Bawaslu Perintahkan KPU Jadikan Oso Caleg DPD RI di Pemilu 2019

Suara.com – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu memerintahkan Komisi Pemilihan Umum atau KPU memasukkan nama Oesman Sapta Odang dalam daftar calon tetap anggota DPD RI Pemilu 2019. Perintah itu disampaikan Bawaslu dalam sidang dugaan pelanggaran administratif pemilu oleh KPU, yang diajukan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

Dalam putusannya, ajelis sidang mengadili bahwa KPU RI selaku terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi Pemilu. Bawaslu memerintahkan KPU untuk melakukan perbaikan administrasi dengan mencabut keputusan KPU sebelumnya tentang penetapan daftar calon tetap perseorangan peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019.

“Memerintahkan Terlapor mencantumkan nama Oesman Sapta Odang sebagai calon tetap peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019 paling lama tiga hari kerja sejak putusan dibacakan,” kata Ketua Majelis sidang sekaligus Ketua Bawaslu RI Abhan di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Bawaslu juga memerintahkan KPU untuk menerbitkan keputusan baru tentang penetapan daftar calon tetap perseorangan, peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019 dengan mencantumkan nama OSO . Bawaslu memerintahkan kepada KPU untuk menetapkan OSO sebagai calon anggota DPD terpilih pada pemilu apabila yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai pengurus Partai politik paling lambat satu hari sebelum penetapan calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Daerah.

Bawaslu memerintahkan kepada KPU untuk tidak menetapkan OSO sebagai calon terpilih jika yang bersangkutan tidak mengundurkan diri. Dalam hal ini, Bawaslu mengabulkan tuntutan OSO agar namanya kembali dimasukkan dalam DCT anggota DPD RI 2019, namun jika yang bersangkutan nantinya terpilih dalam pemilu legislatif anggota DPD RI, yang bersangkutan tetap harus mengundurkan diri dari jabatan pengurus partai politik untuk bisa ditetapkan sebagai calon terpilih.

Dalam gugatannya kepada Bawaslu, OSO menilai KPU melanggar administratif penyelenggaraan pemilu karena tidak menjalankan putusan PTUN yang meminta agar namanya dimasukkan sebagai calon tetap perseorangan anggota DPD RI 2019.

KPU mengeluarkan nama OSO dari daftar calon tetap anggota DPD RI lantaran tetap mengacu kepada putusan Mahkamah Konstitusi yang sudah diputuskan lebih dulu, bahwa calon anggota DPD bukanlah pengurus partai politik. KPU telah mengirimkan surat kepada OSO untuk menanggalkan jabatannya namun yang bersangkutan tidak melakukannya.

Baca Juga

Fahri Hamzah: 4 Tahun Pemerintahan Jokowi seperti Bencana

Suara.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, Presiden Joko Widodo aliaas Jokowi tidak fokus pada pemenuhan janji-janji saat kampanye Pilpres 2014.

Fahri mengungkapkan cerita ketika dirinya bertemu pejabat negara pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menuturkan, sempat bertanya kepada sang pejabat mengenai perbandingan kepemimpinan SBY dengan Jokowi. Pejabat itu lantas menjawab, Jokowi menjalankan roda pemerintahan secara terburu-buru.

“Dia mengatakan pemerintahan ini (Jokowi) terlalu cepat mempersiapkan pemilu yang akan datang. Maksudnya, dia ini ingin kembali terpilih pada pilpres berikutnya,” kata Fahri dalam diskusi bertajuk ‘2019, Adios Jokowi?’ di Sekretariat Nasional Prabowo – Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2018).

Fahri mengakui bersepakat dengan penilaian pejabat yang tak dia sebutkan namanya itu. Menurut Fahri, kabinet Jokowi tampak tergesa-gesa bekerja demi sang presiden kembali menang pada Pilpres 2019.

“Itu sebabnya dia tidak didasari oleh pondasi untuk membangun, memenuhi janji-janjinya pada kampanye itu nyaris tidak ada,” ujarnya.

“Makanya, saya mau kasih bocoran kepada tim Pak Prabowo (Capres nomor urut 2) sederhana saja. Tagih saja apa yang pernah dijanjikan (Jokowi) pasti kelimpungan,” sambungnya.

Fahri menuding, pemerintahan Jokowi selama 4 tahun terakhir serupa bencana. Sebab, roh pemerintahan hanya untuk kembali terpilih dalam pilpres.

“Roh pemerintahan ini sejak awal ingin terpilih kembali, maka komitmennya itu enggak penting, tapi yang penting bagaimana mendesain diri untuk terpilih kembali. Saya kira ini bencana yang kita hadapi empat tahun belakangan,” tuturnya.

Teror Bom di Kediaman Pimpinan, KPK: Korupsi Harus Dibasmi Apapun Resikonya

Suara.com – Ketua Wadah Pegawai KPK , Yudi Purnomo Harahap, mengatakan teror bom di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif hanya untuk menimbulkan rasa takut ke pimpinan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kami meyakini tindakan teror ini merupakan upaya untuk menimbulkan rasa takut dan gentar di hati pimpinan dan pegawai KPK agar berhenti menangkapi koruptor dan menciptakan Indonesia bersih,” kata Yudi melalui keterangan tertulisnya diterima Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Menurut Yudi, upaya teror terhadap pimpinan dan pegawai KPK yang menangani kasus korupsi dipastikan akan terus berlangsung dan tidak akan pernah berhenti kalau pelaku teror tidak diungkap oleh pihak kepolisian.

Yudi kemudian meyinggung teror yang dialami penyidik senior KPK senior KPK Novel Baswedan, yang wajahnya disiram air keras pada April 2017 lalu. Hingga kini pelaku masih belum diungkap oleh kepolisian.

Ia menegaskan, teror yang ditujukan kepada pimpinan KPK maupun pegawai tak akan menciutkan fungsi tugas KPK yang mempunyai kekuatan hukum dalam pemberantas korupsi di tanah air.

“Ini malah justru makin memperteguh semangat kami bahwa korupsi harus dibasmi apapun resikonya, tentu dengan dukungan rakyat Indonesia,” tutup Yudi.

Teror bom molotov terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) dini hari.

Sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, bom pipa ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB.

Tarif Parkir Akan Naik, Anies: Tak Ada Perbedaan Harga PNS dan Umum

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memastikan tarif parkir di Jakarta akan naik. Anies berkelakar akan selentik bawahannya jika kebijakan kenaikan tarif parkir tidak diberlakukan. Dalam bahasa Jawa, selentik memiliki makna sentil. 

Anies menerangkan, PNS Pemprov DKI yang biasa memarkirkan kendaraannya di Lapangan Parkir IRTI di kawasan Monas, Jakarta Pusat akan dikenakan tarif yang sama dengan umum.

“Tidak, tidak ada pembedaan harga. Sama semua kayak publik biasanya. Kalau belum (diterapkan) nanti saya selentik,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Anies menerangkan, subsidi parkir yang selama ini diterima PNS sebesar Rp 68 ribu per bulan juga sudah dihapuskan, sehingga PNS yang menggunakan kendaraan pribadi harus membayar parkir dengan besaran yang sama seperti umum.

Nantinya Anies akan melakukan pengecekan ke UP Perparkiran perihal implementasi kebijakan di lapangan seperti apa.

“Nanti saya cek sama UP Parkir tapi sudah saya perintahkan bahwa tidak ada lagi harga yang berbeda untuk PNS maupun non PNS parkir di IRTI,” tegas Anies.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, rencananya, pemberlakuan kenaikan tarif parkir pertama di Ibu Kota akan dilakukan di Lapangan IRTI pada awal 2019. Hal ini dilakukan untuk mendorong pengendara beralih ke transportasi umum.

“Fokus yang pertama ini kita menggunakan lapangan parkir IRTI, Januari 2019 harus terimplementasi. Jadi kita awali parkir di Lapangan IRTI,” kata Sigit saat dihubungi, Rabu (5/12/2018) lalu.

Teror Bom, Detik-detik Menegangkan Saat Tim Gegana Sisir Rumah Ketua KPK

Suara.com – Melky (60), warga menceritakan situasi saat tim penjinak bom (jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya berdatangan ke rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah , blok A9/15, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat setelah ditemukan sebuah tas mencurigakan yang diduga berisi bom.

Menurutnya, ada sekitar 20 personel polisi saat tiba di rumah Agus sekitar pukul 08.00 WIB. Kedatangan tim Gegana itu pun mengejutkan warga.

“Wah di sini banyak banget polisi, sekitar 20-an. Ada yang pakai baju yang biasa untuk penjinak bom itu,” kata Melky saat ditemui wartawan di sekitar rumah Agus, Rabu (9/1/2019).

Melky menyampaikan petugas langsung membentangkan police line di sekitar rumah petinggi lembaga antirasuah itu. Saat dilakukan penyisiran, warga diimbau untuk tidak berada di luar atau di sekitar rumah Agus. Saking paniknya, Melky pun tak jadi untuk mengantar anaknya ke sekolah.

“Kami warga sekitar langsung disuruh masuk. Saya saja yang tadinya mau antar anak sekolah langsung masuk,” terangnya.

Dia mengatakan jika hampir selama satu jam, petugas melakukan penyisiran di seluruh ruangan di rumah Agus. Setelah itu, dia mengaku melihat salah satu anggota tim jibom mengangkut sebuah plastik warna putih di rumah tersebut. Selama proses pemeriksaan, polisi berseregam juga berjaga-jaga di lokasi sekitar perumahan warga.

“Kurang lebih satu jam lah mereka ada di sini. Habis itu banyak juga polisi pakai seragam lalulalang di sini,” bebernya.

Setelah pemeriksaan selesai, kata dia, police line yang sempat dibentangkan petugas akhirnya diturunkan. Tim Gegana yang melakukan penyisiran akhirnya meninggalkan kediaman Agus.

“Garis polisi diturunkan sekitar pukul 10 pagi,” katanya.

Hingga kini, terlihat beberapa polisi berpakaian preman memantau wilayah rumah Agus. Petugas juga masih melakukan sterilisasi dengan menutup akses jalan di depan rumah pimpinan KPK itu.

Sebelumnya, Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas menyampaikan teror diduga bom itu pertama kali ditemukan ajudan pribadi Agus Rahardjo dan petugas keamanan kompleks perumahan. Benda itu ditemukan menggantung di pagar rumah Agus sekitar pukul 06.30 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan, isi tas tersebut tak ditemukan bahan peledak. Polisi hanya menemukab paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai.

“Setelah itu satpam perumahan melapor kepada kami. Sewaktu dicek, bukan bom, tapi memang ada paralon seperti bom,” tuturnya.

ICW Ungkap Dugaan Manipulasi Dana Kampanye Jokowi – Ma’ruf Rp 37,9 Miliar

Suara.com – Indonesia Corruption Watch mencurigai ada manipulasi sumber dana kampanye yang diterima Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin .

Peneliti Bidang Politik ICW Almaz Sjafrina mengungkapkan, Jokowi – Maruf Amin menerima sumbangan dana Rp 37,9 miliar dari dua kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai perkumpulan penghobi olahraga golf alias golfer.

Sumbangan dua kelompok golfer tersebut termaktub dalam berkas Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maaruf Amin, yang juga didapat ICW.

Dalam berkas LPSDK TKN Jokowi – Maruf Amin, dua kelompok pegolf tersebut mengumbang dana kampanye paling besar pada kategori sumbangan pihak ketiga.

Rinciannya, perkumpulan pegolf TBIG menyumbang dana Rp 19, 7 miliar, yang diserahkan dalam 112 kali pemerbian.

Sementara perkumpulan pegolf TRG memberikan Rp 18,19 miliar dengan frekuensi pemberian satu kali berupa jasa.

ICW, kata Almaz, menduga TBIG itu adalah singkatan dari PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. Sedangkan TRG adalah akronim PT Teknologi Riset Global Investama yang dimiliki oleh Bendahara TKN Wahyu Sakti Trenggono.

“Pertanyaannya adalah, siapa sih penyumbang dana dari dua kelompok perkumpulan golfer ini,” kata Almaz di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

“Kami menduga, penyaluran lewat perkumpulan pegolf ini untuk mengakomodasi penyumbang yang tidak ingin disebutkan namanya, atau penyumbang perseorangan yang melebihi batas sumbangan perseorangan.”

Sebagai informasi, peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang dana kampanye membatasi sumbangan perseorangan  maksimal Rp 2,5 miliar. Sementara untuk sumbangan per kelompok batas maksimal Rp 25 miliar.

Karenanya, ICW meminta KPU untuk menjabarkan lebih rinci daftar penyumbang dana kampanye dari kedua paslon, agar sesuai regulasi.

“KPU dan Bawaslu harus menelusuri status perkumpulan golfer itu, badan hukumnya, dan membuka asal dana tersebut,” tuntutnya.

