun demikian sampai saat ini ini pihaknya belum mendapat laporan adanya kawanan monyet ekor panjang yang masuk merangsek ke pemukiman warga. Sebenarnya sudah ada informasi dari warga namun ketika dicek ternyata monyet tersebut hanya melintas tak sampai menyerang atau pun mengambil makanan milik warga.

Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Kecamatan Patuk, Sudadi mengungkapkan jika monyet ekor panjang sudah masuk ke lahan pertanian dan perkebunan buah milik warga dalam sebulan terakhir. Upaya pengusiran oleh warga terus dilakukan agar kawanan monyet tersebut tidak mengganggu wisatawan yang berlibur di Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Kami juga sudah melakukan antisipasi dengan menambah tanaman buah di habitat alami monyet-monyet tersebut. Namun ternyata upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga masih ada monyet yang turun ke lahan pertanian warga untuk mencari makanan,”ujarnya. 

Kontributor : Julianto

Menhan Tuding KKB Tunggangi Demonstrasi di Papua

Suara.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menuding kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah menunggangi demonstrasi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat yang berlangsung sejak awal pekan ini.

“Kalau pemberontak menungganggi (aksi demonstrasi di Papua), kemungkinan iya mengambil kesempatan ( kerusuhan) mungkin saja,” ujar Ryamizard Ryacudu kepada awak usai memberikan kuliah bagi mahasiswa baru di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019)

Apakah ada korban jiwa akibat demonstrasi berujung kerusuhan di beberapa wilayah, ia belum dapat memastikannya.

“Sampai sekarang saya belum ada terima laporan. Saya pastikan TNI dan polisi akan ambil tindakan untuk bisa secepatnya reda. Sudah mulai berangsur-angsur pulih,” sambung dia.

Seperti diberitakan, sejumlah wilayah di Papua bergejolak sejak 18 Agustus 2019. Demonstrasi anarkistis itu dipicu oleh ejekan rasis dan tindakan represif aparat kepolisian serta TNI terhadap sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Pemerintah telah menerjunkan ribuan petugas kepolisian dan TNI ke Papua dan Papua Barat untuk meredakan demonstrasi. Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak 21 Agustus telah memblokir akses internet di wilayah paling timur Nusantara itu.

Kontributor : Aziz Ramadani

Habib Rizieq: BPIP Tak Paham Hakikat Pancasila Tapi Digaji Rp 100 Juta

Suara.com – Pentolan FPI Rizieq Shihab menyinggung soal pembentukan Badan Pembinaan Ideologi dan Pancasila, lembaga yang didirikan oleh Presiden Jokowi.

Rizieq menilai, rezim Jokowi tidak memahami hakikat Pancasila. Pasalnya, kata dia, hakikat Pancasila adalah dasar negara, bukan pilar negara.

“Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar negara Indonesia bukan pilar negara, mereka yang menyebut Pancasila sebagai pilar negara tidak paham konstitusi bahkan gagal paham tentang dasar Negara Republik Indonesia,” ujar Rizieq dalam rekaman video yang diputar saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

Bahkan, kata Rizieq, ironisnya justru rezim berselingkuh dengan komunis sosialis dan liberal kapitalis sejak era reformasi1998.

“Mereka sosialisasikan pergeseran ilegal dan inkonstitusional tersebut secara sistematis melalui lembaga-lembaga tinggi negara, bahkan melalui lembaga tertinggi negara,” ucap dia.

Ia juga menyinggung anggota BPIP  yang digaji Rp 100 juta perbulan, namun tidak paham eksistensi Pancasila.

Sebab, kata dia, kehadiran BPIP hanya menonton dagelan penghianatan pergeseran dari dasar negara menjadi pilar negara.

“Lebih parahnya lagi rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat dengan BPIP.  Dengan anggota yang tidak paham eksistensi Pancasila, tapi digaji lebih dari 100 juta rupiah. Mereka di gaji Rp 100 juta per bulan hanya untuk menonton dagelan penghianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara,” klaimnya.

Protes Rasisme, Rakyat Negara Papua Nugini Aksi Bakar Bendera Merah Putih

Suara.com – Aksi protes terhadap persekusi dan cacian rasis terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah di Indonesia, juga terjadi di Papua Nugini.

Sabtu (24/8/2019), aktivis Papua dan rakyat Papua Nugini melancarkan demonstrasi damai di Port Moresby, untuk mengecam perlakuan rasisme tersebut.

Bahkan, aksi tersebut juga dipimpin langsung oleh Gubernur Port Moersby Powes Parkop.

Tak hanya itu, dalam aksi tersebut juga diwarnai pembakaran bendera kebangsaan Indonesia, Merah Putih.

Foto aksi protes dan pembakaran bendera Merah Putih tersebut kali pertama diunggah David Petersburg di Facebook. Oleh warga Papua Nugini, foto itu diteruskan ke laman komunitas media massa setempat, The National dan Post CourierNews.

“Ini tentang waktu. Pembakaran bendera Indonesia oleh warga negara Papua Nugini adalah pesan yang jelas yang harus dipertimbangkan secara serius oleh warga negara dan pemerintah Indonesia bahwa orang Melanesia sudah cukup menderita penganiayaan,” tulis Jamie Maigau, warga Papua Nugini.

Sabtu (24/8/2019), aktivis Papua dan rakyat Papua Nugini melancarkan demonstrasi damai di Port Moresby, untuk mengecam perlakuan rasisme tersebut. [dok.]Sabtu (24/8/2019), aktivis Papua dan rakyat Papua Nugini melancarkan demonstrasi damai di Port Moresby, untuk mengecam perlakuan rasisme tersebut. [dok.]

Ia menambahkan, “Orang Indonesia dan pemerintahnya sudah saatnya menyerukan referendum. Port Moresby harus bernegosiasi dengan Jakarta sekarang untuk masalah Papua Barat. Port Moresby harus berhenti menjadi tuli, bisu, dan buta.”

Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka yang berada di Papua Nugini, Sebby Sambom mengatakan, aksi massa di Port Moresby tersebut menunjukkan solidaritas bangsa Melanesia terhadap perejuangan kemerdekaan mereka.

Sabtu (24/8/2019), aktivis Papua dan rakyat Papua Nugini melancarkan demonstrasi damai di Port Moresby, untuk mengecam perlakuan rasisme tersebut. [dok.]Sabtu (24/8/2019), aktivis Papua dan rakyat Papua Nugini melancarkan demonstrasi damai di Port Moresby, untuk mengecam perlakuan rasisme tersebut. [dok.]

“Sehari sebelumnya, Jumat (23/8), Ketua UPM Jeffeey Bomai dalam tayangan EMTV juga membahas perlakuan rasis terhadap mahasiswa-mahasiswa kamidi Indonesia. Aksi hari ini merupakan kampanye kami,” jelas Sebby.

Powes Parkop, Gubernur Port Moersby, ibu kota Negara Papua Nugini, ikut berorasi dalam aksi memprotes rasisme terhadap mahasiswa Papua di Indonesia, Sabtu (24/8/2019). [dok]Powes Parkop, Gubernur Port Moersby, ibu kota Negara Papua Nugini, ikut berorasi dalam aksi memprotes rasisme terhadap mahasiswa Papua di Indonesia, Sabtu (24/8/2019). [dok]

Sebby juga menanggapi respons pemerintah Indonesia yang menambah kekuatan militer di Tanah Papua setelah aksi protes massal di sejumlah daerah berakhir rusuh pekan ini.

“Oke, kalau respons Indonesia seperti itu, berarti Papua akan cepat merdeka,” tegasnya.

312 Hari Bekerja, Jabar Quick Response Berhasil Menindak 404 Aduan

Suara.com – Butuh bantuan darurat? Jabar Quick Response atau JQR adalah jawaban.

Ya, JQR hadir menjawab urgensi masyarakat Jawa Barat (Jabar) yang butuh penanganan cepat dari pemerintah dalam kondisi darurat. JQR memiliki tujuan besar, yaitu sebagai Gerakan Sosial (Civil Society Movement) sekaligus inovasi atas keseriusan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar untuk memberikan keputusan atau solusi pertolongan pertama (first aid) bagi warga.

Program kemanusiaan ini diluncurkan oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pada 18 September 2018. Di bawah kepemimpinannya, Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– berusaha menghadirkan pemerintahan yang cepat tanggap terhadap curahan hati masyarakat.

“Seperti dalam visi misi kami,  kami ingin negara itu lebih dekat kepada masyarakat,” kata Emil.

Per 31 Juli 2019 alias 312 hari setelah JQR diluncurkan, program tersebut sudah menerima 57.187 aduan, merespons 34.364 aduan, dan berhasil menindak 404 aduan.

Di antaranya, JQR membantu Bani, seorang kakek asal Desa Mandalasari, Kabupaten Garut, yang menjalani perawatan di RS Slamet lewat laporan masuk, yang menyebutkan bahwa Bani tinggal seorang diri dan mengalami stroke.

Masih ingat Nabila “Sepatu”?

Ya, JQR juga ikut membantu bocah asal Kampung Cibodas, Kabupaten Bandung itu. Nabila mendapat sorotan usai video sepatu miliknya diinjak-injak oleh teman-temannya dan viral di media sosial.

Sepatu itu dibeli Nabila dari uangnya sendiri. Gadis cilik yang masih duduk di bangku SD itu tidak tinggal bersama orang tua, dan sejak lama menjadi tumpuan hidup bagi kakek dan neneknya.

Bantuan uang kepada Nabila yang digalang lewat kerja sama dengan pihak swasta itu, 40 persen di antaranya ditujukan untuk biaya pendidikan hingga kuliah dalam bentuk deposito.

Selain Kakek Bani dari Garut dan Nabila dari Bandung, ada juga Anis Suhanah, penderita kanker payudara asal Kabupaten Pangandaran, sebagai aduan terlama yang ditindaklanjuti oleh JQR selama empat bulan pendampingan.

Aduan teranyar yang ditindak hingga 31 Juli lalu adalah kasus Rosita, ibu muda asal Kelurahan Cibereum Kota Cimahi, yang mengidap anemia dan gejala lupus sejak Oktober 2018, dengan tiga orang anak dalam kondisi kurang gizi.

Adapun masalah kesehatan memang menjadi aduan terbanyak yang ditindak oleh JQR hingga 31 Juli 2019. Dari total 404 aduan yang ditindak, 281 merupakan tindakan masalah kesehatan, pendidikan (78 tindakan), rumah darurat roboh (16), jembatan (8), gizi buruk (10), listrik (1), dan bencana (10).

Meski begitu, saat awal peluncuran JQR, banyak masyarakat yang belum mengetahui aduan apa saja yang bisa ditindak oleh JQR.

Menurut Hermansyah, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab JQR, ada tujuh lingkup layanan JQR. Pertama, terkait sakit dan darurat kesehatan.

Berbagai kegiatan Jabar Quick Response (JQR) selama menindak aduan masyarakat, di lingkup kesehatan hingga jembatan darurat. JQR adalah program yang diinisiasi oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Dok : Pemdaprov Jabar)Berbagai kegiatan Jabar Quick Response (JQR) selama menindak aduan masyarakat, di lingkup kesehatan hingga jembatan darurat. JQR adalah program yang diinisiasi oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Dok : Pemdaprov Jabar)

Kedua, putus akses pendidikan; ketiga, kelaparan dan gizi buruk; keempat, rumah tidak layak huni yang mengancam jiwa; kelima, listrik darurat desa isolir; keenam yakni terkait kebencanaan.

“Dan terakhir (ketujuh) adalah lingkup jembatan darurat. Saat pertama kali diluncurkan (pada 18 September), ada 3.000 aduan yang masuk. Masyarakat ingin membuktikan bahwa kami ada,” ucap Hermansyah.

“Sekarang sudah tersaring, karena masyarakat mulai paham bahwa JQR  menangani tujuh kategori aduan. Kalau sudah di (kategori) tujuh itu, masuk langkah kedua, yakni bicara tingkat kedaruratan atau prioritas, bisa dilihat dari letak wilayah atau ekonomi,” tambahnya.

Saat ini, JQR sendiri memiliki hampir 300 relawan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jabar. Harapannya, lanjut Hermansyah, dari 27 kabupaten/kota, setidaknya 13 di antaranya punya unit reaksi cepat agar bersinergi dengan tugas dan fungsi JQR.

