Meninggal di Singapura, Jasad Mugabe Diterbangkan ke Zimbabwe

Suara.com – Jenazah mantan presiden Zimbabwe, Robert Mugabe akan diterbangkan dari Singapura menuju negara asal pada Rabu, lima hari setelah kepergiannya di salah satu rumah sakit di Negeri Singa itu.

Pesawat yang membawa jenazah Mugabe dijadwalkan berangkat pada pukul 08.50 waktu Singapura, dan diperkirakan akan tiba di Zimbabwe pada hari yang sama pukul 15.00 waktu setempat, menurut keterangan pihak keluarga kepada Reuters.

Motor polisi terlihat terparkir berjajar di luar gedung perusahaan jasa pemakaman Singapore Casket yang mengurusi kepergian sang mantan pemimpin, menandakan bahwa orang besar itu akan segera diberangkatkan.

Mugabe tutup usia pada Jumat (6/9) di Singapura dalam usianya yang ke 95 tahun. Di negara itu ia menjalani perawatan medis yang cukup panjang.

Atas kepergian bapak pendiri negara tersebut, rakyat Zimbabwe menyatakan berkabung. Presiden Emmerson Mnangagwa, pada pidatonya di hari yang sama, telah menyatakan Mugabe sebagai pahlawan nasional.

Dia mendominasi politik Zimbabwe selama hampir empat dasawarsa sejak negara itu merdeka pada 1980 hingga dsingkirkan dalam kudeta oleh tentaranya sendiri pada November 2017.

Sosok Mugabe banyak dipuja sebagai seorang pahlawan yang memerdekakan rakyatnya dari kekuasaan minoritas kulit putih, namun juga difitnah oleh yang lain sebagai penghancur salah satu ekonomi Afrika yang paling menjanjikan serta menggerus lawan-lawannya tanpa ampun.

Berdasarkan keterangan kerabat Mugabe pada Reuters, pihak keluarga menolak rencana pemerintah untuk memakamkan Mugabe di Taman Makam Pahlawan Nasional di ibu kota Zimbabwe, Harare, dan ingin mengebumikan dia di kampung halamannya. (Reuters/Antara)