Untuk diketahui, dana kampanye yang termaktub dalam Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Capres – Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin yang diberikan kepada KPU berjumlah Rp 11,9 miliar.

Sementara dalam Laporan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK), Jokowi – Maruf Amin melapor ke KPU mendapat dana Rp 44 miliar.

Sedangkan tim kampanye Capres – Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mencatatkan Rp 2 miliar dalam LADK. Pada LPSDK, Prabowo – Sandiaga melaporkan Rp 54 miliar.

Prabowo Subianto Jenguk Ustadz Arifin Ilham di RSCM

Suara.com – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk menjenguk Ustadz Arifin Ilham yang tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ( RSCM ) Jakarta, Rabu (9/1/2019). Prabowo menyebut sempat bersenda gurau dengan Ustadz Arifin Ilham.

Prabowo tiba di RSCM dengan mengenakan kemeja safari berwarna cokelat pada pukul 16.28 WIB. Seusai turun dari mobil, Prabowo sempat melambaikan tangan kepada awak media seraya berjalan menuju ruangan tempat Ustaz Arifin dirawat. Tak berselang lama Prabowo pun keluar dan menjelaskan terkait dengan kondisi Ustadz Arifin Ilham.

“Waktu saya datang, beliau bangun, bisa bicara, ya beliau bercanda sama saya, beliau semangatnya baik, kita sempat bicara tentang naik kuda, beliau hobinya juga naik kuda,” kata Prabowo.

Bahkan Prabowo sempat bercerita karena kesamaan hobi keduanya yakni berkuda, Ustadz Arifin Ilham sempat menunjukkan videonya yang sedang berkuda kepada Prabowo.

Akan tetapi usai melihat kondisi Ustadz Arifin Ilham, Prabowo tidak mengetahui terkait dengan perkembangan medis dari Ustaz Arifin.

“Beliau sempat tunjukan (kepada) saya, video-video beliau naik kuda. Semangat beliau baik tapi saya nggak tahu kondisi medisnya. Ya saya menengok sebagai kawan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ustadz Arifin Ilham diketahui mengidap penyakit kanker nasofaring dan kelenjar getah bening stadium 4A. Saat ini, Arifin masih menjalani perawatan intensif di RSCM.

Sejumlah tokoh sebelumnya sudah menjenguk Ustadz Arifin Ilham, seperti Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, dana sebelum Prabowo tiba, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga sudah menjenguk.

Pegawai KPK Desak Jokowi Segera Tangkap Peneror Agus dan Laode

Suara.com – Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait aksi teror yang terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, pagi tadi. Mereka mengutuk tindakan teror terhadap rumah petinggi lembaga antirasuah itu yang dilakukan nyaris di waktu yang sama.

“Kami wadah pegawai KPK mengecam dan mengutuk upaya teror terhadap dua pimpinan kami yang dilakukan di rumah mereka,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap melalui keterangan terulis diterima Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, aksi teror ini merupakan bentuk pelemahan terhadap penindakan hukum yang dilakukan KPK. Menyusul adanya teror kepada pimpinan ini, Yudi pun menyinggung soal kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Kasus tersebut pun hingga kini masih mangkrak dan pelakunya belum terungkap.

“Termasuk kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan,” ujar Yudi.

Terkait kasus ini, karyawan KPK mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengungkap pelaku di bakik aksi teror kepada Agus dan Laode. Jika pemerintah tak serius untuk mengungkap kasus ini, aksi teror serupa bisa saja dialami seluruh pegawai KPK.

“Sebab pelaku berpikiran bahwa tindakan yang dilakukan tidak akan bisa terungkap,” ujar Yudi

Dia pun berharap polisi bisa segera menangkap pelaku terkait kasus teror bom di rumah kedua pimpinan KPK.

“Aparat kepolisian yang saat ini sedang melakukan olah TKP, dapat segera melacak dan menemukan pelakunya,” tutup Yudi.

Baca Juga

Anggota Bawaslu Diintimidasi dan Diancam Ketua RT Jalan Batu Naga

Suara.com – Seorang anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang diintimidasi sekelompok orang yang tinggal di Jalan Batu Naga, Rabu (9/1/2019). Kejadian itu terjadi saat Komisioner Bawaslu itu ingin bertemu dengan saksi kasus dugaan politik uang.

Komisioner Bawaslu Tanjungpinang yang diintimidasi bernama Maryamah. Maryamah dan sejumlah staf Bawaslu Tanjungpinang diintimidasi oleh sekelompok orang di Jalan Batu Naga.

“Benar, kejadiannya tadi pagi. Kami dihadang oleh sekelompok orang,” ujarnya, Rabu sore.

Pelaku intimidasi Maryamah adalah seorang ketua RT. Ketua RT itu tidak mengizinkan Bawaslu Tanjungpinang memasuki area perumahannya. Pria separuh baya itu juga menuding proses hukum pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Tanjungpinang, tidak benar.

Plat nomor polisi pada mobil yang dikendarai Maryamah dan tiga orang stafnya juga difoto oleh oknum warga.

“Kami sudah minta ijin, baik-baik datang ke lokasi, tetapi mendapat perlakuan yang tidak baik. Bahkan diancam,” ucapnya.

Peristiwa tersebut didokumentasikan Bawaslu Tanjungpinang. Bawaslu juga berencana melaporkan peristiwa itu kepada pihak yang berwajib. Maryamah dan tiga stafnya meninggalkan lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ancaman yang disampaikan itu, serius. Jadi kami tinggalkan lokasi, dan besok kami akan datang lagi,” ujarnya.

Kasus sengketa pemilu yang tengah ditangani Maryamah berhubungan dengan Mimi Betty (MB), caleg Tanjungpinang dapil Kecamatan Bukit Bestari, yang baru-baru ini diperiksa dalam kasus politik uang. Dalam proses penyelidikan, Bawaslu Tanjungpinang membutuhkan keterangan saksi, minimal dua orang. (Antara)

Kubu Jokowi Tak Yakin SBY Bisa Tingkatkan Elektabilitas Prabowo – Sandiaga

Suara.com – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni , tak yakin Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) mampu meningkatkan elektabilitas pasangan Capres – Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Politikus yang akrab disapa Toni ini menilai ketidakpengaruhan SBY itu terbukti ketika putranya Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) kalah di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Ya kita lihat saja di Pilkada Jakarta Pak SBY anaknya aja (AHY) kalah. Apakah itu menunjukkan bahwa taji Pak SBY tidak tajam, tidak bertaji lagi,” kata Toni di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin unggul 20 persen dari Prabowo – Sandiaga.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Andre Rosiade mengklaim hal tersebut menunjukkan tren positif dimana selisih antara kedua paslon semakin kecil. Bahkan, Andre meyakinin elektabilitas Prabowo – Sandiaga mampu melampaui Jokowi – Ma’ruf Amin setelah nantinya SBY turun kampanye.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai sah-sah saja jika kubu Prabowo – Sandiaga mengkalim akan mengungguli elektabilitas Jokowi – Ma’ruf. Hanya saja, Toni tak yakin dengan waktu yang semakin dekat dengan hari pemungutan suara Prabowo – Sandiaga mampu menandingi Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Ya terserah tapi faktanya Pak Jokowi menang 20 persen. Apakah sekarang pertanyaannya kubu sebelah bisa mengejar ketertinggalan 20 persen itu dengan kampanye yang tidak lama lagi,” kata Toni.

Pelempar Bom Molotov ke Rumah Wakil Ketua KPK Berjumlah 2 Orang

Suara.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan ada 2 orang melempar bom molotov ke kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. Aksi pelemparan bom molotov itu terekam kamera closed-circuit television (CCTV).

Hal tersebut diketahui usai pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam rekaman CCTV terlihat ada dua orang yang berhenti kemudian melemparkan botol berisi cairan yang mudah terbakar sebanyak dua kali.

“Berdasarkan rekaman CCTV di rumah korban, terlihat ada dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dan helm full face dari arah sebelah kiri rumah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Lemparan pertama tak pecah lantaran terkena tembok dan jatuh di lantai 1. Pada lemparan kedua botol berisi cairan itu pecah dan terbakar.

“Botol kedua itu yang Kemudian di temukan oleh pembantu dan saksi,” jelasnya.

Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Pus Inafis Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kapus inafis. Kemudian, mencari dan mengumpulkan saksi serta bukti oleh Subdit 1 Kamneg Dit Tipidum Bareskrim Polri.

“Melakukan Seldom oleh Team IT Resmob dan Jatanras Polda Metro Jaya,” tutur Argo.

Sejauh ini polisi telah memeriksa Asisten Rumah Tangga Laode, Hartini; Pedagang Kue Suwarni; Tetangga Laode, Fitra yang merupakan driver Grab.

Sementara, sejumlah barang bukti telah diamankan, yakni satu Botol utuh berisi cairan (jenis cairan sedang diteliti Pus inafis); satu botol yang sudah pecah berisi sisa cairan (diteliti Pus Inafis), DVR CCTV di rumah tetangga (sudara Fitra, diteliti oleh Pus Inafis), DVR CCTV di rumah korban (belum diserahkan karena langsung dibawa oleh pihak IT KPK).

Bermotif Dendam, Siswi SMK di Bogor Diduga Dibunuh Orang Dekat

Suara.com – Polisi masih terus memburu lelaki misterius yang telah membunuh siswi SMK bernama Andriana Yubelia Noven Cahya (18) yang ditemukan tewas bersimbah darah di gang kecil , Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Rabu (8/1/2019) kemarin. Dugaan sementara, pelaku merupakan orang dekat yang menyimpan dendam kepada korban.

“Sedikit banyak sudah ada gambarannya, ini yang sedang kita dalami. Pada umumnya kasus seperti ini ada motif dendam atau sakit hati, korelasinya ke situ,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, di lokasi kejadian, Rabu (8/1/2019) dini hari.

Meski demikian, Hendri belum bisa menyimpulkan secara pasti dalih pelaku membunuh ABG tersebut secara sadis.

“Tapi kami belum bisa katakan secara pasti karena pelaku belum ketangkap, biar tim bekerja keras dengan segala cara, baru nanti diketahui motifnya. Tap secara umum motifnya dendam,” jelas Hendri.

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi baru memeriksa empat orang sebagai saksi. Selain itu, barang-barang berupa pisau, seragam sekolah korban dan rekaman kamera pengawas atau CCTV juga sudah disita sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.

“Kita berharap secepatnya tertangkap, tapi kan perlu proses. Sampai sekarang ada 4 saksi yang diperiksa, pisau, baju korban dan hasil rekaman kamera CCTV dari sekitar lokasi penusukan,” pungkasnya.

Diketahui, aksi pembunuhan terhadap gadis tersebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi pembunuhan.

Dari hasil rekaman berdurasi hampir 3 menit itu, terduga pelaku terlihat memakai baju klub sepak bola berwarna biru dengan garis hitam. Tampak, terduga pembunuh itu sempat mondar-mandir di gang kecil tepat di samping indekos korban di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor.

Tidak lama kemudian, dari kejauhan terlihat korban yang masih berseragam sekolah turun dari tangga mengarah ke pelaku. Lalu pelaku pun mendekat dan dengan cepat menusuk korban hingga bersimbah darah.

Setelah menusuk korban, pelaku lari menaiki anak tangga. Korban yang mengalami luka tusuk di dada kirinya itu sempat dilarikan warga sekitar ke rumah sakit namun nahas nyawanya tidak tertolong.

Kontributor : Rambiga

Wiranto: Teror Bom ke Pimpinan KPK untuk Nakut-nakuti, Tangkap Saja!

Suara.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta Kepolisian Indonesia segera menangkap teror bom yang dilayangkan ke 2 pimpinan KPK , Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode syarief. Wiranto menilai aksi teror bom itu untuk menakut-nakuti warga menjelang Pemilu 2019 .

Wiranto mengatakan mengatakan bahwa semua teror tersebut bertujuan untuk membuat ketidaknyamanan.

“Siapapun yang membuat bom itu, yang berusaha untuk menakut-nakuti ditangkap saja, dihukum. Kita ada peraturan perundangan, ada hukum, kita terapkan dengan tegas,” ujar Menko Polhukam dalam pernyataan persnya, Rabu (9/1/2019).

Wiranto menjelaskan pemilu tinggal 3 bulan lagi. Dia minta masyarakat tenang dengan aksi teror itu.

“Intinya kita tidak ingin menjelang Pemilu itu, kita kan tinggal tiga bulan lagi, untuk membuat masyarakat resah, membuat masyarakat terancam, itu darimana pun, dari siapa pun, kita sedapat mungkin bisa menangkalnya,” kata Wiranto.

Wiranto berjanji akan menindak tegas terhadap pelaku teror tidak hanya berlaku bagi terorisme tetapi juga penyebar berita bohong atau hoaks. Pemerintah sudah memiliki sistem teknologi yang mampu melacak sumber pertama penyebar hoaks.