Berbagai kegiatan Jabar Quick Response (JQR) selama menindak aduan masyarakat, di lingkup kesehatan hingga jembatan darurat. JQR adalah program yang diinisiasi oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Dok : Pemdaprov Jabar)Berbagai kegiatan Jabar Quick Response (JQR) selama menindak aduan masyarakat, di lingkup kesehatan hingga jembatan darurat. JQR adalah program yang diinisiasi oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Dok : Pemdaprov Jabar)

Adapun bantuan yang diberikan kepada warga yang ditindak merupakan kerja sama dan komitmen JQR bersama Badan Amil Zakat Nasional Jabar hingga perusahaan Eiger dan komunitas crowdfunding (wecare.id).

“Dari perjalanan hampir setahun ini, berikutnya kami ingin kota/kabupaten punya unit yang sama. Selama ini, banyaknya (aduan) dari Sukabumi, Pangandaran, sampai Garut. Kawasan Pantura sedikit,” ucap Hermansyah.

Usai menerima aduan, JQR sendiri bekerja dengan melakukan sistem/tata kelola kategori wilayah dan skala prioritas. Berikutnya, JQR memvalidasi aduan tersebut, untuk selanjutnya melakukan survei dan mengorganisir eksekusi dengan pihak terkait.

Warga Jabar bisa menuliskan aduan melalui situsweb https://jabarqr.id atau melalui hotline dan WhatsApp di nomor 08111357777. Selain itu. bisa juga bisa melalui sosial media @QrJabar (Twitter), @jabarquickresponse (Instagram), dan Facebook Jabar Quick Response.

Teranyar, Gubernur Jabar, mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif 2019 dari Koran Sindo atas inovasinya dalam pelayanan terhadap masyarakat melalui program JQR yang diinisiasi oleh Emil.

Penghargaan diterima oleh Asisten Bidang Administrasi Setda Provinsi Jabar, Dudi Sudradjat Abdurachim, dalam acara penganugerahan Kepala Daerah Inovatif 2019, di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Kamis (22/8/2019).

Serukan NKRI Bersyariah, Habib Rizieq: Agar Tak Tercabik Komunis Kapitalis

Suara.com – HUT FPI ke 21, Habib Rizieq : Wujudkan NKRI bersyariah dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara.

Pentolan FPI Rizieq Shihab meminta organisasinya yang genap berusia ke 21 tahun untuk mewujudkan NKRI bersyariah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan Rizieq Shihab dalam rekaman video yang diputar saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

“FPI harus memantapkan langkah perjuangan untuk merajut persaudaraan dan menjaga bangsa dan negara dengan dakwah dan jihad konstitusional untuk mewujudkan NKRI bersyariah, dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara,” ujar Rizieq.

Rizieq mengingatkan NKRI bersyariah bukanlah NKRI komunis sosialis. NKRI bersyariah juga bukan NKRI liberal kapitalis.

Namun, kata dia, NKRI bersyariah yang mampu menjaga NKRI dan Pancasila agar tidak diterkam komunis sosialis.

“Kenapa harus NKRI bersyariah karena hanya syariah yang mampu melindungi NKRI dan Pancasila agar tidak dicabik-cabik oleh liberal kapitalis,” ucap dia.

Rizieq menekankan, hanya syariah yang mampu melestarikan tauhid Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara Republik Indonesia.

“Kenapa harus NKRI bersyariah karena hanya syariah yang akan mampu melestarikan tauhid ketuhanan Yang maha Esa sebagai dasar negara Republik Indonesia,” tutur Rizieq.

Pasalnya, dia mengklaim, tauhid dan syariah adalah roh NKRI dan Pancasila sejak kemerdekaaan 17 Agustus 1945.

Internet Papua Diblokir, Fahri: Masalah Ditumpuk di Bawah Karpet Istana

Suara.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menuding pemerintahan Presiden Joko Widodo mengalihkan akar masalah yang menyebabkan kerusuhan di Papua.

Hal tersebut dikatakan Fahri dalam akun twitternya @Fahrihamzah pada Sabtu (24/8/2019).

Tudingan Fahri tersebut lantaran pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pemblokiran layanan data di Papua dan Papua Barat.

“Ayo Istana. Jangan bikin rusak suasana. Ngobrol dong. Jangan main blokir saja dan mengalihkan masalah,” tulis Fahri dalam twitternya yang dikutip Suara.com, Sabtu (24/8/2019).

Fahri menuturkan, seharusnya pemerintah mengajak warga Papua berdialog, bukan memperkeruh suasana dengan cara melakukan pemblokiran akses internet.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera menyelesaikan permasalahan kerusuhan yang ada di Papua dan Papua Barat.

“Jangan selesaikan masalah dengan menumpuknya di bawah karpet Istana. Nanti bau busuk bikin rusak suasana,” kata dia.

Untuk diketahui, Rabu, 21 Agustus 2019, lewat Siaran Pers No. 155/HM/KOMINFO/08/2019 tentang Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi, mulai Rabu (21/8/2019) hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal.

Pembatasan tersebut, menurut pihak Kemenkominfo dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya.

Kemenkominfo juga telah melakukan perlambatan (throttling) akses jaringan internet di beberapa wilayah Papua saat terjadi aksi massa pada Senin (19/8/2019).

Sejarawan LIPI: Bung Karno Dulu Urung Pindahkan Ibu Kota karena Asian Games

Suara.com – Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam menyebut wacana pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya, Provinsi  Kalimantan  sudah digagas sejak era Presiden pertama Soekarno.

Asvi menuturkan, Bung Karno tidak hanya mewacanakan pemindahan Ibu Kota, melainkan sudah membuat desain.

Ia mengatakan, Bung Karno semasa berkuasa juga telah meninjau daerah Palangkaraya untuk menindaklajuti rencananya pemindahan ibu kota.

“Bung Karno serius, bukan hanya sekadar mewacanakan, tapi juga membuat desain sederhana, dan Bung Karno datang menindaklanjuti,” ujar Asvi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (24/5/2019).

Namun, pada tahun 1962, wacana pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan batal dikarenakan adanya perhelatan Asian Games.

Indonesia mendapat tawaran menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games, dan tidak bisa ditolak oleh Bung Karno.

“Karena ada tawaran mengadakan Asian Games, oleh karena itu Bung Karno memutuskan tetap di Jakarta,” kata dia.

Menurut Bung Karno, ketika itu Asian Games tidak mungkin diadakan di Palangkaraya. Sebab ketersediaan infrastruktur yang belum memadai.

“Sudah ada skema sederhananya sampai dia ke sana. Tapi Bung Karno berpikir tidak mungkin itu diadakan di ibu kota baru yang sedang dibangun. Makanya waktu itu Jakarta dibangun hotel, Gedung Sarinah, bahkan patung selamat datang di HI untuk ucapan selamat datang,” kata Asvi.

Karena itu, Asvi mengatakan wacana pemindahan ibu kota ke Palangkaraya akhirnya terbengkalai pada era Bung Karno.

Asvi menambahkan, kalau pemerintah kekinian ingin memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan kembali, harus ada faktor pendorong yang besar atau ada urgensi pemindahan tersebut.

“Harus ada pemantiknya kalau pemindahan itu dilakukan. Kalau dulu Yogyakarta dijadikan (ibu kota) karena situasi Indonesia tidak aman, nah, kalau sekarang mesti dilihat pemindahan itu alasan pemicunya apa,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membeberkan alasan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan. Menurutnya, pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan ini untuk mengurangi ketimpangan ekonomi daerah.

Saat ini menurut Jokowi, kegiatan ekonomi hanya terpusat di Pulau Jawa dan Jakarta. Untuk alasan pemerataan ekonomi, maka diputuskan Kalimantan jadi ibu kota baru.

“Selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Karenanya, Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau di luar Jawa,” ujarnya dalam Pidato Nota Keuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Haru! Meninggal Jelang Ujian Skripsi, Mahasiswi UNS Tetap Diwisuda Rektor

Suara.com – Prosesi wisuda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Sabtu (24/8/2019) tak hanya diliputi suasana khidmat, melainkan juga haru.

Seorang mahasiswi, Irza Laila Nur Trisna Winandi (21), tak dapat menghadiri upacara tersebut, sehingga kedua orang tuanyalah yang mewakili, yakni Nurokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum.

Irza Laila belum lama ini meninggal dalam sebuah kecelakaan truk kontainer di Boyolali, menjelang ujian skripsi.

Meski tak sempat melalui ujian tersebut, Rektor UNS Jamal Wiwoho tetap mewisudanya.

Momen mengharukan itu diabadaikan dan diunggah akun Instagram @uns.official setelah wisuda usai digelar.

Duduk bersebelahan di antara para wisudawan, kedua orang tua mendiang Irza Laila tak berhenti mengeluarkan air mata.

Pandangan keduanya terus terpaku ke lantai auditorium, dengan mata yang memerah dan bengkak. Pipinya pun basah.

Orang tua Irza Laila mewakili wisuda anaknya di UNS - (Instagram/@uns.official)Orang tua Irza Laila mewakili wisuda anaknya di UNS – (Instagram/@uns.official)

Begitu nama putrinya dipanggil, mereka maju ke depan, diiringi tepuk tangan semua orang di dalam ruangan dan paduan suara lagu “Gugur Bunga”.

Jamal Wiwoho melingkarkan selempang kelulusan biru muda ke pundak Dwi Yani, yang terus berusaha menyeka air matanya, sama seperti suaminya.

Sang rektor kemudian menyerahkan ijazah berbingkai Irza Laila pada Dwi Yani dan satu jilid skripsinya pada Nurokhman, juga mennyalami keduanya.

Di belakang mereka, beberapa wisudawan tampak tertegun, dan sebagian menyeka matanya dengan tisu, ikut terbawa suasana haru.

Video IGTV @uns.official berdurasi 1 menit 36 detik itu ditutup dengan Jamal Wiwoho berdiri di antara kedua orang tua Irza Laila, membelakangi para wisudawan. Raut wajah ketiganya masih diselimuti duka.

Irza Laila merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PTIK FKIP) UNS.

Truk tronton tabrak Puskesmas di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). (Suara.com/Ari Purnomo)Truk tronton tabrak Puskesmas di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). (Suara.com/Ari Purnomo)

Pada Kamis (25/7/2019) pagi, ia mengantar ibunya ke kantor, yakni Puskesmas Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Sang ibu hendak meminta izin atasannya untuk mendampingi Irza Laila mengikuti ujian skripsi, yang dijadwalkan pada hari itu pukul 13.00 WIB.

Saat itu tiba-tiba truk kntainer menabrak puskesmas dan menewaskan Irza Laila, warga Karanggeneng, Boyolali.

Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh Satlantas Polres Boyolali diketahui bahwa truk bernomor polisi H 1975 BH yang dikemudikan Solcan (38) itu mengalami masalah kendala.

Truk tersebut, yang bermuatan kapas seberat 28 ton, mengalami gagal fungsi rem, sehingga tidak bisa dikendalikan dan menabrak bangunan puskesmas.

Solcan kemudian juga menjalani tes urine dan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Merdeka dari Indonesia, Ramos Horta: Timor Leste Kini Sangat Damai

Suara.com – Rakyat Papua kekinian meminta hak menentukan nasib sendiri, untuk merdeka dari Indonesia dan menjadi negara berdaulat.

Upaya kemerdekaan Papua tersebut dinisiasi oleh Organisasi Papua Merdeka dan sayap militernya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Sebelum Papua, Timor Leste adalah contoh negara berdaulat setelah merdeka dari Indonesia melalui perjuangan bersenjata dan dilanjutkan dengan referendum tahun 1999.

Lantas, bagaiamana Timor Leste kekinian setelah dulu pernah dijadikan Provinsi Timor Timur oleh Indonesia?

Mantan Presiden Timor Leste sekaligus penerima hadiah Novel Perdamaian tahun 1996, José Manuel Ramos-Horta, saat berbincang dengan Deutsche Welle, mengungkapkan negerinya kekinian sangat damai.

”Timor Leste  kini sangat damai. Tidak ada kekerasan politik, sama sekali nol. Negara ini sangat damai dalam hal tersebut. Bahkan tingkat kriminalitas biasa pun sangat rendah. Tidak ada kejahatan terorganisir,” kata Ramos Horta seperti dikutip dari DW Indonesia, Sabtu (24/8/2019).

Namun, Ramos Horta mengakui Timor Leste tengah bergelut untuk menuntaskan kemiskinan serta kekurangan gizi.

”Kami belum berhasil di bidang ketahanan pangan, tetapi negara ini berkembang sangat pesat dalam 15 tahun terakhir. Sekarang aliran listrik di negara kami  24 jam,” tuturnya.