“Hati-hati, makanya kita dengan cepat bisa mengetahui asal usul pertama kali berita itu dimunculkan dari mana dan kita langsung menangkap dan ada undang-undangnya kita hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” katanya. (Antara)

Ketua KPK Diteror Bom, Keluarga Tak Dievakuasi, Rumah Dijaga Ketat

Suara.com – Kepolisian Indonesia tidak mengevakuasi keluarga Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo setelah diteror bom , Rabu (9/1/2019) pagi. Keluarga Agus Rahardjo masih di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat.

Hanya saja saat ini polisi menjaga ketat rumah Ketua KPK Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah Blok A9 RT04 RW014 Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih.

“Tidak ada evakuasi keluarga, mereka diperbolehkan berada di rumah,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jatiasi AKP Yusron di Bekasi, Rabu sore.

Penempatan personel kepolisian di lokasi kejadian merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang wajib diterapkan pada kediaman pejabat penting negara.

“Bahkan sebelum kejadian ini muncul pun, kami biasa menempatkan petugas di rumah Pak Agus Raharjo,” katanya.

Setelah munculnya insiden dugaan ancaman bom di rumah Agus Raharjo, pihaknya lebih memperketat proses pengamanan TKP. Pengamanan tersebut akan dilakukan selama 24 jam di kediaman Agus mulai hari ini.

Pantauan Antara di TKP hingga Rabu sore melaporkan, rumah dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 300 meter per segi itu masih dihuni oleh sejumlah keluarga Agus.

Namun, tidak ada satupun keluarga Agus yang keluar dari rumahnya, hanya nampak seorang anak kecil berpakaian sekolah dasar turun dari mobil jemputan sekolah masuk ke dalam rumah Agus bersama seorang asisten rumah tangga.

Sebelumnya diberitakan, sebuah benda diduga bom ditemukan menggantung di pagar rumah Ketua KPK Agus Raharjo sekitar pukul 05.30 WIB. Sejam kemudian, petugas kepolisian gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Bekasi Kota melakukan penyelidikan di TKP.

Hingga berita ini dibuat, polisi telah membawa sejumlah barang bukti dari kediaman Agus Raharjo, termasuk benda yang diduga bom. (Antara)

Rumah Pimpinan Diteror Bom, PBNU: Nyali KPK Tak Akan Ciut!

Suara.com – Pengurus Besar Nadhatul Ulama ( PBNU ) meyakini teror bom di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakilnya Laode M. Syarif tidak akan membuat ciut nyali pimpinan KPK dalam memberantas korupsi di tanah air.

Ketua PBNU bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan Robikin Emhas mengatakan teror bom merupakan kejahatan dan tindakan terkutuk yang tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.

“Saya yakin nyali KPK tidak akan ciut. Kami berharap aksi teror yang ada justru menjadi pemicu bagi KPK untuk meningkatkan kinerja pemberantasan korupsi dengan lebih baik,” ujar Robikin kepada Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Robikin mengimbau kepada seluruh pimpinan KPK dan penegak hukum tidak ragu dalam memberantas korupsi di tanah air.

“Jangan gentar, jangan ragu. Terus lakukan pemberantasan korupsi. Masyarakat bersama KPK. Masyarakat tidak perlu berspekulasi dan jangan ada hoaks,” kata dia.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk menyerahkan kasus teror bom yang dialami dua pimpinan KPK kepada pihak kepolisian.

“Kita percayakan pengungkapan kasus teror bom ini kepada polisi. Polri cukup profesional. Semoga dalam waktu singkat dapat diungkap tuntas,” kata Robikin.

Teror bom molotov sebelumnya terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) dini hari.

Sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, bom pipa ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB.

Polisi: Ketua KPK Agus Raharjo Diteror Bom Palsu

Suara.com – Markas Besar Kepolisian Indonesia menduga Ketua KPK Agus Rahardjo dikirimkan bom palsu. Sebab dalam aksi teror bom itu, benda yang diduga sebagai bom tidak nampak seperti bom.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menjelaskan dalam bungkusan plastik hitam, rangkaian pipa, kabel dan baterai tidak saling berkaitan.

“Kabel-kabelnya tidak berkaitan, tidak ada detonator, jadi fake bom (peledak palsu) itu,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Awalnya tas yang menyangkut di pagar kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, berisi elemen diduga bom. Setelah diperiksa, elemen di dalam tas itu tidak saling berkaitan dan tidak mungkin menimbulkan ledakan.

Di lokasi terpisah, dua botol berisi spiritus dan sumbu api dilempar ke arah rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu.

Dari dua insiden itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Metro Jaya bersama tim khusus Mabes Polri menyelidiki aksi teror yang dilakukan orang tidak dikenal kepada pimpinan KPK tersebut. (Antara)

Jokowi Ungkap Kondisi Hubungannya dengan Anies Baswedan

Suara.com – Presiden Jokowi mengungkapkan, dirinya tak memunyai satu pun masalah dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan .

Jokowi dan Anies sejak lama selalu dinilai tak memunyai hubungan harmonis. Anies sempat menjadi tim sukses saat Jokowi menjadi peserta Pilpres 2014.

Namun, setelah Jokowi mencopot Anies dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016, rumor hubungan keduanya retak merebak.

Setelah dicopot Jokowi, Anies mencoba peruntungan menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Gerindra dan PKS—dua partai oposan, dan menang.

Kekinian, Anies merupakan pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang menjadi rival Jokowi – Maruf Amin dalam Pilpres 2019. Karenanya, rumor ketidakharmonisan tersebut semakin merebak.

“Orang banyak berpikir, saya dengan Pak Anies ada masalah. Padahal setiap hari bertemu, guyonan bareng,” ucap Jokowi saat berpidato dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).

Karenanya, Jokowi juga meminta masyarakat untuk tidak bermusuhan karena perbedaan politik baik saat pilkada maupun pilpres.

“Jangan sampai karena urusan politik, kita ini menjadi terpisah-terpisah. Padahal kita bersaudara sebangsa dan setanah air, kita saudara semuanya.”

Rumah Diteror Bom, Tetangga: Musuhnya Pak Agus Banyak

Suara.com – Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah , blok A9/15, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi menjadi sasaran teror tas diduga bom, pagi tadi. Peristiwa itu sontak membuat warga yang bermukim di perumahan itu terkejut.

Fery, salah satu warga menyampaikan aksi teror yang menyasar rumah pimpinan lembaga antirasuah itu merupakan perisiwa yang baru terjadi. Sebab, menurutnya, selama puluhan tahun tinggal di kompleks tersebut, Agus dan keluarga belum pernah sama sekali menjadi korban aksi teror.

“Pak Agus sudah 30 tahun mas tinggal disini. Ini pertama kali pak Agus diteror bom dirumahnya,” kata Fery saat ditemui wartawan di lokasi rumah Agus, Rabu (9/1/2019).

Fery pun menilai Agus dikenal tidak punya masalah dengan warga sekitar. Maka, menurutnya, tidak mungkin teror tersebut dilakukan pelaku yang tinggal di Perumahan Graha Indah. Meski demikian, Fery yakin Agus memiliki banyak musuh karena pekerjaan yang dilakoninya menangkap para koruptor.

“Tapi kan musuhnya pak Agus banyak. Musuhnya orang berduit semua (koruptor). Saya rasa juga pak Agus biasa terima teror karena jabatannya sebagai ketua KPK,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas menyampaikan teror diduga bom itu pertama kali ditemukan ajudan pribadi Agus Rahardjo dan petugas keamanan kompleks perumahan. Benda itu ditemukan menggantung di pagar rumah Agus sekitar pukul 06.30 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan, isi tas tersebut tak ditemukan bahan peledak. Polisi hanya menemukan paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai.

“Setelah itu satpam perumahan melapor kepada kami. Sewaktu dicek, bukan bom, tapi memang ada paralon seperti bom,” tuturnya.

Diteror Bom, Rumah Ketua KPK Sering Kebanjiran

Suara.com – Ketua KPK Agus Rahardjo menjadi korban teror setelah ditemukan tas mencurigakan diduga berisi bom di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pagi tadi.

Dari keterangan warga sekitar, Agus sudah puluhan tinggal bersama keluarganya di Perumahan Graha Indah , Blok A9, RT 4, RW 14, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Sudah 30 tahun lebih Pak Agus dan keluarga tinggal di sini. Beliau lebih sering pulang dan berangkat kerja dari rumahnya di sini setiap hari,” kata Ferry seperti dikutip Antara, Rabu (9/1/2019).

Perumahan Graha Indah diketahui berada di kawasan rawan banjir Kota Bekasi. Banjir di sekitar kawasan itu dipicu oleh limpasan air yang berasal dari Perumahan Pondok Nasio Indah yang berada di seberang tempat tinggal petinggi lembaga antirasuah itu.

“Kalau banjir biasanya hanya limpas di jalan lingkungan sini saja, tidak sampai masuk ke dalam rumah,” ujar tetangga Agus yang tidak berkenan disebutkan identitasnya.

Hingga berita ini dibuat, tim gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Bekasi Kota tengah melakukan penyelidikan di bawah komando Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jarius Saragih.

Sementara Jarius belum berkenan dikonfirmasi terkait insiden tersebut karena kasusnya telah ditangani langsung Polda Metro Jaya.

Baca Juga

Diam-diam, Anies Lantik 7 Pejabat DKI Hasil Lelang Jabatan

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melantik sebanyak tujuh kepala dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta . Ketujuh pejabat itu dilantik setelah melalui proses lelang jabatan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Proses pelantikan yang dilakukan secara tersembunyi tanpa melibatkan awak media itu dipimpin langsung oleh Anies.

“Pelantikan kali ini merupakan tahap II dari beberapa jabatan yang dilelang dan sudah sesuai dengan rekomendasi KASN untuk tujuh jabatan yang diisi ini,” kata Anies, Rabu (9/1/2019).

Pelantikan tersebut sesuai Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 35 Tahun 2019 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Ketujuh pejabat yang dilantik antara lain, Sri Haryati sebagai Asisten Perekonomian dan Keuangan, Sri Mahendra Satria Wirawan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Chaidir sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Selain itu, Hari Nugroho sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Widyastuti sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Kelik Indriyanto sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Uus Kuswanto sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Timur.

“Pergantian, promosi, dan pergeseran atau mutasi jabatan adalah hal yang biasa, lumrah dan merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka dinamisasi manajemen yang baik, cepat, tepat dan efektif,” ungkap Anies.

Sebelumnya, pada 31 Desember 2018 lalu Anies juga telah melantik tiga pejabat hasil lelang jabatan yang telah dilakukan.

Ketiga pejabat itu adalah Atika Nur Rahmania sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Suzi Marsitawati sebagai Kepala Dinas Kehutanan serta Iin Mutmainah sebagai Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Begini Bentuk Bom yang Digantung di Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo

Suara.com – Kepolisian menyisir setiap ruangan di rumah pribadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat. Rabu (9/1/2019) pagi tadi ditemukan benda mencurigakan serupa bom pipa.

Petugas forensik sesekali memeriksa dua kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar pagar rumah Agus. CCTV itu menyorot langsung lokasi temuan benda berbentuk pipa PVC 3 inci dengan dibalut kabel warna warna warni. Pipa yang diduga bom itu dibungkus tas hitam dan menggantung di pagar pukul 05.30 WIB.

Sejumlah benda yang diduga barang bukti kejadian nampak diangkut menuju mobil Tim Puslabfor Polri.

“Saat tim dari Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor), intel, Identifikasi dan olah TKP serta Gegana sedang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menindaklanjuti kasus ini,” kata Kapolsek Jatiasih Kompol Ili Anas di Bekasi.

Petugas Forensik Mabes Polri nampak menyisir setiap ruangan di kediaman pribadi Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah Blok A9 RT04 RW014, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Rabu siang.

Petugas sesekali terlihat keluar-masuk ruangan di lantai dua serta sebagian menyisir parkiran kendaraan di lantai dasar. Polisi ini belum dapat memastikan hasil penelusuran tim di lapangan.

Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jarius Saragih nampak memimpin langsung jalanya proses olah TKP di lokasi.

“Saya akan berada di TKP sampai nanti sore. Semuanya masih diselidiki,” katanya. (Antara)

Baca Juga

Rumah Agus Rahardjo Kena Teror Bom Saat Sedang Direnovasi

Suara.com – Ketua KPK Agus Rahardjo diketahui sudah hampir 30 tahun menempati sebuah rumah yang terletak di Perumahan Graha Indah, Blok A9, RT 4, RW 14, Kelurahan Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pagi tadi, rumah petinggi lembaga antirasuah itu diteror sebuah tas diduga berisi bom.

Seperti diwartawakan Antara, Agus bersama keluarga menempati lahan dua kapling seluas sekitar 300 meter per segi. Terlihat bangunan kusam itu sedang renovasi di bagian parkiran kendaraan lantai dasar yang belum sepenuhnya rampung dikerjakan. Sebagian dinding ruang parkir itu masih berbentuk tumpukan batu bata dan belum dilapisi tembok.