Tak hanya itu, kemajuan Timor Leste kekinian juga adalah akan menikmati konektivitas abad ke-21 seperti negara-negara lain.

”Dalam waktu dekat kami akan memiliki kabel bawah laut yang didatangkan dari Australia untuk meningkatkan konektivitas. Kami akan menikmati konektivitas abad ke-21. Kami telah memiliki cyber optic di seluruh negeri, sekarang tinggal menunggu kabel bawah laut,” jelas Ramos Horta.

Prestasi Timor Leste setelah lepas dari Indonesia juga tercetak pada bidang kesehatan. Berdasarkan penelitian WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) tahun 2018, Timor Leste tak lagi ada kasus malaria.

”Jadi kami sudah mencapai target pengentasan penyakit malaria, yang selama berabad-abad membunuh begitu banyak orang,” katanya.

Jumlah dokter di Timor Leste juga berkembang pesat seiring banyaknya pemuda-pemudi mereka yang serius belajar Ilmu Kedokteran.

Pada tahun 2002, kata dia, Timor Leste hanya memiliki 19 dokter. ”Sekarang kami memiliki lebih dari 1.000 dokter.”

Dalam bidang politik, Ramos Horta juga merasa bangga karena sudah menerapkan sistem demokratis.

”Terkadang ada ketegangan di parlemen, antara parlemen dan presiden, pemerintah dan presiden, demikian sebaliknya, tetapi itulah demokrasi.”

Ramos Horta menuturkan, demokrasi di Timor Leste sangat dinamis, dan lembaga-lembaga masyarakat sipil sangat aktif.

”Kami memiliki banyak media massa, media sosial merajalela, kami tidak mencoba mengendalikan disiplin ilmu atau menyensor media sosial. Di lain sisi, mayoritas Timor Leste adalah Katolik, yakni 98 persen, ada juga minoritas Protestan dan komunitas Muslim, dan ketiga agama ini hidup berdampingan secara damai.”

Soal hubungan dengan Indonesia, Ramos Horta menuturkan diplomasi kedua negara berjalan baik.

”Iinkan saya memberi tahu Anda, tidak ada dua negara di Asia yang memiliki hubungan yang lebih baik daripada Timor Leste dan Indonesia. Ini bukan hanya sekadar hubungan resmi, antara pemimpin, tetapi bahkan orang ke orang,” tuturnya.

Ia memisalkan, mahasiswa Timor Leste banyak yang sekolah di Indonesia. ”Jika Anda melihat statistik imigrasi Indonesia, puluhan ribu orang dari Timor Leste pergi ke Indonesia, setiap bulannya. Jika Anda pergi ke Timor Leste, Anda juga akan melihat ribuan orang Indonesia, bekerja dan tinggal di sana.”

”Kami mengimpor 70 persen barang kami dari Indonesia. Itu adalah hubungan yang baik dan ini juga tak lepas dari keberhasilan kepemimpinan politik kita. Kami mempromosikan rekonsiliasi di antara orang-orang Timor Leste, yang terbagi di masa lalu. Kemudian normalisasi dan rekonsiliasi dengan Indonesia,” ungkapnya.

CEK FAKTA: Viral Bocah Gerak Tak Terkontrol karena Kecanduan Game Online?

Suara.com – Seorang bocah laki-laki di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dikabarkan mengalami gangguan saraf karena kecanduan main game online.

Kaki, tangan, dan lehernya terlihat bergerak-gerak tak terkendali di sebuah video yang kini viral.

Halaman Facebook Bospedia.com, yang mengunggah videonya, kemudian menambahkan imbauan untuk menggunakan smartphone dengan bijak.

Video yang diunggah pada pada Kamis (22/8/2019) itu lantas viral dan membuat sebagian besar warganet khawatir.

Namun, benarkah gangguan yang dialami bocah itu disebabkan oleh game?

Penjelasan

Ketua Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO) Muhammad Jawy menjelaskan bahwa bocah itu sedang berada di puskesmas saat direkam hingga videonya viral.

Di halaman Facebook-nya, Sabtu (24/8/2019), ia juga menyertakan foto surat pernyataan dari Puskesmas Dukun terkait kondisi bocah tersebut.

Ada tiga poin klarifikasi dari pihak puskesmas yang tertera di surat pernyataan tersebut.

Disebutkan bahwa dokter puskesmas tak mengetahui adanya pengambilan gambar ketika bocah itu menunggu untuk diperiksa.

Selain itu, pihak puskesmas membantah telah mendiagnosis bocah itu dengan gangguan akibat game onlie. Maka dari itu, mereka meminta masyarakat utnuk berhenti menyebarkan videonya.

Klarifikasi tentang pasien di Magelang yang disebut kecanduan game - (Facebook/Muhammad Jawy)Klarifikasi tentang pasien di Magelang yang disebut kecanduan game – (Facebook/Muhammad Jawy)

“1. Pada saat kejadian perekaman pihak dokter puskesmas tidak mengetahui kalau ada perekaman video.

2. Pihak puskesmas tidak pernah memberikan rujukan dengan diagnosis akibat game online.

3. Kami dari puskesmas memohon kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan lagi video tersebu, karena akan berpengaruh kepada psikologi anak tersbut,” bunyi pernyataan pada surat itu, yang ditandangani oleh Kepala Puskesmas DUkun dr Didik Guntur Saputra.

Di samping itu, pihak keluarga juga telah menyatakan hal serupa, diwakili oleh kakak sepupu pasien, yang menggunakan akun Facebook Shifara Branded Kids.

Ia menjelaskan, Jumat (23/8/2019), adik sepupunya telah ditangani oleh dokter spesiali. Kondisi kejiwaannya pun normal setelah dicek.

Hasil pemeriksaan pun mengatakan bahwa pasien mengalami gangguan yang bukan disebabkan oleh kecanduan game online.

“Dokter menyatakan adik saya ini sakit ‘HEMIBALLISMUS’. Singkat penjelasan dokter, Hemiballismus adalah infeksi bakteri yang menyerang sistem saraf, akibatnya menimbulkan gerakan di tangan dan kakinya tanpa bisa dikendalikan,” tulis Shifara Branded Kids.

Klarifikasi tentang pasien di Magelang yang disebut kecanduan game - (Facebook/Shifara Branded Kids)Klarifikasi tentang pasien di Magelang yang disebut kecanduan game – (Facebook/Shifara Branded Kids)

Berdasarkan tangakapan layar obrolan di WhatsApp yang ia sertakan, infeksi bakteri yang menyerang pasien dipicu oleh demam dan sering telat makan.

Dirinya juga menerangkan bahwa adiknya ternyata direkam oleh petugas puskesmas tanpa izin dari pihak keluarga saat menunggu untuk diperiksa.

“(Perekam video) mengklaim kalau adik saya itu sakit penyebabnya adalah game online (seperti keterangan wawancara di video tersebut). Itu pun sebelum kami memeriksakan adik saya kepada dokter di bidangnya. Belum ada diagnosis apa pun dari dokter…” imbuhnya.

Kesimpulan

Meskipun terlalu sering bermain game online tidak baik bagi kesehatan, tetapi gangguan yang dialami bocah di video viral itu bukan disebabkan oleh game online.

Maka dari itu, keterangan yang menyebut bahwa tubuh bocah itu bergerak-gerak tak terkendali karena kecanduan game online adalah hoaks alias berita bohong.

Rizieq Shihab Sebut Jokowi Presiden Ilegal?

Suara.com – Pentolan FPI Rizieq Shihab mengatakan presiden terpilih yang bakal dilantik Oktober 2019 nanti merupakan presiden ilegal.

Untuk diketahui, presiden terpilih hasil Pilpres 2019 adalah Jokowi. Dia dan Wapres terpilih Maruf Amin akan dilantik Oktober 2019.

Bahkan, ketika mengatakan presiden ilegal, Rizieq Shihab mengucapkannya dua kali sebagai tanda penegasan atas pernyataannya tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Rizieq Shihab dalam rekaman video yang diputar saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

Awalnya, Rizieq menuding pemerintah Indonesia yang mencekal dirinya sehingga tidak bisa pulang dari Arab Saudi ke Indonesia.

Bahkan, menurut Rizieq, pemerintah Indonesia terus mengirimkan surat agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden terpilih Oktober 2019.

“…bahkan rezim zalim Indonesia masih terus meminta kepada Kerajaan Saudi Arabia agar mencekal saya hingga pelantikan presiden ilegal pada Oktober 2019 yang akan datang…” ujar Rizieq.

Ujaran yang menyebut presiden terpilih dari pemilu 2019 merupakan presiden ilegal diulang kembali oleh Rizieq Shihab untuk penegasan.

Sebutan Rizieq untuk presiden terpilih beralasan. Menurut dia, presiden hasil Pilpres 2019 merupakan ilegal karena hasil kecurangan dan zalim.

“…ya saya sebut presiden yang akan datang yang akan dilantik pada bulan oktober 2019 adalah presiden ilegal karena hasil dari pilpres curang dan zalim…” kata Rizieq Shihab.

Sandiaga Minta Referendum, Eks Jubir Jokowi: Ngapain sih Kurang Kerjaan

Suara.com – Arya Sinulingga, Founder Bhinneka Institute yang juga eks Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf, tak setuju terhadap usulan eks Cawapres Sandiaga Uno yang bilang pemindahan ibu kota negara harus melalui referendum.

Arya menuturkan tidak ada keterkaitan pemindahan ibu kota yang harus melalui referendum.

“Enggak ada hubungan (pemindahan ibu kota) dengan referendum. Referendum itu ada ketentuannya. Jadi Mas Sandi juga lihat apakah ada konstitusi kita yang mengatakan pemindahan Ibu Kota harus referendum, kalau enggak ada, ngapain kurang kerjaan gitu,” ujar Arya di D’Consulate, Menteng, Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Karena itu, politikus Partai Perindo itu menilai referendum pemindahan Ibu Kota tak perlu dilakukan. Ia mengajak masyarakat tidak hanya berfokus pembangunan di Pulau Jawa atau Jawa Sentris, namun Indonesia sentris.

“Jadi kita kurang kerjaan kalau sampai bikin yang enggak perlu. Lagian ayolah kita bergeser dari Jawa sentris ke Indonesia gitu. Kan kita senang, siapa sih yang enggak senang pindah Ibu kota baru,” tuturnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno meminta Presiden Joko Widodo untuk lebih banyak melibatkan warga melalui referendum terkait wacana pemindahan ibu kota. Sebab, Sandiaga merasa masyarakat kurang dilibatkan.

Menurut Sandiaga, diskusi mengenai pemindahan ibu kota harus dilakukan bersama-sama rakyat agar kemauan rakyat didengar dan menjadi keputusan bersama.

“Kalau saya melihatnya karena ini sangat strategis buat referendum, sampaikan seluruh warga Indonesia setuju enggak pindahkan ibu kota? Sehingga kita jadi bagian dari pengambilan keputusan tersebut,” kata Sandiaga saat ditemui di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Melalui referendum itu, Sandiaga menilai pemerintah bisa mengetahui secara rinci apa saja dampak yang akan dirasakan masyarakat.

“Dampak kepada dunia usaha seperti apa, dampak kepada lingkungan hidup seperti apa itu harus bisa kita betul pahami semua,” katanya.

Wacana Pindah Ibu Kota Sejak Era Soekarno, Baru Jokowi yang Berani Eksekusi

Suara.com – Founder Bhinneka Institute, Arya Sinulingga menyebut wacana pemindahan Ibu Kota sudah ada sejak era Presiden Soekarno.

Bahkan kajian pemindahan Ibu Kota kata Arya sudah lama ada di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Kajian mengenai pemindahan Ibu Kota itu sudah dari dulu banyak banget, yang namanya Bung Karno sudah bikin kajian juga. Di Bappenas kalau kita buka buku mengenai hasil kajian, banyaknya bukan main,” ujar Arya dalam Polemik bertajuk ‘Gundah Ibu Kota Dipindah’ di Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019).

Ruang Terbuka Hijau Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)Ruang Terbuka Hijau Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

Namun kata Arya, meski berkas hasil kajian yang hingga kini belum direalisasikan berjumlah sangat banyak, sehingga belum ada yang berani mengeksekusi hasil kajian pemindahan Ibu Kota tersebut.