Sementara lantai parkir di bagian depan pun belum dibeton, hanya nampak pecahan puing coran dan batu bata sebagai pondasinya.

Ferry, seorang warga mengatakan rumah berlantai dua dengan cat dinding abu-abu itu sudah 30 tahun lebih ditempati Agus dan keluarganya.

“Sudah 30 tahun lebih Pak Agus dan keluarga tinggal di sini. Beliau lebih sering pulang dan berangkat kerja dari rumahnya di sini setiap hari,” kata Ferry.

Hingga berita ini dibuat, tim gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Bekasi Kota tengah melakukan penyelidikan di bawah komando Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jarius Saragih.

Sementara Jarius belum berkenan dikonfirmasi terkait insiden tersebut karena kasusnya telah ditangani langsung Polda Metro Jaya.

Baca Juga

Perangi Hoaks, Anita Wahid Ajak Masyarakat Giat Siskamling Digital

Suara.com – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia ( Mafindo ) mengajak seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama melawan berita bohong alias hoaks yang belakangan ini menjamur menjelang Pemilu 2019 . Mafindo juga mengajak masyarakat untuk giat melakukan siskamling digital .

“Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk rajin siskamling digital kaya kami (Mafindo).Tolong laporin aja. Polisi punya aplikasi siber polisi, menkominfo punya tempat menerima aduan. Mafindo juga bisa memverifikasi,” kata Presidium Mafindo, Anita Hayatunnufus Wahid dalam sebuah diskusi di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Dalam mengkonsumsi pemberitaan, Anita meminta masyarakat jangan hanya terpaku dalam satu sumber pemberitaan. Untuk itu, Anita mengajak masyarakat untuk rajin melakukan siskamling digital dan tidak takut untuk melaporkan bilamana menemukan suatu kabar bohong atau hoaks sebgaimana yang kerap dilakukan Mafindo.

Berkenaan dengan itu, putri ketiga mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid tersebut mengungkapkan Mafindo sendiri membuat satu program roadahow ke partai-partai politik peserta Pemilu guna mensosialisasikan kepada pimpinan partai untuk tidak menggunakan hoaks sebagai senjata dalam kontestasi politik.

Anita berharap pimpinan-pimpinan partai politik secara tegas dapat mengingatkan kader dan simpatisannya untuk tidak memproduksi hoaks.

“Meski petinggi partai bilang enggak mau pakai hoaks, tapi kan dibawah masih banyak sekali. Dengan begitu kami harap petinggi partai mau tegas menindak simpatisannya yang memakai hoaks,” imbuhnya.

Anita kemudian mengajak elite parpol untuk berhenti memproduksi hoaks dan beralih dengan lebih mengedepankan ide-ide dan gagasan dalam membangun bangsa.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, Anita menyebut bahwasannya hoaks tidak terlalu memengaruhi elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

Adapun, kata Anita dari hasil survei tersebut menyatakan hoask hanya memengaruhi kepada kelompok-kelompok loyalitas dari pihak yang memproduksi hoask itu sendiri. Artinya, hoaks tersebut justru tidak terlalu memengaruhi suatu kelompok lainnya.

“Jadi menurut saya kalau sudah tahu tidak berpengaruh ngapain lagi menggunakan hoaks. Kami dari Mafindo mengajak untuk berhenti membuat hoaks lebih baik memikkrkan pakai cara-cara yang positif, baik, yang efektif tapi juga membangun,” pungkasnya.

Sempat Buron, Guru Silat Cabuli Pelajar di Kuburan Akhirnya Ditangkap

Suara.com – Guru silat berinisial FA di Muarojambi , Jambi , dibekuk aparat Reskrim Polsek Jaluko bersama Polres Muarojambi, karena mencabuli pelajar yang menjadi murid padepokannya di kuburan Mendalo.

Berdasarkan informasi yang terhimpun Serujambi—jaringan Suara.com, FA (40) adalah warga RT 21 Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Muarojambi. Sedangkan korban adalah pelajar warga Kabupaten Batanghari.

Kapolsek Jaluko Ajun Komisaris Eko Budi Lustiono mengatakan, pelaku melakukan aksinya ini pada Minggu 18 Maret 2018, sekitar pukul 01.00 WIB.

FA merudapaksa pelajar dalam kompleks kuburan Budi Luhur II, Kecamatan Jaluko, Muarojambi. Karena tidak terima dengan perbuatan terhadap gurunya itu, korban langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Setelah mendapatkan laporan, anggota langsung meluncur untuk melakukan penangkapan kepada pelaku. Setibanya di rumah pelaku, ternyata pelaku telah melarikan diri.

“Tepat pada hari Senin 7 Januari 2019, sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku berhasil kami tangkap di pondok tempat penjagaan ikan, RT 21, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Muarojambi,” kata Eko Budi, Rabu (9/1/2019).

Seusai ditangkap, pelaku langsung digiring ke Polres Muarojambi guna diperiksa lebih lanjut.

“Pelaku langsung di bawa ke Polres Muarojambi. Adapun barang bukti yang telah disita berupa pakaian korban.”

Berita ini kali pertama diterbitkan Serujambi.com dengan judul “Cabuli Pelajar di Kuburan Mendalo, Oknum Guru Silat Dibekuk”

Polisi Masih Ragu Jenis Bom di Rumah 2 Pimpinan KPK

Suara.com – Kepolisian masih menyelidiki insiden penemuan barang yang diduga bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief dan bom pipa di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo . Hanya saja polisi masih ragu soal jenis kedua bom itu.

Dari data yang dihimpun Suara.com, diketahui jika benda yang diletakan oleh orang tak dikenal di depan kediaman Laode M. Syarief merupakan sebuah botol menyerupai bom molotov.

Sementara, di kediaman Agus Rahardjo diketahui ada tas hitam yang tergantung di depan pagar itu berisi beberapa barang. Salah satunya yakni peralon atau pipa yang berisi serbuk putih dan beberapa paku, serta tiga kabel berwarna kuning, merah dan biru.

“Belum berani simpulkan molotov atau jenis bom lain. Nanti tim buat kesimpulan,” ucap Karopenmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (9/1/2019).

Terkait hal tersebut, Dedi mengatakan jika pihaknya sedang mengumpulkan beberapa barang bukti. Salah satunya yang telah diamankan, yaitu pecahan botol.

“Ada berupa pechan botol sedang dianalisa, bekas asap api sedang diperiksa labfor,” jelas Dedi.

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Setelah dilihat di kamera CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah.

Sementara, benda diduga bom ditemukan oleh penjaga rumah Agus Raharjo pada Rabu pagi, pukul 05.30 WIB. Benda itu sempat dimasukkan ke dalam garasi rumah oleh penjaga keamanan.

Namun, saksi curiga pada benda yang tidak ada nama pengirim dan tujuan. Akhirnya saksi membongkar dan menemukan benda mencurigakan hingga melapor aparat kepolisian.

Rumah Pimpinan Diteror Bom, ICW: Ini Bukti KPK Bekerja

Suara.com – Indonesia Corruption Watch ( ICW ) menganggap serangan teror bom di kediaman pimpinan KPK akan terus terjadi dan sudah menjadi resiko pekerjaan . Rumah Ketua KPK Agus Raharjo di Bekasi dan Wakilnya Laode M. Syarif di Kali Bata, Jakarta Selatan, diteror bom oleh orang tidak dikenal pada Rabu (9/1/2019).

Koordinator Divisi Korupsi ICW, Donal Fariz mengatakan teror yang menimpa dua petinggi KPK ini sebagai bukti lembaga anti-rasuah tersebut sedang bekerja memberantas korupsi.

“Teror ini bukti KPK bekerja, kalau tidak bekerja mereka tidak akan diteror,” kata Donal Faris di Kantor ICW, Rabu (9/1/2019).

Donal menjelaskan teror akan terus mengancam pihak KPK jika kasus-kasus teror yang terjadi sebelumnya tidak pernah terungkap siapa pelakunya.

“Teror seperti ini akan terus terjadi kalau teror sebelumnya tidak terungkap. 2008 ada teror di gedung KPK yang membuat pegawai KPK menyelamatkan diri, 2009 juga ada teror, teror air keras terhadap Novel Baswedan,” kata dia.

“Jadi ini bukan kejadian pertama, jadi teror ini akan terus terjadi terhadap KPK,” Donal menambahkan.

Donal khawatir pelaku teror terhadap KPK yang tidak pernah terungkap motifnya ini akan mengakibatkan opini publik yang liar dan tak terkendali.

“Sekarang kan spekulatif, apa karena politik, keamanan dalam negeri atau karena kasus yang sedang diselidiki KPK, ini butuh proses hukum yang cepat,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, bom pipa ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB.

Sandiaga Yakin Teror Bom Pimpinan KPK Upaya Menekan Pemberantasan Korupsi

Suara.com – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyebut teror bom di rumah 2 pimpinan KPK sebagai tekanan usaha pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK . Sandiaga turut prihatin.

Sandiaga mengatakan aksi teror bom tersebut menjadi salah satu upaya teror kepada pemberantasan korupsi. Kata Sandiaga, aksi tersebut bisa dinilai sebagai reaksi dari keinginan pemerintah yang ingin membersihkan negara dari praktik-praktik korupsi.

Padahal, masyarakat sendiri menurut Sandiaga sudah muak dengan praktik korupsi yang terus bergulir di Indonesia.

“Ini upaya-upaya yang menghadirkan rasa teror banyak yang menilai ini adalah upaya menekan agar upaya-upaya kita untuk memberantas korupsi, upaya-upaya agar kita menghadirkan pemerintahan yang bersih ini terus mendapatkan perlawanan,” kata Sandiaga di Kantor Pusat Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo – Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2018).

Dengan adanya kejadian tersebut, Sandiaga menyampaikan rasa prihatinnya atas aksi teror bom yang menimpa sejumlah pimpinan KPK. Di samping itu, dirinya memastikan meskipun adanya aksi teror tersebut, upaya pemberantasan korupsi harus tetap berjalan.

“Kita sampaikan bahwa Prabowo – Sandiaga bersimpati dan turut prihatin dengan upaya-upaya menebar rasa takut dan juga rasa teror. Tapi kalau untuk urusan korupsi itu kita harus totalitas. Jangan sampai kita mundur selengkal pun tidak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dua kediaman petinggi KPK, yakni Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan dilempar bom molotov pada Rabu (9/1/2019) dini hari.

Pihak kepolisian yang langsung bergerak memeriksa saksi dan rekaman kamera pengintai CCTV di kedua rumah itu.

Sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan pada pukul 05.30 WIB. Sedangkan di kediaman Agus Rahardjo, Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi ditemukan bom pipa pada Rabu pukul 06.30 WIB.

Tewas Telanjang Menungging di Ranjang, Devi Ternyata Ditembak Sang Pacar

Suara.com – Polisi akhirnya mengungkap tabir misteri dua sejoli yang tewas telanjang dengan luka tembak di Kamar C12 Hotel Central, Kisaran, Kabupaten Asahan , Sumatera Utara , yang terjadi pada Senin (7/1) awal pekan ini.

Seusai melakukan penyelidikan, polisi menyimpulkan kasus itu adalah pembunuhan sekaligus bunuh diri.

“Hasil olah TKP, salah satu yang meninggal adalah pelaku penembakan dan juga pelaku (bunuh diri),” kata Kapolres Asahan Ajun Komisaris Besar Faisal Napitupulu dalam keterangan tertulis yang didapat Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Ia mengatakan, Hasyim Prasetya (33) warga Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, terlebih dulu menembak mati sang kekasih, Devi Istiana.

Setelah menembak mati perempuan berusia 22 tahun warga Pondok Karang Air, Lingkungan III, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur, Kota Kisaran, Hasyim bunuh diri.

Ketika ditemukan pegawai hotel, Hasyim tewas tertelungkup di lantai tanpa mengenakan busana. Kepalanya luka parah.

Sedangkan Devi ditemukan tewas telanjang menungging di pinggiran ranjang kamar. Sama seperti Hasyim, Devi juga tewas karena luka tembak di kepala.

Sementara dari kamar hotel, polisi menemukan  senjata api rakitan bergagang kayu, satu selongsong peluru di atas meja, dan satu lagi di dalam senpi.

Sebelumnya diberitakan, Hasyim dan Devi menyewa kamar C12 di hotel itu sejak Minggu (6/1) akhir pekan lalu.

Selang sehari, persisnya Senin (7/1) pagi, pegawai hotel mencoba menghubungi telepon kamar yang disewa dua sejoli itu tapi tak terbalas.

Karena curiga, pegawai hotel lantas mendatangi kamar tersebut. Namun, Hasyim dan Devi tak kunjung keluar.

Akhirnya, pegawai hotel mendobrak pintu kamar tersebut  dan mendapati keduanya telah menjadi mayat bersimbah darah karena luka tembak.

Devi tewas dalam posisi menungging di pinggir ranjang. Sementara Hashim tergeletak di lantai kamar dengan kepala pecah.

Pembangunan MRT Fase II Dimulai Akhir Januari 2019

Suara.com – Direktur Utama PT Mass Rapid Transit ( MRT ) William Sabandar memastikan pembangunan MRT fase II akan dimulai akhir Januari 2019. Rencananya, pada fase II ini akan melayani rute dari Bundaran Hotel Indonesia hingga ke Stasiun Jakarta Kota.

William mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan untuk segera melakukan groundbreaking pembangunan fase II. Waktu pelaksanaan grounbreaking sendiri masih menunggu jadwal dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

“Akhir Januari fase II (groundbreaking) lagi dikonsultasikan dengan jadwal pak gubernur, tapi kita sudah bersurat,” kata William saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Pembangunan MRT fase II akan dilakukan melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, rencananya PT MRT akan membangun gardu listrik bawah tanah di Monas, Jakarta Pusat.

“Di Monas kan gardu listrik bawah tanah yang kita bangun, sudah kesepakatannya begitu,” ungkap William.

“Ada tahapannya begitu. Cuman dimulai pertama dengan groundbreaking, lalu tahun ini kita juga lakukan pembebasan lahan gitu,” imbuh dia.

Untuk informasi, awalnya MRT fase II direncanakan melayani rute Bundaran HI hingga ke Kampung Bandan. Namun, rencana rute itu diubah sesuai dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1728 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur MRT Koridor Bundaran HI-Kota pada 21 November 2018 lalu.

Baca Juga

Jaga Ketat Rumah Ketua KPK, Polisi Berpakaian Preman Turut Dikerahkan

Suara.com – Kapolres Metropolitan Bekasi Kota Kombespol Indarto mengaku telah mengerahkan anak buahnya untuk melakukan pengamanan di kediaman Ketua KPK Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah RT 4, RW 14, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pengamanan itu dilakukan seteleh rumah Agus menjadi sasaran teror benda yang diduga bom, pagi tadi.

“Saya turunkan petugas di rumah Pak Agus untuk penjagaan sekaligus mencari fakta baru,” kata Indarto saat ditemui wartawan, Rabu (1/9/2019).

Namun, Indarto tak merinci berapa total personel yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan di rumah petinggi antirasuah itu. Berdasarkan pantauan di lapangan, tak hanya polisi berseragam lengkap yang terlihat dikerahkan ke lokasi, sejumlah anggota berpakaian preman turut berjaga di sekitar rumah Agus.

Terkait adanya teror benda diduga bom, Agus diketahui tak sedang berada di rumah. Tas mencurigakan berisi benda diduga bom itu pertama kali ditemukan penjaga rumah sekitar pukul 05.30 WIB.

“Sempat disimpan oleh petugas keamanan ke dalam garasi. Soalnya pak Agus sedang tidak ada di rumah,” kata Feri, salah satu warga sekitar saat ditemui kepada suara.com.

Saksi yang curiga lantas melihat isi dalam tas itu. Rupanya benda mencurigaan yang di duga bom. Kemudian, warga heboh hingga menghubungi aparat kepolisian.

Sekitar pukul 06.30 WIB, tim gegana dari Polda Metro Jaya dan Kepolisian Resort Metropolitan Bekasi Kota datang untuk melaksanakan olah TKP.

“Benda itu sudah di bawa oleh aparat kepolisian mas. Kami berharap tidak terjadi apa-apa di daerah sini, apalagi sampai bom seperti itu,” tandasnya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Rumah Dilempar Bom Molotov, Laode Kaget dan Keluar Rumah Bersama Istri

Suara.com – Wakil Ketua KPK , Laode M. Syarief langsung keluar rumah sesaat setelah bom molotov dilempar ke rumahnya. Bom molotov berbentuk botol dan berisi cairan spirtus dan sumbu itu bersarang di halaman rumah Laode.

Suwarni (59) seorang pedagang yang kerap berjualan di dekat kediaman Laode Rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No. 42 C RT 01/04 Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan bersaksi soal kasus pelemparan bom molotov itu.

Dia mengaku mengetahui ada botol kaca bersumbu seperti ada lampu di pojok pintu rumah petinggi KPK tersebut.

Suwarni melihat botol kaca sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelumnya dia tak menyangka jika benda tersebut merupakan bom molotov. Menurutnya saat itu situasi sedang sepi.

Bom molotov itu diketahui saat sopir Laode datang. Ketika ingin membukakan pintu, botol kaca bersumbu berisi minyak tanah itu ditemukan.

“Ada apa Pak Bambang (sopir Laode)? Ada bom molotov,” ujar Suwarni menirukan pertanyaan ke sopir Laode.

Tak lama kemudian, Laode bersama istrinya keluar rumah. Seketika mereka berdua pun langsung menghubungi pihak berwenang untuk melaporkan kejadian.

“Saya cuma lihat aja (mereka) keluar. Lalu telepon,” pungkasnya.

Kasus Suap Proyek Meikarta, Hakim Tolak Eksepsi Billy Sindoro

Bangun Santoso

Kasus Suap Proyek Meikarta, Hakim Tolak Eksepsi Billy Sindoro

Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro bersiap meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

“Eksepsi yang diajukan terdakwa sudah menyentuh pokok perkara yang pembuktiannya harus dibuktikan di persidangan,”

Optimis Selesai Maret 2019, Pembangunan MRT Fase I Capai 98 Persen

Suara.com – Pembangunan Moda Raya Terpadu atau MRT Ratangga fase satu rute Lebak Bulus – Bundaran HI ditargetkan selesai pada Maret 2019. Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 98,1 persen.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pembangunan MRT sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. William optimis pembangunan MRT bisa selesai pada Maret mendatang.

“Saat ini pembangunan sudah 98,1 persen, Maret sudah on track,” kata William saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Saat ini, proses uji coba kereta sudah mulai dijalankan sejak 24 Desember 2018 lalu dan akan terus dilakukan hingga 25 Februari 2019 mendatang.

Berbagai perbaikan hasil evaluasi uji coba, kata William, terus dilakukan untuk menyempurnakan pembangunan MRT Ratangga.

Selanjutnya, pada 26 Februari akan dilanjutkan dengan uji coba secara penuh dengan melibatkan masyarakat terbatas. William mengakui, pihaknya sedang menyiapkan mekanisme untuk uji coba secara penuh yang melibatkan masyarakat.

“Nanti kita akan keluarkan mekanismenya masyarakat naik dimana turun dimana. Semua station sedang dipersiapkan,” tutur William.

William mengakui, tidak ada kendala berarti selama pembangunan MRT fase I. PT MRT, kata dia, tengah mempersiapkan tanggal yang pas untuk mulai pengoperasian MRT pada Maret mendatang.

“Hal-hal perlu dipastikan adalah memastikan seluruh sistem bekerja. Tanggal operasi sedang kita siapkan,” tutupnya.

PT MRT Jakarta sendiri telah membangun MRT fase 1 dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer. Rencananya, MRT Ratangga akan beroperasi pada Maret 2019.

Perjalanan yang ditempuh mencapai 30 menit dengan melintasi 13 stasiun pemberhentian. Satu rangkaian terdiri atas 6 gerbong kereta dengan kapasitas tiap gerbong sebanyak 200-300 orang dan kapasitas maksimum sebanyak 1.800 penumpang.

Kecepatam kereta dalam tanah bisa mencapai 80 kilometer perjam dan bisa meningkat menjadi 100 kilometer perjam saat berada di atas permukaan tanah.

Dua Sejoli Tewas Telanjang di kamar Hotel, Hasim di Lantai Devi Menungging

Suara.com – Sepasang kekasih bernama Hasyim Prasetya dan Devi Istiana ditemukan tewas dalam kondisi telanjang bulat di kamar Hotel Central, Jalan Gambus Kisaran, Kabupaten Asahan , Sumatera Utara.

Saat ditemukan pada hari Senin (7/1) awal pekan ini, Hasyim dan Devi bersimbah darah dan terdapat luka menganga bekas tembakan.

Kapolres Asahan Ajun Komisaris Besar Faisal F Napitupulu dalam keterangan tertulis yang didapat Suara.com, Rabu (9/1/2019), Hasyim adalah lelaki berusia 33 tahun warga Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat.

Sementara Devi adalah perempuan berusia 22 tahun warga Pondok Karang Air, Lingkungan III Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur, Kota Kisaran.

”Keduanya sepasang kekasih. Mereka masuk ke hotel itu dan menginap sejak hari Minggu (6/1) akhir pekan lalu,” kata Faisal.

Selang sehari, persisnya Senin pagi, pegawai hotel mencoba menghubungi telepon kamar yang disewa dua sejoli itu tapi tak terbalas.

Karena curiga, pegawai hotel lantas mendatangi kamar tersebut. Namun, Hasyim dan Devi tak kunjung keluar.

Akhirnya, pegawai hotel mendobrak pintu kamar tersebut  dan mendapati keduanya telah menjadi mayat bersimbah darah karena luka tembak.

Devi tewas dalam posisi menungging di pinggir ranjang. Sementara Hashim tergeletak di lantai kamar dengan kepala pecah.

“Saksi juga menemukan senjata api rakitan di dekat mayat,” tuturnya.

Bom Molotov Rumah Pimpinan KPK, PRT Teriak “Ada bom!”

Suara.com – Pekerja rumah tangga atau PRT Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief terisk begitu mengetahui ada bom molotov bersarang di rumah Laode. Bom molotov rumah pimpinan KPK itu baru ditemukan, Rabu (9/1/2019) pagi sekira pukul 05.00 WIB.

Rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No. 42 C RT 01/04 Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Suwarni (59) seorang pedagang yang kerap berjualan di dekat kediaman Laode bersaksi soal kasus pelemparan bom molotov itu.

Dia mengaku mengetahui ada botol kaca bersumbu seperti ada lampu di pojok pintu rumah petinggi KPK tersebut. Suwarni melihat botol kaca sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelumnya dia tak menyangka jika benda tersebut merupakan bom molotov. Menurutnya saat itu situasi sedang sepi.

“Bom (molotov) di situ terus sampai pukul 06.30 WIB. Saya lagi jualan kue, lagi duduk. Pas sopir (Laode) datang, sekitar pukul 05.00 WIB lewat. Kemudian, pembantunya dari dalam teriak, ada bom,” jelasnya saat ditemui di depan Rumah Laode, Rabu siang.

Bom molotov itu diketahui saat sopir Laode datang. Ketika ingin membukakan pintu, botol kaca bersumbu berisi minyak tanah itu ditemukan.

“Ada apa Pak Bambang (sopir Laode)? Ada bom molotov,” ujar Suwarni menirukan pertanyaan ke sopir Laode.

Tak lama kemudian, Laode bersama istrinya keluar rumah. Seketika mereka berdua pun langsung menghubungi pihak berwenang untuk melaporkan kejadian.

“Saya cuma lihat aja (mereka) keluar. Lalu telepon,” pungkasnya.

Kesal Dituduh Rebut Suami Orang di Medsos, Caleg Golkar Aniaya Warga

Suara.com – SN , seorang Calon Legislatif dari Partai Golkar dibekuk polisi lantaran diduga melakukan aksi penganiayan terhadap warga berinisial IA.

Kasatreskrim Polres Enrekang AKP Muh. Hatta menyebutkan jika dugaan penganiayan dilakukan SN setelah dituduh merebut suami korban. SN dan IA awalnya perang komentar di media sosial.

Merasa kesal karena tuduhan itu, SN akhirnya menyantroni AI di Sirkuit Didu Kalimbua, Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla pada bulan lalu. Kemudian pelaku lalu menganiaya korban.

“Informasinya, SN dituding telah merebut suami dari IA. Awalnya saling hujat di media sosial, SN kemudian mendatangi IA dan diduga telah melakukan penganiayaan,” kata Hatta seperti dilansir dari Kabarmakassar.com–jaringan Suara.com, hari ini.

Setelah menerima laporan, polisi kemudian meringkus SN yang tercatat maju menjadi caleg di Kabupaten Enrekang. Usai ditangkap, SN kemudian dibawa ke Mapolres Enkerang untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus tersebut.

Dalam kasus ini, polisi juga masih melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan saksi dan alat bukti untuk menentukan status hukum SN.

“Tindak lanjutnya masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, dan diduga pelaku masih kami amankan, “tambah AKP. Muh. Hatta.

Sumber: Kabarmakasssar.com

Kediaman Pimpinan KPK Dua Kali Dilempar Bom Molotov, Pertama Tak Meledak

Suara.com – Kediaman Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, menjadi sasaran teror pelemparan bom molotov pada Rabu (9/1/2019). Pelemparan bom molotov yang dilakukan orang tidak dikenal terjadi dua kali.