“Tapi tidak ada yang berani untuk mengeksekusi itu, banyak pertimbangan mengeksekusi, pertimbangan A dan sebagainya, padahal kajiannya lengkap. Jadi lebih kepada pertimbangan politik dan pertimbangan emosional, sedang teknisnya sudah siapa, teman-teman di (Kementerian) Dalam Negeri sudah siap, yakin saya. Bappenas soal teknis sudah siap,” kata dia.

Karena itu, mantan Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf itu mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi untuk mengeksekusi wacana pemindahan Ibu Kota. Pemindahan Ibu Kota kata Arya juga sudah disampaikan kepada DPR saat pidato kenegaraan

“Masalah pemimpin saja. Kalau pemimpin kan sudah kelihatan, kemarin pak Jokowi sudah minta izin kok tanggal 16 di DPR saat pidato kenegaraan tinggal digas. Kalau saya orang Medan mengatakan, harus gas habis supaya kami orang-orang di luar Jawa jangan semua ke Jawa. artinya uang ada disini semua (ibukota baru),” tandasnya.

Ibu Guru SMA Ditangkap Polisi, Perkosa Siswa Laki-laki

Suara.com – Seorang guru Biologi sekolah menengah di Kentucky, Amerika Serikat, ditangkap karena berhubungan seks dengan seorang bocah lelaki berusia 15 tahun di mobilnya dan di rumahnya selama liburan musim panas, kata pihak berwenang.

Kendall Burk, 23, telah dikeluarkan dari Sekolah Menengah Grant County di Dry Ridge, setelah didakwa dengan empat tuduhan pemerkosaan dan sodomi karena dugaan hubungan seksual di luar sekolah dengan seorang siswa laki-laki, demikian WLWT melaporkan.

Pejabat SMA Grant County melaporkan Burk ke wakil sumber daya sekolah tentang “Kemungkinan hubungan yang tidak pantas” dengan seorang siswa pada hari Rabu(21/8/2019), kata pejabat sheriff Kentucky dalam rilis berita.

“Meskipun peristiwa-peristiwa ini, tentu saja, membuat kami sedih, prioritas pertama kami adalah melindungi keselamatan siswa,” kata pengawas sekolah Matthew Morgan kepada WLWT.

“Kami menyampaikan penghargaan kami kepada mereka yang bekerja bersama kami hingga saat ini.”

Kendall Burk. [New York Post]Kendall Burk. [New York Post]

Salah satu mantan siswa Burk mengatakan berita penangkapannya adalah topik pembicaraan di kota dengan 2.200 penduduk tersebut.

“Semua orang membicarakannya,” kata siswa Carson Deitz mengatakan kepada stasiun.

Burk, yang telah dibebaskan dari tahanan setelah mengajukan jaminan USD 25.000, kekinian menjadi tahanan rumah.

Dia juga diperintahkan hakim untuk tidak memiliki kontak dengan korban yang diduga atau anak di bawah umur lainnya.

Habib Rizieq: Saya Dicekal dan Kena Overstay di Arab Saudi

Suara.com – Pentolan FPI Rizieq Shihab kembali mengirimkan tudingan kepada pemerintah Indonesia. Kali ini, Rizieq menuding pemerintah mengintervensi Kerajaan Arab Saudi untuk mempersulit kehidupan dirinya dan keluarga di Mekkah.

Tudingan itu dilontarkan Rizieq melalui pesan video yang disiarkan dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8/2019). Video itu sendiri dibuat untuk memeriahkan HUT ke-21 FPI yang digelar di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.

“Fakta pemerintah Saudi selama ini hanya terpaksa mencekal saya. Itu untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia – Saudi, sekaligus memberi keamanan kepada saya dan keluarga,” kata Rizieq.

Ia mengklaim, sudah mendapat surat cekal dari Kerajaan Arab Saudi. Tapi, dalam surat cekal itu ditulis alasannya adalah keamanan.

“Jadi karena alasan keamanan, bukan pelanggaran keimigrasian, baik perdata maupun pidana di Saudi,” tukasnya.

Meski dicekal, Rizieq mengklaim dia dan keluarganya hidup baik-baik saja selama 2,5 tahun terakhir di Mekkah.

“Walau 2,5 tahun ini saya overstay dan dicekal, Saudi tak pernah mengganggu saya ataupun keluarga,” klaimnya lagi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan tidak ada upaya pencekalan dari pemerintah terkait kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Wiranto menegaskan, Rizieq Shihab tidak bisa pulang lantaran terkait kasus hukum izin tinggal di Arab Saudi yang melebihi batas atau overstay.

“Kalau ada berita-berita yang bersangkutan ditangkal untuk masuk ke Indonesia, tidak ada. Yang bersangkutan direkayasa untuk tidak kembali ke Indonesia, tidak ada,” kata Wiranto di Gedung Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Menurut Wiranto, Rizieq Shihab tertahan dan tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran tersangkut kasus hukum di pemerintahan Arab Saudi karena izin tinggalnya yang melebihi batas atau overstay.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah meminta pertanggungjawaban kepada Rizieq Shihab untuk membayar denda sebesar Rp 110 juta.

“Yang bersangkutan masih menghadapi problem pribadi dengan tinggalnya di Arab Saudi yang melebihi batas waktu overstay. Sehingga ada tuntutan pemerintah di sana pada pribadi yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan overstay-nya itu,” ujar Wiranto.

Blak-blakan Rizieq Shihab soal Statusnya di Makkah, Sebut Rezim Pengecut

Suara.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) blak-blakan soal status domisilinya di Makkah, Arab Saudi dan alasan tak kunjung pulang.

‘Curhat’ itu disampaikan Rizieq Shihab dalam rekaman video yang diputar saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

Rizieq menegaskan bahwa dirinya dicekal oleh Pemerintah Indonesia agar tidak bisa pulang ke Tanah Air. Selama 1 tahun lebih, Rizieq mengaku berjuang untuk mencabut pencekalan itu.

“…kepada para habaib dan ulama serta umat Islam di mana pun berada, saya meminta dengan sangat, dari lubuk hati paling dalam, dengan tulus ikhlas dan penuh harapan, tolong doakan saya sekeluarga yang sudah 1 tahun lebih berjuang mencabut pencekalan saya di Saudi Arabia agar bisa pulang ke Tanah Air untuk kembali bergabung bersama rakyat bangsa Indonesia melawan segala bentuk kezaliman dan kecurangan…” tutur Rizieq Shihab.

Kata Rizieq Shihab, Pemerintah Indonesia mengirimkan surat permintaan kepada Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal dan tidak diizinkan keluar dari negara tersebut.

“…sudah satu tahun lebih, rezim zalim dan curang serta culas dan licik di Indonesia mengirim notice permintaan kepada Kerajaan Saudi Arabia agar saya dicekal dan tidak diizinkan keluar dari Saudi Arabia…” ujar Rizieq Shihab.

Alasannya, menurut Rizieq Shihab, rezim di Indonesia pengecut dan takut. Kata Rizieq, jika dirinya pulang sebelum pemilihan presiden 2019, bisa menggagalkan segala kecurangan pemilu.

“…karena rezim zalim Indonesia ini pengecut dan takut, jika saya pulang sebelum pilpres 2019 yang lalu bisa menggagalkan segala kecurangan pemilu yang sudah mereka rencanakan dan siapkan dari jauh-jauh hari…” kata Rizieq.

Menurut Rizieq, akibat dari ‘permainan intelijen’ Indonesia, statusnya kini menjadi overstay gara-gara masa berlaku visanya kedaluwarsa.

“…akibat dari permainan intelijen busuk pemerintah Indonesia tersebut, maka status saya kini menjadi overstay karena masa berlaku visa habis akibat pencekalan sejak setahun lebih…” terang Rizieq.

Pun Rizieq mengatakan pemerintah Indonesia hingga kini terus meminta Kerajaan Arab Saudi agar mencekal dirinya hingga pelantikan presiden Oktober 2019.

“…bahkan rezim zalim Indonesia masih terus meminta kepada Kerajaan Saudi Arabia agar mencekal saya hingga pelantikan presiden ilegal pada Oktober 2019 yang akan datang…” ujar Rizieq.

Rizieq Shihab: Anggota BPIP Tak Paham Pancasila, Pemborosan dan Berbahaya!

Suara.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengkritik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan menilai ada bahaya di baliknya.

Kritik disampaikan Rizieq dalam rekaman yang diputar saat milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

Rekaman tersebut juga diunggah ke channel Youtube, Al-Islam Media dengan tajuk ‘Siaran Langsung Milad FPI ke-21 dari Stadion Rawabadak Jakarta Utara’.

Berawal ketika Rizieq Shihab menilai ada pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara. Salah satunya oleh BPIP.

“Pancasila yang berintikan Ketuhanan yang Maha Esa adalah dasar negara RI, bukan pilar negara,” ujar Rizieq Shihab bicara dari Mekkah, Arab Saudi.

Rizieq menyebut rezim kekinian yang dinilai telah tidak paham Pancasila telah membentuk BPIP. Kata Rizieq, anggotanya tidak paham esensi Pancasila.

“…lebih parah lagi, rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP dengan anggota yang tidak paham esensi Pancasila…” terang Rizieq.

Pun Rizieq mengatakan mereka digaji lebih dari Rp 100 juta per bulan per anggota hanya untuk menonton dagelan pengkhianatan terhadap Pancasila.

“…tapi (mereka) digaji lebih dari 100 juta rupiah per bulan tiap anggota hanya untuk menonton dagelan pengkhianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara…” ujar Rizieq Shihab.

Dalam pidatonya, Rizieq menyebut badan tersebut mesti dibubarkan karena pemborosan uang negara dan berbahaya bagi eksistensi Pancasila.

“Karenanya, jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP sebagai Badan Pengkhianat Ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan karena bukan pemborosan uang negara tapi sangat berbahaya bagi eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia,” tutur Rizieq.

Thus, Rizieq menyerukan kepada para anggota FPI untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara, dan menolak menjadi Pancasila sebagai pilar negara.

“Karena itu, saya serukan kepada segenap mujahid FPI dan seluruh pejuang NKRI, saya serukan ayo pertahankan Pancasila sebagai dasar negar, jangan pernah mau jadikan Pancasila sebagai pilar negara,” kata Rizieq.

Rizieq melanjutkan, “Hati-hati! Dasar negara adalah pondasi yang tidak mudah dibongkar, sedangkan pilar negara hanya sekadar tiang yang mudah dirobohkan.”

Viral Ular Berkaki di Sidrap Dikaitkan Kiamat, Ini Kata Panji Petualang

Suara.com – Penampakan seeokor hewan yang mirip ular, dengan empat kaki, membuat geger media sosial.

Tampaknya tak banyak orang yang pernah melihat hewan itu secara langsung, sehingga videonya, yang dibagikan akun Instagram @makassar_iinfo, Jumat (23/8/2019), seketika viral.

Menurut keterangan yang disertakan, pengambilan gambar ular kecil berkaki empat itu berlokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Hewan mirip ular itu berwarna abu-abu, menyerupai tanah berpasir di bawahnya. Ukurannya kecil dan agak panjang.

Di dekat kepalanya terdapat sepasang kaki, begitu juga di tengah tubuhnya yang lebih dekat dengan kepala.

Akun @makassar_iinfo menyebut hewan itu sebagai dabbah, yang lantas dihubungkan dengan kiamat.

“Hewan Dabbah ditemukan malam tadi di Kab Sidrap SulSel… Ternyata dalam Islam sudah ada penjelasannya mengenai hewan ini… Apakah tanda hari kiamat sudah mulai dekat???” tulisnya.

Kadal ular - (Instagram/@panjipetualang_real)Kadal ular – (Instagram/@panjipetualang_real)

Namun, pernyataan tersebut ditepis oleh Panji Petualang lewat akun resmi Instagram-nya, @panjipetualang_real.

Pegiat alam yang dikenal lewat tayangan satwa itu membagikan kembali unggahan @makassar_iinfo beserta caption-nya. Ia juga menambahkan klarifikasi dari dirinya.

Panji Petualang membantah bahwa hewan di video viral itu adalah dabbah. Menurut keterangannya, hewan itu disebut kadal ular, yang memiliki nama Latin Lygosoma quadrupes.

“Bukan Dabbah. Masa dabbah segede lidi,” canda Panji Petualang.

Di mesin pencarian Google sendiri sudah banyak penampakan hewan serupa setelah diketikkan ‘kadal ular’ atau ‘Lygosoma quadrupes’ sebagai kata kunci.

Kasatpol PP dan Pejabat BNN Riau Ribut di Tempat Hiburan Malam

Suara.com – Grand Dragon Pub dan KTV, hiburan malam di Pekanbaru, Riau, menjadi saksi perseteruan antara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Agus Pramono dengan Kepala Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Kombes Pol Iwan Eka Putra, Jumat (23/8) dini hari.

Kepala Satpol PP Agus Pramono menceritakan, sudah beberapa pekan terakhir lembaga penegak peraturan daerah tersebut melakukan razia di tempat hiburan malam.

Ditambah lagi, ia menerima laporan banyak hiburan malam disinyalir menjadi tempat jual beli narkoba di Pekanbaru sebagai Kota Madani. Anggota Satpol PP, tuturnya, sudah bergerak sejak Kamis malam, 22 Agustus 2019.

Setibanya di Grand Dragon Pub dan KTV, di Jalan Kuantan III, Pekanbaru, Kombes Iwan Eka Putra berpakaian kaos warna biru dan berkaca mata baru saja keluar lift dari lantai atas.

 Lift Grand Dragon Pub dan KTV itu berada di pojok antara tangga dan meja resepsionis. Lift tersebut merupakan akses menuju fasilitas karaoke di bagian lain dari Hotel New Hollywood.

Iwan sempat menanyakan keberadaan Satpol PP di Grand Dragon. Berawal dari situ, diduga cekcok Iwan dan Agus Pramono terjadi.

Sebelum menjabat sebagai Kasatpol PP, Agus pernah menjabat Kepala Staf Korem (Kasrem) 031/Wira Bima menaungi seluruh Provinsi Riau dengan pangkat Letkol Inf.

Kasatpol PP Riau merupakan lulusan Akabri 1987, satu angkatan dengan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Ada insiden kecil. Mungkin tadi dari BNN ya. Kalau tidak salah itu Kombes Iwan Eka Putra, kalau tidak salah. Ada beri informasi bersangkutan adalah Kombes Iwan Eka Putra dari BNN, Kabid Penindakan,” kata Agus Pramono seperti diberitakan Riauonline.co.id—jaringan Suara.com, Sabtu (24/8/2019).

Ia menceritakan, awal keributan terjadi saat dirinya sedang berkoordinasi dengan pengelola Grand Dragon terkait surat izin di lobi. Saat bersama, Iwan keluar dari lift dan menanyakan mengapa ada penertiban.

 “Kenapa terjadi keributan itu, dikarenakan dia nanya. Saya sedang koordinasi dengan pengelola tentang surat-surat (izin) Grand Dragon. Ia keluar dari lift menyampaikan, ada apa penertiban-penertiban. Kan tak apa-apa kita lakukan penertiban, kata saya. Kamu siapa? lho saya Satpol PP. Ngapain kalian penertiban-penertiban, kata dia,” kata Agus mengulang percakapan mereka kepada wartawan.

 Ia tidak bisa terima perlakuan Iwan seolah-olah mengganggu Satpol PP melakukan tugas. Harusnya, kata Agus, Iwan berada di pihak sama dalam penegakan peraturan.

 “Saya tidak terima dengan perlakuan orang seperti itu. Harusnya dia BNN beserta saya. Suatu saat mungkin bisa saja koordinasi dengan BNN melakukan penertiban. Tapi malam ini sangat tidak terpuji ya dari Kombes Iwan Eka Putra,” kata Agus.

Sementara itu, Kombes Iwan mengakui orang yang terlibat cekcok dengan Agus adalah dirinya. Ia ke Dragon bukan dalam rangka hiburan karaoke.

“Begini, pertama masalah saya dengan Pak Agus sudah selesai, hanya salah paham. Awalnya, saya dari atas, turun lewat lift. Kemudian mau keluar, terus saya ditanya siapa dan mau dibawa. Saya tanya kenapa saya mau dibawa, dalam rangka apa. Karena saat itu saya juga sedang bertugas, mau menangkap orang yang akan transaksi narkoba di depan pintu Dragon,” kata Iwan.

Saat ditanya kenapa Iwan tidak pergi menghindari Satpol PP, Iwan mengatakan, ia mau dibawa dan tidak bersedia.

Sebab, kata Iwan, dirinya sedang mengatur siasat menangkap seseorang disinyalir akan transaksi narkoba di Grand Dragon.

Kasus Unik, Istri Minta Cerai Gara-gara Sang Suami Cinta Mati

Suara.com – Bukannya bahagia, seorang wanita di Uni Emirat Arab malah ingin bercerai gara-gara sang suami terlalu mencintainya.

Wanita yang tak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa sang suami rajin memasak, bersih-bersih rumah, menyapu, dan sangat mencintainya.

Namun, ia malah merasa tercekik oleh kasih sayang suaminya dan kini ingin bercerai.

Wanita itu meminta cerai dari suaminya di pengadilan Syariah di Fujairah, karena merasa terbebani dengan cinta yang terlalu besar dari suami.

“Dia tidak pernah meneriakiku atau mengecewakanku,” kata wanita itu di pengadilan, dikutip SUARA.com dari The Khaleej Times, Jumat (23/8/2019).

“Aku tercekik oleh cinta dan kasih sayang yang ekstrem itu. Dia bahkan membantuku membersihkan rumah,” imbuhnya.

Pria itu juga terkadang memasak untuk istrinya, dan selama setahun pernikahan, tak pernah ada pertengkaran di antara mereka.

Meski begitu, sang istri justru mengeluh bahwa hidupnya berubah menjadi “neraka” karena sang suami begitu baik padanya.

“Aku rindu bertengkar seharian, tetapi tampaknya itu mustahil untuk suamiku yang romantis, selalu memaafkanku, dan menghujani aku dengan hadiah,” ujarnya. “Aku butuh diskusi yang nyata, bahkan cekcok, bukan kehidupan yang bebas dari kerepotan seperti ini.”

Sementara itu, suaminya mengatakan, dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Aku ingin menjadi suami yang sempurna dan baik,” ungkapnya. Ia pun menceritakan pengalaman tak terlupakan dengan istrinya.

Suatu hari berat badan pria itu pernah dikeluhkan oleh istrinya, sehingga dia menjalani diet ketat dan berolahraga untuk kembali bugar. Namun, ia malah menderita patah tulang di kakinya setelah itu.

Dirinya lantas meminta pengadilan untuk menyarankan istrinya agar mencabut laporan kasus ini.

“Tidak adil untuk menilai pernikahan hanya dari tahun pertama, dan semua orang belajar dari kesalahan mereka,” kata pria itu.

Pengadilan kemudian memerintahkan penangguhan kasus untuk memberi kesempatan rekonsiliasi bagi pasutri tersebut.

Dilarang Naik Pesawat, Penumpang Mabuk Tonjok Pilot

Suara.com – Penumpang pesawat mabuk kembali berulah. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di maskapai Frontier Airlines saat penerbangan dari bandara Las Vegas.

Dilaporkan Fox News, penumpang laki-laki yang namanya belum diidentifikasi tersebut hendak naik ke pesawat dalam kondisi mabuk.

Namun, lantaran awak kabin menganggap jika penumpang mabuk tersebut dapat membahayakan keamanan, maka mereka pun memutuskan untuk melarangnya terbang.

Sayang, penumpang laki-laki ini tidak terima karena dilarang terbang. Malah, penumpang ini sempat beradu argumen dengan awak kabin sampai pilot menengahi.

Saat itulah, penumpang ini marah dan menyerang pilot. Dikabarkan, pria mabuk ini sempat meninju sang pilot dua kali.

Seorang ayah berusia 26 tahun di AS tonjok bayi berusia 1 bulan hingga tewas. Ilustrasi kepalan tangan. [Shutterstock]Ilustrasi kepalan tangan. [Shutterstock]

Akibat insiden ini, polisi pun dipanggil ke McCarran International Airport demi mengamankan pria mabuk tadi.

Maskapai Frontier Airlines sendiri sudah mengonfirmasi kejadian tersebut dan kini sedang bekerja sama dengan kepolisian Las Vegas.

Di sisi lain, sang pilot yang ditinju dua kali menolak perawatan medis.

“Frontier Airline bekerja sama dengan penegak hukum lokal setelah insiden di McCarran International Airport pada Rabu siang ketika seorang penumpang melakukan kekerasan pada pilot di gerbang penerbangan,” ujar Frontier Airlines.

“Pilot yang terlibat tidak membutuhkan perawatan medis dan kami ingin mengakui profesionalitas tim kami pada kesempatan ini. Melindungi keamanan pegawai dan penumpang adalah prioritas utama kami.”

Seminggu Jelang Pesta Pernikahan, Perwira TNI Meninggal Tertabrak KA

Suara.com – Tabrakan antara mobil dan kereta api baru saja terjadi di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2019) dini hari.

Kecelakaan tersebut merenggut nyawa seorang korban yang berada di dalam mobil. Ia adalah anggota TNI AD berusia 26 tahun, Lettu Inf Angga Pradipta Adhyaksa Putra.

Menurut rilis yang telah tersebar di media sosial, malam itu Lettu Angga sedang bersama ayahnya, Wasto Haryo Susanto.

Mobil mereka dikabarkan melaju dari arah selatan ke utara, melewati rel kereta api yang tak dilengkapi dengan palang.

Di saat yang bersamaan, kereta api barang yang mengangkut semen melintas. Kendaraan Lettu Angga lantas tertabrak kereta tersebut.

Kecelakaan mobil dan kereta api di Cilacap - (Facebook/Ardiyna Alfath Fayra)Kecelakaan mobil dan kereta api di Cilacap – (Facebook/Ardiyna Alfath Fayra)

Dirinya meninggal saat itu juga di lokasi kejadian, sementara ayahnya dalam keadaan kritis dan telah dilarikan ke RSUD Cilacap.

Kepergian Lettu Angga tak ayal meninggalkan duka bagi banyak orang.

Terlebih istrinya, Diar Kusuma Dewi, tak lama lagi, yakni pada Sabtu (31/8/2019), hendak melangsungkan resepsi pernikahan dengan Lettu Angga, diawali upacara pedang pora.

Undangan pesta pernikahan itu diunggah ke Facebook oleh Ardiyna Alfath Fayra, bersama dengan foto kondisi mobil Lettu Angga setelah tertabrak kereta, yang ringsek di seluruh bagian.

Berita duka ini juga diumumkan oleh SMA Taruna Nusantara melalui halaman resmi Facebook mereka.

“Telah meninggal dunia Lettu Inf Angga Pradipta Adhyaksa Putra S Tr Han (TN 19) pada hari Jumat 23 Agustus 2019 pukul 01.00 WIB di Cilacap, Jawa Tengah.

Semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima amal baiknya serta diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis SMA Taruna Nusantara.

Korban kecelakaan mobil dan kereta api di Cilacap - (Facebook/SMA Taruna Nusantara)Korban kecelakaan mobil dan kereta api di Cilacap – (Facebook/SMA Taruna Nusantara)

Cuitan ‘Ngegas’ Tengku Zul, Sindir Mobil Menteri, Bela Pin Emas

Suara.com – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyindir anggaran mobil menteri Presiden Joko Widodo senilai Rp 152 miliar.

Bukan cuma itu, Tengku Zul juga membandingkannya dengan anggaran pengadaan pin emas anggota DPRD DKI senilai Rp 1,3 miliar.

Ustaz Tengku Zul mempertanyakan lebih boros mana pengadaan pin emas tersebut atau anggaran mobil baru menteri Jokowi senilai Rp 152 miliar?

“Mana lebih boros beli pin atau mobil Menteri Rp 152 miliar?” cuit Tengku Zul seperti dikutip Suara.com dari akun jejaring sosial Twitter miliknya @ustadtengkuzul, Sabtu (24/8/2019).

Pun Tengku Zul bingung. Masalahnya, pengadaan pin emas dinilai dipermasalahkan, tapi tidak dengan pengadaan mobil menteri Jokowi.

“Kalau PIN diributi? Semesti mobil lebih ribut lagi. Semestinya. Ini negara kaya atau negara miskin sih? Asli nanya,” kicau Tengku Zul.

Cuitan Tengku Zulkarnain. (Twitter)Cuitan Tengku Zulkarnain. (Twitter)

Sepert diketahui, menteri-menteri anyar Jokowi bakal diganjar oleh mobil dinas baru. Anggarannya pun fantastis: lebih dari Rp 147 miliar.

Dari situs layanan pengadaan secara elektronik Kementerian Keuangan, tercatat PT Astra International Tbk TSP menjadi pemenangan tender untuk pengadaan mobil menteri.

Perusahaan tersebut memberikan harga penawaran Rp 147 miliar dari penganggaran pemerintah senilai Rp 152 miliar.