“Jadi di kediaman pak Laode ada bom molotov. Dua botol yang dilemparkan, sekali tidak nyala atau tidak pecah, yang kedua pecah,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Rabu (9/1/2019).

Namun saat disinggung lebih rinci perihal kronologi pelemparan bom molotov tersebut, Argo enggan menjelaskan. Arho mengatakan, pihaknya dan tim dari Densus 88 tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Tim mabes polri yang dipimpin Kadensus dan tim Polda, Inafis, Puslabfor, kita bentuk tim untuk mengungkap siapa pelakunya. Saat ini penyidik sedang bekerja,” jelasnya.

Argo menambahkan, dalam penyelidikan sementara kasus pelemparan bom molotov di kediaman pimpinan KPK, sejumlah saksi tengah menjalani pemeriskaan.

“Ada, beberpa sudah dimintai keterangan awal,” tandas Argo.

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Setelah dilihat di kamera CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah.

Polisi: Tidak Ada Bahan Peledak dalam Tas Hitam di Pagar Rumah Ketua KPK

Suara.com – Polisi memastikan, tas hitam mencurigakan yang disangkutkan pelaku misterius di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo , Perumahan Graha Indah RT4/14, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi , Jawa Barat, bukan bom.

Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota Ajun Komisaris Erna Ruswing mengatakan, kepastian itu setelah tas tersebut diperiksa tim Gegana Polda Metro Jaya, Rabu (9/1/2019) pagi.

“Isinya hanya paralon dan paku, tidak ditemukan bahan peledak. Tas itu sudah disita tim Gegana Polda Metro Jaya,” kata Erna kepada Suara.com.

Meski demikian, kata Erna, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan penjagaan ketat di kediaman petinggi lembaga antirasywah itu.

“Kami akan tetap lakukan penyidikan lebih lanjut, dan mengantisipasi ada teror lain,” ujar Erna.

Untuk diketahui, benda diduga bom ditemukan oleh penjaga rumah Agus Raharjo pada Rabu pagi, pukul 05.30 WIB. Benda itu sempat dimasukkan ke dalam garasi rumah oleh penjaga keamanan.

Namun, saksi curiga pada benda yang tidak ada nama pengirim dan tujuan. Akhirnya saksi membongkar dan menemukan benda mencurigakan hingga melapor aparat kepolisian.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Rumah 2 Pimpinan KPK Dilempar Bom Molotov, Polisi Bentuk Tim Khusus

Suara.com – Kepolisian Indonesia membentuk tim khusus untuk menyelidik pelemparan bom molotov ke rumah 2 pimpinan KPK, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo . Tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus atau Densus 88 dan Polda Metro Jaya.

Tim tersebut sekarang sedang meluncur ke TKP pelemparan. Hal itu dibenarkan Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetya saat di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

“Untuk kejadian pada pagi hari ini ada insiden di rumah bapak Agus dan Laode kejadian itu benar terjadi hari ini. Saat ini Polda Metro bentuk tim di-back up Densus 88 akan segera mungkin ungkap peristiwa di rumah Agus dan Laode. Berikan kesempatan kepada tim yang sudah dibentuk untuk ungkap kasus,” ujarnya, Rabu (8/1/2019).

Sebelum Kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (9/1/3019) dini hari.

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Setelah dilihat di kamera CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah.

Saat ini, polisi telah berada di rumah Wakil Ketua KPK tersebut untuk memastikan kebenarannya.

Baca Juga

Minta Data ke Prabowo, Ganjar Siap Urusi Warga Jateng yang Sulit Makan

Suara.com – Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak hanya menyebut ada warga Jateng yang sulit makan . Sebagai kepala daerah, Ganjar menantang Prabowo untuk menunjukan data terkait orang-orang di Jawa Tengah yang disebut sulit makan.

“Saya jawab, kalau saya ditunjukan datanya, akan saya urusi,” kata Ganjar, usai Grand Launching Gas BRT, di Hotel Patra Semarang, Rabu (9/1/2019).

Tak hanya menyebut sulit makan, Prabowo juga menyinggung akibat ketimpangan ekonomi itu ada orang tua yang gantung diri karena tak bisa menghidupi anak-anaknya.

Mendapat pernyataan seperti itu, Ganjar masih bersikap santai. Politikus PDI Perjuangan ini justru mendoakan Ketua Umum Partai Gerindra itu agar selalu dalam kondisi sehat dengan harapan pernyataan yang disampaikan ke publik sesuai dengan data dan fakta.

“Saya doakan selalu sehat, kalau orangnya sehat, pernyataan-pernyataannya juga akan menyehatkan,” tutur Ganjar.

Sebelumnya, dalam acara temu kader, relawan, dan simpatisan yang bertajuk ‘Prabowo menyapa Sulawesi Tengah’ di Palu, Selasa (8/1/2019), Prabowo Subianto mendapat laporan jika di Jawa Tengah dan Jawa Barat ada masyarakat miskin yang makan sehari hanya satu kali.

“Makannya susah, ada yang mungkin sehari sekali makan. Ada yang mungkin dua hari sekali makan,” sebut Prabowo.

Terkait itu, Prabowo menilai negara gagal dalam mensejahterakan rakyatnya. Sebab masih banyak warga miskin yang sulit makan.

“Kalau kita tidak mampu memberi makan kepada rakyat kita, maka negara kita sesungguhnya gagal sebagai negara,” ucap Prabowo.

Kontributor : Adam Iyasa

Bom Molotov Dilempar ke Rumah 2 Pimpinan KPK di Waktu Berbeda

Pebriansyah Ariefana | Yosea Arga Pramudita

Bom Molotov Dilempar ke Rumah 2 Pimpinan KPK di Waktu Berbeda

Bareskrim Mabes Polri mengungkap pelaku berinisal B yang berperan sebagai pembuat dan penyebar berita bohong atau hoaks 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Suara.com/Walda Marison)

Sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Kesedihan Iringi Kematian Raksasa Sungai Amazon di Mata Kucing Batam

Suara.com – Kesedihan mendalam tengah dirasakan oleh Netty Herawati, Konservator Hutan dan Pengelola Kawasan Mata Kucing, Batam , Kepulauan Riau beserta petugas kawasan lainnya.

Ikan jenis Arapaima Gigas koleksi kawasan Mata Kucing Batam yang keempat mati terapung di kolam ikan kawasan hutan wisata itu pagi tadi, Rabu (9/1/2019).

Paima panggilannya, ikan endemik sungai Amazon di Amerika Selatan berbobot kurang lebih 160 kilogram yang berumur antara 15-20 tahun itu ditemukan oleh salah satu karyawannya yang sedang membersihkan kolam.

Kesedihan jelas terlihat dari wajah Netty ketika batamnews.co.id__jaringan Suara.com__mendatangi lokasi.

“Tiap hari saya berteman dengan mereka, tiap hari saya bertemu dengan mereka. Bagaimana saya nggak sedih. Tapi saya percaya pasti tuhan punya rencana lain,” ucap Netty dengan suara parau.

Menurut dia, ikan raksasa itu sudah dirawatnya dari masih sepanjang 40 sentimeter. Ikan itu sudah sangat jinak dengannya beserta karyawan yang lain.

“Kami biasanya manggil Paima cukup dengan menyentak-nyentakkan kaki, dia langsung datang,” ujar Netty.

Netty sangat terpukul dengan kejadian ini, Paima sudah seperti keluarga bagi dia. Sebelum Paima ditemukan mati, Netty sempat sakit terlebih dahulu.

“Saya memang begitu, kalau ada hewan peliharaan saya yang mau mati, saya pasti sakit dulu. Kemarin itu saya sakit, tidur aja seharian di kamar,” ungkap Netty.

Tidak hanya Netty, salah seorang karyawannya pun merasa sangat terpukul dengan kematian Paima.

“Saya dapat kabar pagi, padahal saya lagi libur. Saya langsung ke sini,” ujar Suci Triana Sitepu.

Menurut Suci, Paima itu adalah ikan yang sangat baik. Walaupun hidupnya berdampingan dengan ikan lainnya, Paima tidak pernah memakan ikan lainnya itu.

“Bahkan kalau kita lagi ngasih makan ikan yang lain, dia itu mundur, mengalah. Dia nggak mau ganggu yang lain,” ujar dia.

Saking sayangnya mereka dengan ikan ini, Paima pun dimakamkan layaknya manusia dimandikan, dikafani dan dikuburkan serta didoakan.

Sumber: Batamnews.co.id

Bom Molotov yang Dilempar ke Rumah Ketua KPK Ditemukan di Halaman

Suara.com – Bom molotov yang dilempar ke rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih Kota Bekasi ditemukan di halaman. Bom molotov itu berisi spirtus dan sumbu di dalam botol.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan sampai kini polisi masih menyelidiki bom molotov tersebut.

“Patut diduga bom molotov tapi masih didalami. Handak tersebut ditemukan di halaman rumah,” jelas Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Tim Inafis dan Labfor sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, belum jelas soal motif teror bom molotov yang terjadi di kediaman Agus.

“Patut diduga bom molotov tapi masih didalami. Handak tersebut ditemukan di halaman rumah,” jelasnya.

Sebelum Kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (9/1/3019) dini hari.

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Setelah dilihat di kamera CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah.

Paket Diduga Bom Digantung di Pagar Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo

Suara.com – Tim Gegana Polda Metro Jaya menyisir lingkungan di sekitar rumah pribadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Raharjo, di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

“Lingkungan kami disterilkan oleh kepolisian pukul 06.30 WIB. Saya hanya tahu ada benda yang mencurigakan menggantung di sekitar pagar rumah Pak Agus ( Ketua KPK ),” kata tetangga Agus Raharjo, Ferry, di Bekasi.

Menurut dia, benda itu terbungkus kantong kresek hitam digantung di sekitar pagar rumah dekat garasi kediaman Agus di Perumahan Graha Indah, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Benda itu kali pertama ditemukan seorang ajudan pribadi Agus Raharjo sekitar pukul 05.30 WIB saat melintas di sekitar TKP.

Namun demikian, belum ada keterangan resmi dari sejumlah instansi terkait benda apa yang tersimpan di dalam kantong kresek hitam itu.

Ferry mengatkan, selang satu jam kemudian, sejumlah personel berseragam kepolisian maupun yang mengenakan pakaian bebas mulai berdatangan ke TKP.

Ferry juga menyaksikan adanya sebuah kendaraan milik Gegana yang melakukan sterilisasi di sekitar rumah Agus Raharjo pukul 06.30 WIB.

“Saya sendiri tidak mendengar ada suara letusan atau semacamnya. Hanya kantong plastik saja yang sudah diamankan. Jenisnya kurang tahu karena wilayah kita disterilkan polisi,” katanya.

Ada Nama Djoko Susanto di Rekaman 7 Kontainer Surat Suara, Ini Sikap Polisi

Suara.com – Nama ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Djoko Santoso disebut-sebut dalam rekaman tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. Belakangan, rekaman tersebut diketahui merupakan berita bohong alias hoaks .

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian mengaku hanya mengarahkan ke fakta hukum saja. Hal itu dikatakan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri , Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat ditemui di Mabes Polri.

“Jadi gini kita tidak mengarah ke situ. Fakta hukumnya adalah tersangka B menyiarkan berita bohong atau hoaks,” ujarnya, Rabu (8/1/2019).

Namun pihaknya tidak menampik kemungkinan adanya keterlibatan aktor lain dalam penyebaran hoaks tersebut. Ia yakin penyidik akan bekerja sesuai SOP dalam melakukan penyidikan.

“Itu konstruksi hukum secara profesional. Jadi masih melakukan pemeriksaan lanjut,” terangnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Maruf Amin menyoroti soal organisasi dan nama Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso yang disebut dalam rekaman penyebaran berita bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok.

Mereka menilai Djoko Santoso bisa dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan dalam kasus hoaks tersebut.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi – Maruf Amin, Ade Irfan Pulungan mengatakan, enggan menuding apabila penyebaran berita hoaks itu merupakan skenario dari kubu sebelah.

Akan tetapi, dirinya meminta kepada Bareskrim Polri untuk menginvestigasi terkait dengan adanya penyebutan nama-nama yang identik dengan kubu Capres – Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Terkait adanya penyebutan nama itu, kata dia, bisa jadi petunjuk polisi untuk melakukan pemeriksaan termasuk kepada Djoko Santoso.

“Kalau memang jadi petunjuk siapapun dia bisa diperiksa (termasuk Djoko Santoso), apa kaitannya dengan penyebar suara kepada lembaga,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Penjinak Bom Sisir Rumah Ketua KPK Agus Raharjo Usai Dilempar Bom Molotov

Suara.com – Penjinak bom molotov rumah pimpinan KPK atau tim Gegana Polda Metro Jaya menyisir sekitar rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Agus Raharjo , di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019). Penyisiran gegana itu mencari kemungkinan ditemukan bom molotov rumah pimpinan KPK lainnya.

Genana mencari kemungkinan ada bom lain di rumah Agus Raharjo. Tampak sejumlah polisi berpakaian bebas mengamati sejumlah ruangan di kediaman Ketua KPK yang berlantai dua.

Bangunan seluas lebih dari 300 meter per segi itu nampak dijaga ketat oleh sejumlah polisi.

Sebelum Kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Kejadian bom molotov rumah pimpinan KPK tersebut terjadi pada Rabu (9/1/3019) dini hari.

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Setelah dilihat di kamera CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode terkait bom molotov rumah pimpinan KPK. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah. (Antara)

Baca Juga

Kabur Pakai Mobil, Petugas Kejari Luka Saat Tangkap Buronan Wisnu Wardhana

Suara.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surayabaya akhirnya berhasil meringkus buronan kasus korupsi , Wisnu Wardhana pada Rabu (9/1/2019) pagi tadi. Saat hendak ditangkap di Jalan Lebak Jaya II, Wisnu sempat melakukan perlawanan kepada petugas.

Tragisnya, Wisnu hendak melarikan diri bersama sang anak dengan menggunakan mobil Daihatsu Agya warna hitam. Petugas kejaksaan pun langsung mengadang laju kendaraan Wisnu dengan menggunakan sepada motor.

Kasi Intel Kejari Surabaya Kesna menjelaskan jika salah satu petugas Kejari mengalami luka-luka akibat tersenggol kendaraan yang digunakan Wisnu.

“Memang sengaja kita halangi karena pakai motor karena dia menerobos terus. Petugas kami luka lecet karena bajunya tersangkut motor. Hanya luka lecet saja, tidak parah,” ujar Kesna seperti dikutip Beritajatim.com.

Petugas akhirnya berhasil mengamankan Wisnu yang saat ditangkap menggunakan topi dan masker ini. Diketahui, Wisnu berstatus buronen setelah divonis 6 tahun penjara atas kasus korupsi pelepasan aset milik perusahaan milik Pemprov Jatim, yakti PT Panca Wira Usaha (PWU).

Perlu diketahui, Wisnu terjerat kasus korupsi pelepasan aset PT PWU pada 2013. Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan WW menyatakan banding.

Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Surabaya kemudian mengubah vonis Wisnu menjadi 1 tahun penjara. Atas vonis tersebut, Kejari Surabaya lantas mengajukan kasasi. Di tingkat kasasi itulah, MA malah menjatuhkan vonis 6 tahun penjara terhadap Wisnu.

Saat proses pelepasan aset PT PWU, Wisnu menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset. Pelepasan aset itu dilakukan tanpa mengikuti prosedur, sehingga merugikan negara sebesar Rp 11 miliar.

Saat ini Kejati Jatim sudah menerima petikan putusan kasasi dari MA atas nama Wisnu beberapa hari lalu. Selain Wisnu, Kejati Jatim mencatat masih ada 54 DPO korupsi lainnya.

Sumbe: Beritajatim.com

Pimpinan Pesantren Perkosa Santriwati 5 Kali saat Perdalam Ilmu Agama

Suara.com – SNH, santriwati sebuah pondok pesantren di Kampung Kalangjaya, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Lebak , Banten mengaku diperkosa pimpinan pondok pesantren selama 5 kali. Perkosaan itu terus dilakukan selama setahun, sejak usianya 17 tahun.

SNH tengah menimba ilmu agama di pondok pesantren itu. Modus AA memperkosa santriwati SNH untuk membuat suara si santriwati bagus.

Aksi perkosaan pimpinan pondok pesantren itu dilakukan tengah malam. AA masuk ke kamar santriwati SNH dengan mengendap-ngendap.

AA masuk ke kamar santriwati SNH untuk memberikan pijat pada bagian tubuh tertentu dengan alasan agar SNH memiliki suara bagus. Tapi lama kelamaan, AA mulai meraba kelamin SNH. Perkosaan pun terjadi, mereka berhubungan intim.

Pengacara SNH, Dimas Maulana menceritakan kejadian terjadi pada tahun 2017. Saat itu SNH masih berumur 17 tahun.

Selama 5 kali diperkosa, Santriwati SNH bungkam tak melaporkan aksi bejad AA.

“Setelah 2017 meraba-raba bagian vital, di tahun 2018 SNH mengaku sudah mulai ditiduri sebanyak 5 kali. Memang SNH tidak berani untuk menceritakan kejadian ini kepada orang tua karena diancam oleh AA,” kata Dimas saat dihubungi, Rabu (9/1/2019).

Namun Santriwati SNH tidak tahan dengan kelakuan AA. Dia pun melaporkan aksi bejad AA ke polisi.

“Kita sudah laporkan, kita harap polisi juga bisa bekerja profesional,” tegasnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Lebak AKP Oka Nurmulya menuturkan penanganan kasus dugaan pencabulan sudah diterima dan ditindaklanjuti.

“Kami sikapi dengan hati-hati dan kami tindaklanjuti,” ucapnya singkat. (BantenHits.com)

Pintu Air Pasar Ikan Jakarta Masuk Status Kritis

Suara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta menyebut, tinggi permukaan Pintu Air (PA) Pasar Ikan memasuki tahap kritis atau Siaga II pada Rabu (9/1/2019) pukul 09.00 WIB.

Dari data yang dihimpun Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Rabu, tinggi permukaan air Pintu Air Pasar Ikan mulai kritis pada level 209 G, yakni pada ketinggian 209 sentimeter dengan keadaan gerimis pada pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, tinggi muka air Pintu Air Pasar Ikan memasuki tahap waspada atau Siaga III mulai pukul 07.00 WIB dan bertahan hingga pukul 09.00 WIB.

BPBD DKI Jakarta mengimbau sejumlah wilayah seperti di Kelurahan Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Kalibaru, dan Kamal untuk antisipasi menghadapi kemungkinan terdampak rob.

Sementara menurut keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima Antara pukul 10.00 WIB, wilayah Jabodetabeka masih berpotensi terjadi hujan ssdang-lebat pada pukul 10.30 WIB BMKG memprediksi kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga pukul 12.30 WIB.

Sumber: Antara

Baca Juga

Melawan, Perempuan Berhijab Remas Alat Kelamin Perampok di Halte TJ

Suara.com – Perempuan berhijab, ARN (25) berhasil selamat dari aksi perampokan oleh orang tak dikenal di loket halte TransJakarta Tegal Parang , Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019) kemarin. ARN sempat melawan dengan meremas dan menendang alat kelamin perampok untuk menyelamatkan diri.

Pelaku mulanya meminta informasi kepada ARN mengenai rute TransJakarta ke Ragunan. Setelah dijelaskan, ARN kembali beraktifitas seperti biasa.

Setelah itu ARN yang mencurigai gerak-gerik pria tersebut berusaha melapor ke kantor pusat TransJakarta. Namun sebelum ARN terhubung dengan kantor, pelaku langsung mendorong, membekap, mencekek ARN.

Pelaku kemudian berusaha membuka laci untuk mengambil uang di loket halte TransJakarta. Akan tetapi ARN dengan sigap berusaha menghalangi aksi kejahatan tersebut dengan meremas dan menendang alat kelamin pelaku.

“Saya nggak bisa bicara banyak, kemarin kejadiannya sekitar jam setengah 12 siang, saya lagi tugas, trus saat ini ya masih sedikit trauma,” kata ARN di halte Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

Perempuan asal Tegal itu juga sempat berteriak untuk meminta pertolongan. Aksi perlawanan ARN itu membuat pelaku panik dan melarikan diri dengan menggunakan taksi. Tak ada kerugian materiil dalam kejadian ini.

Sehari setelah kejadian ARN masih bekerja seperti biasa dengan jadwal shift pagi. Namun ARN yang kemarin bertugas di halte Tegal Parang, kini pindah ke halte Kuningan Barat, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pengamatan Suara.com di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, halte Tegal Parang masih melayani penumpang bus TransJakarta yang akan beraktivitas, tidak ada kerusakan dari kejadian tersebut.

Petugas halte yang saat ini bertugas, Masud mengatakan kejadian tersebut tidak mengakibatkan kerusakan, alat-alat operasional seperti mesin Eleketronik Data Capture (EDC) Bank, komputer, dan pintu masuk elektronik di halte juga aman dari pengrusakan.

Jokowi: Semoga Penyakit Ustadz Arifin Ilham Diangkat oleh Allah SWT

Suara.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjenguk tokoh Aksi 212, Ustadz Arifin Ilham di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakatra Pusat, Rabu (9/1/2019) pagi. Jokowi mendoakan kesembuhan Ustadz Arifin Ilham.

Ustadz Arifin Ilham kini dirawat karena menderita kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A.

“Ya tadi pagi -pagi,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengajak masyarakat untuk mendoakan Ustadz Arifin Ilham agar segera diberi kesembuhan. Jokowi juga mendoakan Ustadz Arifin Ilham diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktifitas dan berdakwah seperti biasanya

“Ya kita semua masyarakat berdoa, mendoakan agar beliau cepat sembuh, dan penyakitnya diangkat Allah SWT, disembuhkan. Dan bisa kegiatan, beliau bisa berkegiatan kembali, berdakwah, bersyiar, membiarkan tausiah kepada kita,” kata Jokowi.

2 Mucikari Prostitusi Online Libatkan Artis Dijerat Pasal Berlapis

Suara.com – Hasil gelar perkara internal yang dilakukan Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim , memastikan dua mucikari ES (37) dan TN (28) terbukti terlibat aktif mengendalikan prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel dan model majalah dewasa Avriellya Shaqqila .

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, dalam kasus ini penyidik menerapakan Pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Kemudian, dilapis dengan Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang perbuatan mempermudah orang lain berbuat cabul dan menjadikannya sebagai mata pencaharian dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan,” jelas Barung Rabu (9/1/2019).

Terkait pasal prostitusi, meski ancaman hukumannya kurang dari 5 tahun, tapi ada pengecualian sehingga penyidik bisa menahan dua terangka mucikari.

“Pasal pengecualian mengenai  pornografi meski hukuman satu tahun kita bisa menahan tersangka mucikari,” tegas Barung.

Terduga mucikari prostitusi online libatkan artis di Surabaya saat digelandang polisi. (Suara.com/Achmad Ali)Terduga mucikari prostitusi online libatkan artis di Surabaya saat digelandang polisi. (Suara.com/Achmad Ali)

Sebelumnya, Polda Jawa Timur membuka rekam data digital ponsel milik mucikari Vanessa Angel dan Avriellia Shaqila, Selasa (8/1/2019). Rekaman dana digital itu akan mengungkap rekaman percakapan transaksi seks prostitusi online antara si mucikari dengan Vannesa Angel dan Avriellia Shaqila.

Dua mucikari Vanessa Angel dan Avriellia Shaqila adalah ES dan TN.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, data ponsel mucikari Vanessa Angel dan Avriellia Shaqila itu diperiksa laboratorium forensik. Targetnya data digital mucikari Vanessa Angel dan Avriellia Shaqila rampung diunduh 3 pekan lagi.

“Di situlah data pendukung kasus prostitusi ini akan terungkap. Mereka bicara dengan siapa saja, kirim apa saja akan terbongkar,” kata barung di Polda Jawa Timur, Selasa (8/1/2019).

Bahkan, polisi akan mengungkap tarif transaksi seks para artis dan model tersebut. Polisi akan bekerja sama dengan pihak provider selular untuk membuka data digital itu.

“Jadi kami tidak akan asbun (asal bunyi). Polisi bekerja sesua data. Kalau sudah terbuka semua, maka akan ketahuan nama-nama pemesan dan harga yang disepakati,” pungkasnya.

Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online setelah melakukan penggerebekan di sebuah hotel bintang lima di Surabaya, Sabtu (5/1/2018).

Selain Vanessa Angel, polisi juga menangkap Avriellia Shaqila yang melakoni bisnis serupa. Kedua artis perempuan tersebut dibayar dengan tarif Rp 80 juta dan Rp 25 juta untuk sekali kencan.

Kontributor : Achmad Ali

Kumpulan Pasal UU ITE yang Menjerat Mucikari Vanessa Angel

Suara.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur atau Polda Jawa Timur menjerat mucikari Vanessa Angel , ES dan TN, dengan pasal berlapis. Di antaranya dengan pasal 27 ayat (1) Jo pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

Ancaman hukuman mucikari Vanessa Angel 4 tahun. Mucikari Vanessa Angel pun terancam hukuman sebagaimana tertuang dalam pasal 296 Jo pasal 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kita sudah pasti menetapkan tersangka dan menjeratnya dengan pasal 27 ayat 1 dan 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Ancaman hukumannya enam tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mengera di Mapolda Jatim, di Surabaya, Rabu (9/1/2019).

Mucikari Vanessa Angel akan ditahan. Meski ancaman hukuman pasal 296 Jo pasal 506 hanya satu tahun.