Lain cerita dengan pin emas. DPRD DKI DPRD DKI Jakarta akan mengadakan pembuatan pin untuk tiap anggotanya di periode 2019 – 2024.

Nilai anggarannya bahkan mencapai Rp 1,3 miliar untuk atribut yang terbuat dari emas itu. Pengadaan itu sempat jadi soal. Ada yang pro, ada yang kontra.

Bawa Air Minum ke Pelaminan Eks Pacar, Aksi Pria Ini Malah Dihujat

Suara.com – Pertemuan antara sepasang mantan kekasih di pernikahan salah satunya lagi-lagi menarik perhatian para pengguna media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Twitter @501Awatni, Jumat (23/8/2019), seorang pria disebut-sebut menjadi tamu pernikahan mantan pacarnya.

Ia datang mengenakan kemeja berlengan pendek dan celana hitam. Saat hendak menyalami pengantin, ia naik ke pelaminan seorang diri.

Dengan santainya pria itu berjalan sambil meneguk air putih dalam gelas yang ia genggam.

Begitu sampai di hadapan mempelai pria dan wanita pun, segelas air itu masih ia bawa dengan tangan kirinya.

Saat menyalami mempelai wanita, yang diduga mantan pacaranya, tak ada gestur yang aneh.

Namun, ketika mempelai pria menyodorkan tangan untuk bersalaman, mantan pacar pengantin wanita hanya menyenggolkan tangannya tanpa menatap wajah sang pengantin.

Pria datangi pernikahan mantan pacar - (Twitter/@501Awatni)Pria datangi pernikahan mantan pacar – (Twitter/@501Awatni)

Sambil berlalu, pria itu memalingkan muka, membuat si pengantin pria terkejut sekaligus heran.

Lalu dirinya turun dari pelaminan dan segera membasuh tangan kanannya menggunakan segelas air yang dari tadi ia bawa.

“[VIRAL] ‘Jijik kulitku bersentuhan dengan kulitmu!’ Hadir ke majlis persandingan (pesta pernikahan -red) bekas kekasih, aksi lelaki basuh tangan selepas ucap selamat pada pasangan raja sehari sentuh hati jutaan netizen,” tulis akun pengunggah video, menggunakan bahasa Malaysia.

Namun rupanya tak sesuai dengan keterangan yang disertakan, bukannya tersentuh dengan aksi mantan pacar pengantin wanita, warganet malah geram padanya.

“Tahniah kepada pengantin perempuan karena tidak memilih laki tidak matang dan loser macam dia,” komentar @guesswho1409.

“Dah tahu jijik kenapa pegang? Haduhhmak dosa dapat, bodoh pun dapat,” ungkap @pikasuyud.

“Apa yang menyentuh hatinyaaaa,” tambah @aittttasya.

Tidak disebutkan lokasi dan waktu kejadian dalam video yang kini viral itu.

Pekat Kabut Asap, Jarak Pandang di Pekanbaru Hanya 1,5 Kilometer

Suara.com – Jarak pandang di Kota Pekanbaru pada Sabtu pagi memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pekat menyelimuti Ibu Kota Provinsi Riau tersebut.

“Pada pukul delapan pagi jarak pandang di Pekanbaru 1.500 meter atau 1,5 kilometer, dari kondisi pagi hari sekitar 2 kilometer. Jadi jarak pandang memburuk,” kata Staf Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Nia Fadhila di Pekanbaru, Sabtu (24/8/2019).

Ia mengatakan asap yang menyelimuti Pekanbaru adalah kiriman karena tidak terpantau titik panas di daerah tersebut. Asap atau jerebu karhutla berasal dari Kabupaten Pelalawan yang pada pagi ini terdeteksi ada 102 titik panas (hotspot).

Personil Kepolisian Polres Aceh Barat bersama warga memadamkan api yang membakar lahan gambut dengan cara manual di Kawasan Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Minggu (6/1). ANTARA FOTO/Syifa YulinnasPersonil Kepolisian bersama warga memadamkan api yang membakar lahan gambut dengan cara manual. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Hal tersebut diperkuat karena posisi Pelalawan ada di Selatan Pekanbaru, dan angin berhembus dari arah Tenggara ke Barat Daya.

“Asap dari daerah Tenggara seperti Pelalawan yang banyak titik panas,” katanya.

Berdasarkan data pantauan satelit pada pukul 06.00 WIB, yang dirilis BMKG Stasiun Pekanbaru menunjukkan bahwa ada 584 titik panas yang jadi indikasi awal Karhutla tersebar di Sumatera.

Data menunjukkan “lumbung” titik panas berlokasi di Provinsi Riau, yakni sebanyak 272 titik. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dari kemarin.

“Iya, di Riau jumlahnya naik dari kemarin sore 112 titik, pagi ini jadi 272,” katanya.

Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan juga terdeteksi banyak titik panas, masing-masing ada 128 dan 99 titik.

“Asap dari provinsi tetangga ada peluang mencapai Riau tapi karena jaraknya jauh tidak begitu terasa, sedangkan di Riau sendiri banyak terdeteksi titik panas,” katanya.

Nia menjelaskan dari 272 titik panas di Riau, lokasi paling banyak di Kabupaten Pelalawan dengan 102 titik. Daerah lainnya antara lain Indragiri Hilir ada 90 titik panas, Bengkalis 35 titik, Indragiri Hulu 17 titik, Kepulauan Meranti dan Siak masing-masing 9 titik, Rokan Hilir 7 titik, Kuansing 2 titik dan Kampar satu titik panas.

Dari jumlah tersebut, ada 192 yang teridentifikasi sebagai titik api. Lokasi paling banyak juga di Pelalawan ada 76 titik, kemudian Indragiri Hulu 60 titik, dan Bengkalis 29 titik.

Berdasarkan pantauan, asap menyelimuti Pekanbaru cukup pekat pada Sabtu pagi. Warga terlihat banyak yang mengenakan masker medis untuk menghindari paparan jerebut saat di luar rumah.

Data BMKG kualitas udara memburuk mendekati status tidak sehat akibat polusi jerebu karhutla.

Meski begitu, kondisi jarak pandang dinilai belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarik Kasim II (SSK II) Pekanbaru.

“Sampai dengan saat ini penerbangan masih normal,” kata Executive General Manager Bandara SSK II, Yogi Prasetyo. (Antara)

Copet Diberi Uang Jutaan usai Gasak Tas di KRL, Lho Kok Bisa?

Suara.com – Warganet tengah dibuat miris oleh selembar kertas yang tertempel di Stasiun Depok Baru, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Kertas pengumuman itu difoto dan diunggah ke Instagram story oleh pengguna akun @ilhambachrie lalu dibagikan ke Twitter, Jumat (23/8/2019), oleh akun @Areloghy.

Pengumuman tersebut ternyata berasal dari seorang korban pencopetan di KRL jurusan Jakarta-Bogor.

Korban bernama Darma Putra Wibowo. Ia menyebutkan, pada Senin (19/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB, tasnya yang bermerek NAMA dan berwarna hijau diambil orang.

Padahal, di dalam tas itu ada laptopnya, yang berisi data-data skripsi serta pekerjannya selama 10 tahun terkahir dan tidak disimpan di memori penyimpanan lainnya.

Tak hanya itu, ia juga menyimpan pajak perusahaan, SIM, STNK, dan surat-surat penting lainnya di dalam tas tersebut.

Karena musibah yang menimpanya itu, Darma tak bisa bekerja dan melakukan aktivitasnya seperti biasa lagi.

Kertas pengumuman korban pencopetan - (Twitter/@Areloghy)Kertas pengumuman korban pencopetan – (Twitter/@Areloghy)

Melalui kertas pengumuman yang ia tempelkan di stasiun, ia lantas meminta belas kasih dan rasa iba dari orang yang mengambil tasnya tanpa sepengetahuannya.

“Saya tidak mau mengambil barang saya di Anda. Saya hanya ingin meminta data-data saya yang perlu saja ke Anda, jika Anda ada rasa kasihan ke saya. Mohon bantuannya untuk menghubungi saya di ‘Darma – 082260061177’,” tulis Darma.

Dirinya juga menjamin tak akan melaporkan pelaku pada polisi. Malah, ia akan ‘membeli’ kembali data-data dan surat-surat miliknya sendiri dari pelaku, dengan harga paling sedikit Rp5 juta.

“Sedih baca tulisan pengumuman ini! Tapi kenapa ya masih ada orang yang tega mengambil sesuatu yang bukan haknya?” bunyi cuitan @Areloghy, yang saat ini telah di-retweet lebih dari lima ribu kali.

Banyak warganet yang sangat menyayangkan kejadian ini. Apalagi, pelaku justru akan diberi uang setelah mencuri.

“Udah dia yang dicuri, dia juga yang mau bayar :'( sad,” komentar @yenniyanuar.

“Udahlah nyolong. Gak minta barangnya balik. Mau dikasih duit pula. Hadeeeeh,” tulis @yogiadinugraha.

“Yah kasihan banget yah yang punya tas sampai rela nebus sekian banyak uangnya,” kicau @IrmanIrma4.

Sejumlah Puskesmas di Jakarta Utara Dicurigai Masih Pakai Obat Kedaluarsa

Suara.com – Aparat kepolisian tengah berupaya menuntaskan kasus pemberian obat kedaluarsa oleh Puskemas Kamal Muara kepada ibu hamil bernama Novi Sriwahyuni (21).

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya akan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan guna melakukan sidak gabungan ke seluruh Puskesmas di Jakarta Utara.

Puskesmas Kamal Muara. (Suara.com/Yasir)Puskesmas Kamal Muara. (Suara.com/Yasir)

“Kami akan melakukan operasi gabungan terhadap beberapa puskesmas yang khususnya kita curigai yang ada di Jakarta Utara,” ujar Budhi kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019).

Hanya saja, Budhi belum merinci wilayah mana saja yang akan menjadi fokus sidak. Tentunya, setiap Puskesmas akan dilakukan pengecekan.

“Tentunya nanti kami sudah turunkan intelijen kami untuk melihat kira-kira mana yang kita prioritaskan. Tapi secara umum seluruh daerah Jakarta Utara akan kita lakukan pengecekan,” sambungnya.

Kasus pemberian obat kedaluwarsa ini baru diketahui setelah Novi Sri yang sedang mengandung janin berumur 15 minggu mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Ibu hamil bernama Novi Sriwahyuni (21) diberi vitamin B6 kadaluarsa oleh pihak Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara. (Suara.com/M. Yasir)Ibu hamil bernama Novi Sriwahyuni (21) diberi vitamin B6 kadaluarsa oleh pihak Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara. (Suara.com/M. Yasir)

Novi mengalami muntah-muntah, sakit perut dan pusing kepala setelah meminum obat yang ia beli di Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara.

Ternyata, obat tersebut sudah kedaluwarsa sehigga menimbulkan dampak kesehatan pada wanita hamil tersebut.

Atas keluhan tersebut, Novi membuat laporan ke Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara pada tanggal 15 Agustus 2019. Laporan tersebut terigister dalam nomor laporan 940/K/VIII/2019/SEK.PENJ.

Dalam kasus ini, Puskesmas Kamal Muara dilaporkan atas tuduhan Pasal 8 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sebar Sketsa Muka Jasad Lelaki Tinggal Tulang, Polisi: Belum Ada yang Lapor

Suara.com – Identitas jasad lelaki yang tinggal tulang belulang yang ditemukan di kawasan Tanjung Priok masih belum diketahui. Meski sketsa wajah korban telah disebar, namun belum ada masyarakat yang melapor merasa kehilangan pihak keluarga.

“Ya jadi kita sudah menyebarkan sketsa. Sampai sekarang belum ada masyarakat yang mengenali atau keluarga yang merasa hilang dan melapor ke kita,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan Sabtu (24/8/2019).

Budhi menyebut pihaknya telah menyebarkan sketsa wajah tersebut di media sosial. Diantaranya di grup WhatsApp.

“Sudah disebar ke grup-grup WhatsApp, medsos sudah kita sebarkan. Secara fisik juga sudah meminta kepada jajaran Polres lain juga, meminta bantuan,” sambungnya.

Lebih jauh, polisi belum dapat mengidentifikasi penyebab kematian jasad lelaki yang diperkirakan sudah setahun meninggal itu.

Sebab, bentuk jasad yang tersisa tulang menjadi kendala untuk mencari tanda-tanda bekas kekerasan.

“Kita belum bisa menyimpulkan dari situ karena prosesnya panjang. Karena sudah jadi tulang tidak bisa kita lihat tanda kekerasan di tulang itu. Parah pun kita belum bisa memastikan parahnya karena pidana. Bisa saja jatuh dan lainnya,” imbuh Budhi.

Dari gambar sketsa wajah yang disebar, korban diketahui memunyai jenis rambut pendek. Pada bagian kepala depan korban tidak ditumbuh rambut.

Selain itu, korban terlihat memiliki kumis dan janggut. Korban digambarkan seperti lelaki paruh baya.

Jasad tersebut pertama ditemukan oleh tukang rumput. Saat melintas, tukang rumput tersebut melihat ada tulang belulang.

Tulang belulang itu ditemukan berserakan tanpa terbungkus apapun. Selain itu, tulang tersebut sudah rapuh.

Polisi memperkirakan, jasad tersebut telah meninggal sekitar satu tahun lalu. Hal tersebut diketahui usai polisi menerima keterangan lisan dari laboratorium forensik.

Selain itu, polisi menduga jasad berbentuk tulang belulang tersebut berjenis kelamin laki-laki. Hal tersebut diketahui dari ikat pinggang yang ditemukan di sekitar lokasi.

Kasus Obat Kedaluwarsa, Polisi Gandeng BPOM & Dinkes Sidak Puskesmas

Suara.com – Aparat Polres Jakarta Utara terus berupaya menuntaskan kasus pemberian obat kedaluwarsa oleh Puskemas Kamal Muara, Jakut, kepada ibu hamil bernama Novi Sriwahyuni (21).

Kapolres Metro Jakut, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya akan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan guna melakukan sidak gabungan ke seluruh Puskesmas di Jakut.

“Kami akan melakukan operasi gabungan terhadap beberapa Puskesmas yang khususnya kita curigai yang ada di Jakarta Utara,” ujar Budhi kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019).

Hanya saja, Budhi belum merinci wilayah mana saja yang akan menjadi fokus sidak.

“Tentunya nanti kami sudah turunkan intelijen kami untuk melihat kira-kira mana yang kita prioritaskan. Tapi secara umum seluruh daerah Jakarta Utara akan kita lakukan pengecekan,” jelasnya.

Kasus pemberian obat kedaluwarsa ini baru diketahui setelah Novi Sri yang tengah mengandung janin berumur 15 minggu mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Novi mengalami muntah-muntah, sakit perut dan pusing kepala setelah meminum obat yang ia beli di Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara.

Ternyata, obat tersebut sudah kedaluwarsa sehigga menimbulkan dampak kesehatan pada wanita hamil tersebut.

Atas keluhan tersebut, Novi membuat laporan ke Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara pada tanggal 15 Agustus 2019.

Laporan tersebut terigister dalam nomor laporan 940/K/VIII/2019/SEK.PENJ.

Dalam kasus ini, Puskesmas Kamal Muara dilaporkan atas tuduhan Pasal 8 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Disindir Sandiaga Uno soal Papua, Moeldoko: Jangan Provokatif!

Suara.com – Eks calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menilai pemerintah terlalu banyak mengekploitasi Papua tanpa menyelesaikan permasalahan utamanya.

Sandiaga mengatakan permasalahan yang ada di Papua bukan sekadar infrastruktur, tapi juga kesenjangan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta Sandiaga tidak provokatif menyebut pemerintah mengeksploitasi Papua.

“Jangan provokatif gitu dong! Apa yang dieksploitasi? Jadi saya enggak sependapat. Kata-kata eksploitasi terlalu kasar,” ujar Moeldoko di Istana Negara, Jumat (23/8/2019) malam.

Sebelumnya, Sandiaga Uno menyoroti peristiwa kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat belakangan ini.

“Kita bisa lihat bagaimana cara kita di Papua, dibanjiri infrastruktur, dibanjiri begitu banyak proyek investasi, tapi belum menyelesaikan permasalahan hakiki yaitu kemerdekaan ekonomi,” kata Sandiaga di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Dia pun memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka kemiskinan di Papua bertambah 6 ribu orang dari 2014 sampai 2018

Sejumlah pemuda dan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme melakukan aksi di depan Istana Merdeka,Jakarta, Kamis (22/8). [Suara.com/Arya Manggala]Sejumlah pemuda dan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme melakukan aksi di depan Istana Merdeka,Jakarta, Kamis (22/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Padahal, kata Sandiaga, Papua kaya akan Sumber Daya Alam.

“Sebuah daerah yang sangat kaya terhadap sumber daya alamnya ternyata mengalami degradasi dari tingkat kemiskinan,” ucapnya.

Dia juga membandingkan jumlah penduduk miskin di Papua yang 8 kali lipat atau sekitar 28 persen jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta, yaitu sekitar 3,5 persen.

“Lebih dari itu data BPS 2019 menunjukkan bahwa 2 provinsi di Papua dengan kemiskinan tertinggi di Indonesia, yaitu Papua hampir 28 persen, Papua Barat hampir 23 persen,” pungkas Sandiaga.

Jokowi Dinilai Santai soal Kerusuhan di Papua, Moeldoko Semprot Fadli Zon

Suara.com – Jokowi Dinilai Santai soal Kerusuhan di Papua, Moeldoko Semprot Fadli Zon

Kepala Staf Kepresiden Moeldoko ikut menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak serius dalam menangani akar permasalahan kerusuhan di Papua.
 
Moeldoko pun mempertanyakan pernyataan Fadli Zon apa indikator bahwa pemerintah tidak serius menangani persoalan kerusuhan di Papua.

Sebab kata Moeldoko, yang ditangani Jokowi soal kerusuhan di Papua adalah persoalan holistik.

“Indikatornya itu apa , Pak Jokowi menangani kerusuhan di Papua itu bukan by case ini kan case, tapi yang ditangani pak Jokowi dalam konteks Papua adalah persoalan yang holistik,” ujar Moeldoko di Istana Negara, Jumat (23/8/2019) malam.

Ia pun menyarankan kepada Politisi Partai Gerindra itu tidak melihat satu indikator. Namun kata Moeldoko, Fadli perlu melihat indikator-indikator keberhasilan kemajuan di Papua secara keseluruhan

“Jadi dia jangan melihatnya satu indikator, lihat indikator -indikator keberhasilan kemajuan di papua secara keseluruhan kan begitu,” tandasnya 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo tidak serius dalam menanganai akar masalah kerusuhan di Papua.

Ia menilai pernyataan Jokowi yang meminta warga Papua bersabar dan saling memaafkan pasca-kerusuhan di Papua (Manokwari) adalah pernyataan yang komprehensif.

“Saya justru tidak terlalu melihat pernyataan Presiden kemarin itu tidak terlalu serius. Ya maaf-maafkan saja sudah seperti pernyataan Lebaran. Pernyataan itu tidak komprehensif,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Anggota DPD RI Aceng Fikri Kena Razia di Hotel dan 4 Berita Hit Lainnya

Suara.com – Anggota DPD RI Aceng Fikri kembali memunculkan kontroversi setelah terjaring razia Satpol PP saat berduaan dengan wanita di hotel melati.

Kabar mengejutkan lainnya datang dari pemuda asal Mojokerto, yang akan dikebiri karena kekerasan seksual pada anak yang ia lakukan. Berikut lima berita terpopuler SUARA.com, Jumat (23/8/2019) kemarin:

1. Anggota DPD Aceng Fikri Kena Razia Satpol PP di Hotel Melati Bareng Cewek

Aceng Fikri (Antara)Aceng Fikri (Antara)

Anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI Aceng Fikri terjaring dalam razia yustisi. Aceng Fikri dirazia di hotel melati.

Razia dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja, Kota Bandung, Jumat (23/8/2019) dini hari. Aceng yang juga mantan Bupati Garut tersebut didapati sedang bersama seorang wanita di sebuah hotel melati, di Kawasan Lengkong, Kota Bandung.

Baca selengkapnya

2. WNI Asal Aceh Hancurkan 15 Patung Kuil Hindu Malaysia, Ibunya Menangis

Hendri, pemuda berusia 25 tahun asal Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, ditangkap aparat Kepolisian Diraja Malaysia, karena menghancurkan 15 patung di kuil Hindu. [TV3]Hendri, pemuda berusia 25 tahun asal Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, ditangkap aparat Kepolisian Diraja Malaysia, karena menghancurkan 15 patung di kuil Hindu. [TV3]

Ibu kandung pemuda asal Aceh Barat Daya yang ditangkap karena menghancurkan patung di Malaysia meminta pendamping hukum terhadap anaknya.

“Saya berharap anak saya mendapat pendampingan hukum. Saya di sini hanya bisa berdoa agar anak saya dibebaskan dari hukuman,” ungkap Jusnaida (50), ibu kandung Hendri, di Banda Aceh, Kamis.

Baca selengkapnya

3. Perdana di Indonesia! Aris si Predator Anak Segera Dieksekusi Kebiri

IlustrasiIlustrasi

Muhammad Aris, pemuda berusia 21 tahun, menjadi pesakitan kasus asusila pertama yang bakal dihukum kebiri.

Aris adalah pemerkosa 9 anak di bawah umur di Mojokerto. Ia sempat melakukan upaya banding, namun ditolak. Kekinian, kasusnya sudah memunyai kekuatan hukum tetap alias inkracht dan segera dikebiri.

Baca selengkapnya

4. Soal Trans Papua, Lukas Enembe: Kami Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan

Gubernur Papua Lukas Enembe (Dokumentasi Humas Pemprov Papua).Gubernur Papua Lukas Enembe (Dokumentasi Humas Pemprov Papua).

Gubernur Papua, Lukas Enembe, angkat bicara disinggung Najwa Shihab terkait Jalan Trans Papua yang digagas Presiden Joko Widodo.

Menurut Lukas Enembe, orang Papua tidak pernah melewati jalan itu. Sebab, imbuh Lukas, orang Papua butuh kehidupan, bukan pembangunan.

Baca selengkapnya

5. Twitwar Tengku Zul vs Yunarto Wijaya soal Asing, Ujungnya Puji Soeharto

Ustaz Tengku Zulkarnain dan Yunarto Wijaya. (Twitter)Ustaz Tengku Zulkarnain dan Yunarto Wijaya. (Twitter)

Perang kicauan alias Twitwar terjadi antara Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain dan bos lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Mulanya, Tengku Zul melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, @ustadtengkuzul, menyindir kondisi kekinian. Menurutnya, pihak asing memberikan bantuan secuil, tapi meraup selaut.

Baca selengkapnya

Tingkatkan Kualitas SDM, Jabar Lakukan 4 Langkah Terpadu

Suara.com – Untuk menyiapkan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM), dan menyelaraskannya dengan konsep Dynamic Governance, Pemdaprov Jawa Barat melakukannya dengan empat langkah terpadu.

Pertama, menyesuaikan organisasi dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019, sehingga target yang tertera dalam RPJMD dapat direalisasikan. Kedua, semua kegiatan yang dilakukan harus mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Jika ada kegiatan yang telah ber-SOP, maka hal ini menuntut evaluasi. SOP harus disesuaikan dengan aturan dan target yang ingin dicapai daerah.

Langkah ketiga, penataan Undang-undang yang kerap dilupakan instansi pemerintahan. UU bersifat dinamis. Jika ada perubahan, maka semua struktur organisasi berubah dan mesti disesuaikan. Untuk tahap ini, Pemdaprov Jabar masih melakukan evaluasi.

Keempat, untuk manajemen SDM, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menuturkan, saat ini, Pemdaprov Jabar sudah menggunakan instrumen baru dalam penempatan jabatan, yaitu mengukur kompetensi pegawai, sehingga kapabilitas dan posisi yang ditempati sejalan dengan “The Right Man on the Right Place”.

Rotasi dan mutasi pejabat Eselon III di lingkungan Pemdaprov Jabar, pada 1 Juli 2019, menjadi salah satu bukti. Saat itu, Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, memastikan, rotasi dan mutasi telah melalui pertimbangan matang dan dilakukan secara objektif.

Adapun tujuan dari rotasi dan mutasi adalah mengakselerasi pembangunan di Jabar.

“Agar rotasi mutasi dapat dilakukan secara obyektif, Pemdaprov Jawa Barat memperkenalkan metode baru yang bernama peer-review, dimana sesama kolega boleh mengomentari eksistensi dari koleganya. Bawahan menilai atasan, atasan ke bawahan. Kolega dari samping kiri, dari samping kanan,” katanya.

Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Daud Ahmad menyatakan, reformasi birokrasi sudah menjadi keharusan untuk dilakukan. Selain penyesuaian organisasi dengan RPJMD 2019, reformasi birokrasi mampu meningkatkan kualitas SDM secara keseluruhan, yang hasilnya diharapkan akan berjalan dengan efektif, efisien, dan cepat.

“Tentunya pemerintahan kami harus berusaha meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kualitas layanan karena tujuannya untuk masyarakat. Masyarakat bisa lebih sejahtera dengan pelayanan birokrasi dan pelayanan yang baik,” kata Daud.

Selaras dengan berbagai pembenahan pada manajemen SDM, Pemdaprov Jabar bertekad akan sepenuhnya menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik, termasuk e-Planning dan e-Budgeting pada 2020.

Daud juga mengatakan, meski penerapannya baru sepenuhnya dilakukan pada 2020, namun proses ini sudah mulai bergulir sejak penggunaan APBD 2018.

e-Budgeting rencananya 2020, tapi sudah kita terapkan untuk anggaran 2018, sehingga kami bisa pantau anggarannya berapa dan sejauhmana penyerapannya,” katanya.

Menurutnya, penerapan e-Budgeting tidak menemui kendala, mengingat pihaknya memiliki ASN berkeahlian khusus terkait sistem ini.

Dengan penerapan sistem ini, maka pimpinan bisa memantau langsung anggaran tanpa harus menggelar rapat, terutama urusan penyerapan anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Dengan e-Budgeting, gubernur tidak perlu sering bertemu dan menggelar rapat, karena data ini sudah dapat dilihat dan diketahui saat itu juga. Soal serapan pun dapat terdeteksi lebih awal, sehingga akan lebih mudah pula mendorong untuk anggaran diserap. Begitu juga volumenya,” tuturnya.

Terkait penerapan SPBE, pihaknya terus melakukan penguatan dan koordinasi, terutama penyiapan SDM, sistem dan payung hukum yang membuat tim Diskominfo Jabar bisa bekerja maksimal.

“Adapun langkah-langkah lanjutan penerapan masalah ini adalah adanya presepsi yang sama. Kita sudah melakukan rakor dengan masukan dari Kementerian Kominfo dan PAN RB. Ini akan dibahas dari berbagai sisi dan sarana untuk menyampaikan informasi, termasuk sistem jaringan dan konten yang menjadi kewajiban dinas-dinas terkait,” katanya.

Karena sudah mulai menerapkan SPBE, pihaknya minta jajaran dinas teknis, seperti perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk meningkatkan layanan. Dia berharap, jika SPBE sudah diterapkan sepenuhnya, maka akan berujung pada penyerapan anggaran yang lebih tinggi dan menghasilkan stimulus ekonomi.

“Elektronik ini mendukung proses peningkatan informasi, karena info jauh lebih cepat, sehingga saat ada masalah bisa lakukan koreksi,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jabar, Setiaji, mengatakan, saat ini ada perpres 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang harus disosialisasikan.

“Ini baru ditetapkan Oktober tahun lalu, jadi belum banyak aparatur pemerintah yang tahu. Kenapa keluar perpres ini, karena selama ini di Indonesia dinilai bahwa pembangunan atau anggaran untuk teknologi informasi komunikasi itu boros,” paparnya.

Menurutnya Perpres ini juga menekankan agar daerah wajib memiliki dan menerapkan e-Budgeting.

“Jabar sudah bagus tinggal integrasi,” katanya.

Emil menyampaikan cita-citanya terhadap reformasi birokrasi yang dilakukan, yaitu ASN Pemdaprov Jabar setara dengan ASN di Singapura. Artinya, kemampuan mereka harus di-update mengikuti perkembangan zaman.

“Tantangan ke depan banyak. Dunia makin kompetitif, maka harus relevan, tingkatkan skill. Saya ingin mereka setara dengan ASN diSingapura,” katanya.

Pemerintah NTB Bakal Canangkan Pulau Gili Meno Sebagai Destinasi Keluarga

Suara.com – Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Gili Meno Lombok, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat brand destinasi wisata ramah keluarga (family friendly destinations).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara Vidi Eka Kusuma mengemukakan saat ini pihaknya masih menunggu penyelesaian desain yang masih dikonsultasikan dengan pihak yang berkompeten.

“Kami sedang menunggu penyelesaian gran desain yang dilakukan oleh konsultan dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jawa Barat. Dan kami juga mendapat dukungan pemerintah pusat dan provinsi,” katanya seperti dilansir Antara di Lombok Utara pada Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, pencanangan Gili Meno menjadi kawasan destinasi ramah keluarga, karena saat ini sudah menjadi salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Lombok Utara. Pulau kecil tersebut diketahui juga memiliki keunikan tersendiri, seperti memiliki danau dan keindahan terumbu karang biru (blue coral) serta fauna laut berupa penyu.

Kawasan Gili Meno juga belum terlalu banyak industri pariwisata seperti kondisi di Gili Trawangan yang relatif padat. Keadaan yang demikian itu tentunya sangat cocok bagi turis yang datang bersama rombongan keluarga untuk benar-benar menikmati suasana liburan yang nyaman.

“Gili Meno bisa menjadi alternatif bagi para wisatawan, selain ke Gili Trawangan dan Gili Air yang lokasinya berdekatan,” ujarnya.

Ia mengatakan upaya menjadikan Gili Meno sebagai kawasan destinasi wisata ramah keluarga akan melengkapi keragaman destinasi wisata NTB yang sebelumnya sudah memiliki kawasan wisata halal (halal destination).

Untuk itu, Gili Meno akan menjadi proyek percontohan destinasi ramah keluarga dengan sasaran pasar wisatawan dari Asia dan Eropa serta domestik.

Vidi menyebutkan dalam rancangan grand desainnya, pengelolaan Gili Meno nantinya melibatkan masyarakat lokal sebagai penerima manfaat terbesar sehingga mereka tidak menjadi penonton di negeri sendiri. Konsepnya bisa dalam bentuk penyediaan rumah penginapan yang layak di lahan miliknya.

Dalam grand desain tersebut juga memuat tentang bagaimana penataan kawasan dan berbagai fasilitas yang harus tersedia mulai dari pelabuhan hingga transportasi yang menunjang aktivitas wisatawan bersama keluarganya di dalam pulau.

“Penataan kawasan Gili Meno dirancang sedemikian rupa untuk mengakomodir semua golongan wisatawan, mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa, lanjut usia hingga difabel (berkebutuhan khusus),” ucapnya pula.

Vidi berharap rancangan grand desain Gili Meno sebagai destinasi ramah keluarga bisa segera rampung sehingga peresmiannya oleh Gubenur NTB bisa digelar pada Oktober 2019.

Gili Meno adalah salah satu dari tiga pulau kecil, selain Gili Trawangan dan Gili Air (Gili Matra), yang menjadi kawasan wisata bahari di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Di pulau kecil itu, wisatawan bisa snorkeling atau berenang sembari menikmati karang dan biodiversitasnya serta penyu. Ada juga kicauan burung di Bird Park Homestay. (Antara)

Asyik Berswafoto di Pesisir Aceh, Mahasiswa Papua Hilang, Rekannya Tewas

Suara.com – Seorang mahasiswa asal Papua, Bonano Yogi Napitupulu (21) yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara (USU) tenggelam saat berswafoto di kawasan wisata Tuan Tapa, Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan.

Sementara itu, seorang rekannya yang juga tenggelam akibat dihempas ombak di wilayah tersebut, Antoni Marbun (22) ditemukan tewas tak jauh dari lokasi.

Menurut Koordinator SAR Pos Meulaboh Aceh Barat, Dwi Hetno keduanya dihempas ombak saat berswafoto.

“Informasi yang kami terima, kedua korban jatuh ke dalam laut karena dihempas ombak saat sedang berswafoto,” katanya kepada Atara pada Jumat (23/8/2019) malam.

Diketahui, Mahasiswa asal Abepura, Jayapura bersama Antoni sedang berwafoto saat tiba-tiba ombak besar datang ke arah mereka, sehingga kemudian mereka terseret ke arah laut.

Sejumlah rekan korban yang melihat kejadian tersebut berusaha memberitahukan kejadian ini kepada warga sekitar, dan akhirnya dilaporkan ke tim reaksi cepat (TRC) BPBD Aceh Selatan dan SAR Pos Meulaboh untuk dilakukan pencarian.

Namun, korban Antoni Marbun akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa tak jauh dari lokasi kejadian, sehingga jasadnya dibawa ke rumah sakit setempat untuk dilakukan visum et repertum.

Sedangkan seorang rekan korban asal Papua, bernama Bonano Yogi Napitupulu hingga Jumat malam masih terus diupayakan pencarian.

“Saat ini keluarga korban Antoni Marbun sedang berada dalam perjalanan menuju ke Aceh Selatan dari Sumatera Utara,” kata Dwi Hetno menambahkan. (Antara)

Menyelam di Perairan Pulau Weh, Turis Asal Spanyol Meninggal

Suara.com – Seorang wisatawan asal Spanyol yang sedang menyelam di antara Perairan Iboih dan Pulau Rubiah di Sabang, Pulau Weh Provinsi Aceh dilaporkan tewas, setelah terkena baling-baling perahu motor.

Korban yang diketahui bernama Francisco Javier Garvia (53) meninggal saat akan dievakuasi.

“Korban meninggal dunia saat hendak dievakuasi ke Puskesmas Gampong Iboih karena kehabisan darah setelah mengalami luka di bagian badan kiri pada Kamis (22/8) sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Polsek Sukalarya Inspektur Satu Polisi Zulkifli Daud yang dihubungi Antara dari Banda Aceh pada Jumat (23/8/2019).

Kejadian berawal ketika perahu motor dikemudikan Muchtar (39), warga Jurong Cot Damar Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukakarya, Sabang, menabrak seorang sedang menyelam atau snorkeling. Usai menabrak, Muchtar berusaha menolong korban yang berdarah.

Namun, karena sendirian dan tidak sanggup mengangkatnya, Muchtar meminta pertolongan kepada seseorang bernama Rajab yang melintas di sekitar tempat kejadian. Kemudian, keduanya mencoba mengevakuasi korban ke daratan dan meminta pertolongan kepada orang lain.

Namun, di lokasi itu tidak bisa dilalui kendaraan bermotor, sehingga korban dibawa ke dermaga Teupin Layeu dengan perahu motor. Di dermaga itu, korban sempat mendapat pertolongan pertama oleh turis asing lain yang juga seorang dokter sambil menunggu ambulans membawa korban ke puskesmas terdekat.

“Beberapa saat kemudian, ambulans tiba dan langsung membawa korban ke Puskesmas Iboih. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan diduga karena kehabisan darah,” kata dia.

Ia menyebutkan, korban terluka di bagian kiri badan dekat lengan kiri. Luka kemungkinan disebabkan baling-baling dikemudikan Muchtar.

“Kepolisian sudah memeriksa dan meminta keterangan yang bersangkutan. Sedangkan jenazah korban di bawah ke rumah sakit di Sabang, karena Puskesmas Iboih tidak memiliki kamar mayat,” kata Daud. (Antara)

KPK Periksa Bupati Lingga Sebagai Saksi Dugaan Suap Penerbitan Izin Tambang

Suara.com – Bupati Lingga Alias Wello diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi dari Pemkab Kota Waringin Timur dengan tersangka Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan KPK di Mapolresta Barelang, Batam, Kepulauan Riau pada Jumat (23/8/2019).

“Alias Welo diperiksa sebagai Direktur PT Aries Iron Mining dan mantan Direktur Utama PT Fajar Mentaya Abadi ,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan WhatsApp kepada Antara pada Jumat (23/8/2019) malam.

Selain Alias Wello, lembaga antirasuah itu juga memeriksa dua saksi lainnya, yakni M. Efendi selaku Staf Bagian Keuangan PT FMA dan Hendy selaku Pemilik PT FMA dan AIM.

“Para saksi didalami terkait dengan proses perizinan pertambangan di Kotawaringin Timur,” ungkapnya.

Sedangkan terhadap Kui Lim selaku pemilik PT Niaga Lestaru Remittan, KPK turut melakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait dengan proses perizinan tambang di Kotawaringin Timur.

Sebelumnya, Alias Wello membantah diperiksa KPK saat ditemui di Mapolresta Barelang, Jumat siang. Dia mengaku hanya bersilaturahmi dengan aparat di sana.

“Tidak ada pemeriksaan. Semua orang boleh ke Mapolres,” katanya. (Antara)