Tetapi pasal tersebut merupakan pasal pengecualian. Sehingga tersangka tetap bisa ditahan.

“Polda Jawa Timur secara pasti akan menahan ES dan TN untuk kita maju dalam kelanjutan kasus ini,” ujar Barung.

Kontributor : Achmad Ali

Siswi SMK yang Tewas Ditusuk di Gang Dikenal Pintar dan Model Fashion Show

Suara.com – Andriana Yubelia Noven Cahya (18), siswi SMK Baranangsiang yang tewas ditusuk di gang keciL, Jalan Riau, Kelurahan Baranagsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (8/1/2019) sore dikenal sebagai murid yang pintar di kelasnya.

Wali kelas sekaligus guru jahit korban, Endang Tri Astuti mengatakan gadis yang akrab disapa Noven itu dikenal aktif dan pintar karena selalu mendapatkan rangking 3 besar sejak duduk di bangku kelas 1 SMK.

“Dia anaknya pintar, selalu rangking 3 besar dari kelas 1 jurusannya busana butik. Di kelas termasuk yang pintar lah,” kata Endang, saat ditemui Suara.com di RS PMI Kota Bogor, Selasa (8/1/2019) dini hari tadi.

Tidak hanya itu, Noven pun juga diketahui sebagai salah satu model fashion show di sekolahnya. Kepintaran dan paras cantiknya membuat Noven banyak dikenal dan disukai oleh teman-temannya.

“Cantik, baik juga, ramah, suka membatu temannya, pintar terus dia juga model fashion show di sekolah. Ya jadi banyak di sukain di sekolah. Enggak nyangka dia jadi korban penusukan begini,” ungkap Endang.

Pihak sekolah sangat berduka atas peristiwa yang menimpa Noven. Endang berharap, agar polisi dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku penusukan terhadap anak didiknya tersebut.

Seperti diketahui, Andriana Yubelia Noven Cahya (18) akrab disapa Noven ditemukan warga bersimbah darah di sebuah gang kecil di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, sore kemarin.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi, siswi SMK kelas 3 itu diketahui ditusuk pria tidak dikenal tepat di bagian dada. Polisi pun masih memburu pelaku penusukan Noven.

Kontributor : Rambiga

Rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif Diduga Dilempar Molotov

Suara.com – Kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (9/1/3019) dini hari.

“Sedang dicek kebenarannya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Setelah dilihat di kamera CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah.

Saat ini, polisi telah berada di rumah Wakil Ketua KPK tersebut untuk memastikan kebenarannya.

Suasana Jokowi di Ruang Perawatan Ustadz Arifin Ilham Bikin Hati Adem

Suara.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjenguk tokoh Aksi 212, Ustadz Arifin Ilham di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakatra Pusat, Rabu (9/1/2019) pagi. Jokowi pun memamerkan foto saat dirinya mendoakan kesembuhan Ustadz Arifin Ilham .

Foto tersebut dipamerkan dalam Instagram Jokowi, @Jokowi, Rabu (9/1/2019) siang. Dalam foto itu tampak Jokowi mengenakan kemeja lengan panjang putih. Lengan kemeja Jokowi digulung semagian.

Sembari duduk, Jokowi menatap tajam Ustadz Arifin Ilham. Jokowi tampak terseyum dengan memegang tangan Ustadz Arifin Ilham yang duduk di atas kasur rumah sakit.

Jokowi ke RSCM, Rabu pagi. Dalam Instagramnya itu Jokowi mengajak masyarakat mendoakan Ustadz Arifin Ilham.

“Mari mendoakan kesembuhan Ustaz Arifin Ilham yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Semoga beliau cepat sembuh, penyakitnya diangkat oleh Allah SWT. Masyarakat menunggu Ustaz Arifin Ilham untuk berdakwah dan berkegiatan seperti sedia kala. Amin,” tulis Jokowi.

Ustadz Arifin Ilham kini dirawat karena menderita kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A.

Netizen yang komentar banyak yang memuji foto tersebut. Menurut mereka foto tersebut tampak sejuk dan akrab. Tapi ada juga yang tidak suka.

“Kampanye. Ulama di dekatkan. Abis itu di penjarakan,” tulis akun @annishops.

Baca Juga

Polri Tangkap Otak Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Suara.com – Jajaran Bareskrim Mabes Polri berhasil menciduk pelaku berinisal B yang berperan sebagai pembuat dan penyebar berita bohong atau hoaks 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kini lelaki berinisial B sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasundit I Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Dani Kustoni mengatakan, B merupakan pelaku yang memposting di twitter melalui akun twitternya tentang isu 7 kontainer berisi surat suara yang tercoblos.

“Saudara B memposting lewat twitter, kemudin yang bersangkutan dengan sengaja melakukan perekaman terhadap suara yang isinya meyakinkan pada masyarakat seolah ada 7 kontainer surat suara dicoblos,” kata Dani di Mabes Polri, Rabu (9/1/2018).

Setelah membuat postingan di twitter dan menyebar rekama suara tersebut, pelaku berinisial B kata Dani, langsung menghapus akun twitter miliknya.

“Yang bersangkutan juga sudah melakukan upaya penghapusan BB (barang bukti akun twitter) yang disebarkan. Melalui teknis yang kita miliki kita bisa temukan,” jelasnya.

Tersangka sempat melarikan diri dari Jakarta ke Seragen. Namun perjalanan tersangka berakhir di Seragen karena tertangkap oleh pihak kepolisian tanggal 7 Januari 2019.

“Pelaku berusaha meninggalkan rumah dan kota Jakarta, sampai ditemukan di wilayah Sragen. Dengan kerjasama dengan pihak Polda setempat kami berhasil mengkap yang bersangkutan,” katanya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 14 Ayat 1 yang berisi “Menyebarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat”. Ancaman hukuman yakni 10 tahun penjara.

“Tentunya ini adalah unsur sengaja sangat terpenuni, pelaku sudah mempersiapkan, melalui perbuatan secara pribadi,” kata dia.

Masih Trauma, Petugas TJ Korban Perampokan Tetap Masuk Kerja Seperti Biasa

Suara.com – ARN (25), petugas loket halte Transjakarta Tegal Parang , Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menjadi korban perampokan oleh orang tidak dikenal pada Selasa (8/1/2019) kemarin. Sehari setelah kejadian, korban sudah mulai bekerja seperti biasa meski rasa  trauma belum 100 persen hilang.

Namun, ARN yang kemarin bertugas di halte Tegal Parang, kini pindah ke halte Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Perempuan asal Tegal tersebut hari ini masuk pada shift pagi.

“Kemarin kejadiannya sekitar jam setengah 12 siang, saya lagi tugas kemarin, terus hari ini ini ya masih sedikit trauma,” kata ARN kepada Suara.com di halte TJ Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

ARN enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait kejadian kemarin. Ia mengaku tetap bekerja karena terkait peraturan kantor. Padahal dalam keterangan media sebelumnya pihak Transjakarta menyebut ARN belum bekerja untuk sementara waktu.

Sebelumnya, di halte Tegal Parang telah terjadi aksi perampokan yang dilakukan oleh seorang laki-laki yang berusaha mengambil uang di kasir halte, namun petugas halte Transjakarta perempuan berinisial ARN (25) berhasil membuat perampok tersebut gagal melakukan aksinya.

Pelaku mulanya meminta informasi mengenai layanan Transjakarta ke Ragunan. Setelah dijelaskan, ARN kembali beraktifitas seperti biasa. Akan tetapi pelaku masih berada di halte Transjakarta Tegal Parang, Jakarta.

ARN yang mencurigai tindakan pria tersebut berusaha melapor ke kantor pusat Transjakarta, namun pelaku langsung berusaha membuka laci untuk mengambil uang di loket halte Transjakarta dengan mendorong, membekap, mencekek ARN. Akan tetapi ARN dengan sigap berusaha menghalangi aksi kejahatan tersebut.

ARN meremas dan menendang alat kelamin pelaku. Hingga berteriak untuk meminta pertolongan. Seketika karyawan maupun pelanggan Transjakarta menyelamatkannya. Dan mengejar pelaku. Akan tetapi berhasil kabur dengan menggunakan taksi.

Berdasarkan pengamatan Suara.com di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, halte Tegal Parang masih melayani penumpang bus Transjakarta yang akan beraktivitas, tidak ada kerusakan dari kejadian tersebut.

Petugas halte yang saat ini bertugas, Masud mengatakan kejadian tersebut tidak mengakibatkan kerusakan, alat-alat operasional seperti mesin Eleketronik Data Capture (EDC) Bank, komputer, dan pintu masuk elektronik di halte juga aman dari pengrusakan.

‘Bocoran’ Pertanyaan Debat Capres Picu Perang Twitter PBS dan Said Didu

Suara.com – Wakil ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso menyatakan pemberian pertanyaan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden beberapa hari sebelum debat dilaksanakan adalah format terbaik yang bisa diterapkan saat ini.

Padahal sebelumnya kubu Prabowo sempat menyindir membagikan pertanyaan debat capres .

Priyo menjelaskan, bahwa aturan yang dibuat KPU dalam mengakomodir kepentingan kedua timses tentang materi debat capres yang diberitahukan bocoran pertanyaannya seminggu sebelumnya memang sudah disetujui. Namun ia melihat lebih ideal jika pertanyaan diberikan kepada para kandidat tanpa harus diberitahukan soal yang akan dijawab oleh para capres.

Diketahui, KPU bakal memberikan 10-20 pertanyaan sebelum debat dilaksanakan pada 17 Januari mendatang. Tema pertanyaan akan berkaitan dengan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Format itu disepakati oleh kedua tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Hal ini pun memicu reaksi banyak pihak, salah satunya tokoh nasional sekaligus mantan Ketua ICMI, Muhammad Said Didu .

Pro kontra soal debat capres itu pun memicu saling adu cuitan antara Priyo Budi Santoso dengan Muhammad Said Didu.

Usulan pak @PriyoBudiS yang diamini oleh yang lain dan diputuskan oleh @KPU_ID bahwa soal “dibocorkan” ke calon telah merusak akal sehat kita semua. Beginilah cara kerja politisi yang merasa bisa berbuat apa saja mengabaikan rasionalitas demi “carmuk“,” tulis Muhammad Said Didu di Twitter pribadinya @Saididu.

Jika pak @PriyoBudiS tdk melakukan spt yg dituduhkan oleh @KPU_ID dan paslon 01 bhw Bpk yg mengusulkan “pembocoran” soal ke calon dan itu hanya gorengan politik maka saya minta maaf. Saran saya ke depan jangan diam jika tuduhan pihak lain tdk benar krn bisa merusak banyak hal,” tulis Said Didu dalam cuitan lainnya.

Cuitan itu pun dibalas Priyo yang mengatakan, telah menyarankan kepada KPU untuk mengupload video dokumentasi rapat-rapat via media Youtube.

Sudah via bbrp media. Juga sdh sy sarankan ke KPU utk upload video dokumentasi rapat2 via youtube. Saya banyak mengkritik dan memberi saran perbaikan ke KPU secara langsung, krn saya tidak ingin mempermalukan atau menghancurkan KPU yg bisa memperkeruh. Tak apa sy disalahpahami,” cuit Priyo.

Kedua mantan tokoh ICMI itu pun kemudian saling berbalas cuitan membahas masalah pro kontra debat capres. Namun pada akhirnya, keduanya saling memaafkan.

Tentu saja saya sangat memaafkan pak @saididu yg saya hormati. Bpk saat ini adalah salah satu yg berkapasitas guru bangsa. Namun tak ada manusia yg sempurna, kita ada lengah dan lalainya. Sayapun memohon maaf terpaksa menjawab via twitter juga,” tulis Priyo.

Sama-sama pak @PriyoBudiS, saling memaafkan, terus semangat lakukan perbaikan di negeri kita,” jawab Said Didu.

Sebelumnya menurut Priyo, format debat capres bisa saja diterapkan tanpa ada pertanyaan yang dikirim kepada pasangan calon terlebih dahulu. Dia menganggap pola tersebut sama dengan seperti yang diterapkan di Amerika Serikat.

Dalam format tersebut, moderator benar-benar bebas melontarkan pertanyaan kepada mereka yang tengah berkompetisi. Tidak ada kisi-kisi atau pertanyaan yang diberikan kepada pasangan calon terlebih dahulu.

Namun, kata Priyo, pola demikian hanya bisa dilaksanakan jika ada panelis serta moderator debat yang benar-benar hebat serta netral. Priyo tidak berani mengatakan hal itu bisa dilaksanakan dalam pilpres tahun ini.

“Kalau ada jaminan seperti itu, why not untuk ke depannya,” ujar Priyo.

Priyo kemudian mengatakan alangkah baiknya jika semua pihak mengikuti saja format debat yang telah ditetapkan KPU dan disepakati bersama oleh masing-masing timses. Salah satunya yakni ketika pertanyaan diberikan beberapa hari sebelum debat dilaksanakan.