Pengamat: Perilaku Andi Arief Bisa Jadi Bumerang Bagi Demokrat

Suara.com – Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Idil Akbar mengatakan, perilaku Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief bisa menjadi bumerang bagi partainya.

Idil dalam keterangan tertulisnya menilai, sikap Andi Arief yang bermusuhan terbuka dengan sejumlah pihak termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), kontraproduktif bagi Demokrat maupun Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) selaku ketua umum sekaligus ikon partai itu.

“Sikap dan pernyataannya cenderung berpretensi mendelegitimasi KPU untuk dinilai sebagai lembaga partisan dan tidak independen,” kata Idil Akbar seperti dilansir Antara.

Menurut dia, publik belum tentu sependapat dengan Andi Arief, bahkan bukan tidak mungkin malah hilang simpati.

“Malah bisa jadi justru akan menjadi bumerang bagi masa depan politik Partai Demokrat,” ujar Idil.

Menurut dia, tidaklah bijak bila SBY mendiamkan hal itu.
“Mendiamkan bukanlah satu hal yang bijak. Sebab selama ini kita tahu bahwa SBY dikenal sebagai politisi yang santun dan sangat mengedepankan kesantunan,” ujarnya.

Permusuhan Andi Arief dengan sejumlah pihak termasuk komisioner KPU berawal dari cuitannya di Twitter terkait dengan isu tujuh kontainer yang berisi surat suara yang sudah tercoblos yang kemudian dinyatakan sebagai hoaks oleh KPU.

Andi Arief menolak dituding turut menyebarkan hoaks itu karena ia merasa justru memperingatkan KPU untuk mengecek kabar itu agar tidak menjadi fitnah.

Ia pun melaporkan sejumlah pihak ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Dalam cuitannya, Andi Arief juga menyatakan telah melapor ke SBY dan siap diberi sanksi. Namun, menurut dia, SBY hanya menanggapi dengan senyum.

“Saya sudah melaporkan soal kriminalisasi pada diri saya ke Pak @SBYudhoyono. Saya bersedia disanksi jika dianggap tidak disiplin. Beliau tersenyum,” tulis Andi Arief dalam cuitannya.

Dosen USU Diseret ke Pengadilan karena Kasus Ujaran Kebencian

Suara.com – Pengadilan Negeri Medan , Sumatera Utara mengadili HDL (57) Dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU), karena melakukan tindak pidana ujaran kebencian .

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumut Tiorida, dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (9/1) menyebutkan, tersangka ditangkap polisi di rumahnya, di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (19/5/2018).

Menurut jaksa, tersangka HDL dibawa ke Polda Sumut, karena salah satu postingan akun Facebooknya viral hingga mengundang perdebatan hangat di netizen. Postingan itu diduga menyampaikan ujaran kebencian.

Saat itu, setelah tiga serangan bom bunuh diri di tempat ibadah di Surabaya , Minggu (13/5). HDL memosting sebuah tulisan yang menyebutkan kalau tiga bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu, skenario pengalihan sempurna, dan #2019GantiPresiden.

Setelah postingan viral, HDL langsung menutup akun facebooknya. Namun, postingan tersebut sudah terlanjur discreenhoot nitizen dan dibagikan ke media daring (online).

Motif dan tujuan pemilik akun Facebook HDL, karena terbawa suasana dan emosi. Di dalam media sosial facebook dengan maraknya caption atau tagar #2019GantiPresiden.

Jaksa mengatakan, tersangka menulis status tersebut tanggal 12 Mei dan 13 Mei 2018 di rumahnya.

Karena telah meresahkan masyarakat, personil cybercrime Polda Sumut yang melaporkan sendiri akun tersebut, sehingga ujaran kebencian yang dilakukan tersangka diusut.

Petugas juga telah memeriksa sejumlah saksi, yakni Perdana Putera Darmayana (anak kandung dari HL) dan Brigadir Ruddy Irawan (personil Polri).

Selain itu, juga menyita barang bukti berupa satu buah handphone iphone 6S warna silver, satu buah simcard 081533807888, satu buah flasdisk merek Toshiba 4 Giga yang berisikan softcopy screenshot akun facebook HDL, dan tiga lembar creenshot akun facebook HDL.

Oleh jaksa, HDL didakwa melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Sidang perkara ujaran kebencian yang dipimpin majelis hakim dengan ketua Riana Pohan dilanjutkan pada pekan depan untuk memeriksa sejumlah saksi-saksi.

Sumber: Antara

Polisi Ringkus Komplotan Pembobol ATM di Medan

Suara.com – Personel Unit Reskrim Polsek Sunggal meringkus dua orang sindikat pembobol ATM , sudah tujuh kali beraksi di wilayah Kota Medan dan daerah Binjai , Provinsi Sumatera Utara.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, kedua tersangka yang diamankan itu, yakni inisial TH (31) warga Jalan Bersih Ujung Komplek Residen Blok II, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.

Kemudian, menurut dia, IW (31) pengemudi taxi online warga Jalan Seksama, Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas.

“Sedangkan satu orang lagi pelaku inisial R (DPO) masih dalam pengejaran petugas kepolisian,” ujar Kompol Yasir, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan, tujuh lokasi pembobolan ATM tersebut, yakni Conter ATM Jalan Sei Mencirim, Desa Payageli Sunggal, dan dua kali beraksi di Jalan Binjai KM 13.5 pada bulan Oktober 2018.

Dua kali beraksi di samping SPBU Daerah Binjai, Jalan TB Simatupang (Toserba) Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, dan terakhir di lokasi SPBU Daerah Marelan.

“Dalam aksinya komplotan tersebut, memasukkan tusuk gigi ke dalam lubang kartu mesin ATM, sehingga ketika korban menarik uang dan tersangkut. Dan tersangka berpura-pura membantu mengeluarkan kartu, meminta nomor PIN, kemudian menukar kartu ATM korban,” ucap dia.

Yasir menyebutkan, sindikat itu, beraksi cukup rapi, dan peran R (DPO) membantu korban mengeluarkan kartu yang tersangkut di mulut ATM.

Tersangka TH berpura-pura memberikan bantuan, sehingga akhirnya korban menuruti pelaku, dan mau memberikan nomor PIN kartu ATM.Sementara tersangka IW berperan menguras uang korban.

“Akibat perbuatan tersangka, dipersalahkan melanggar Pasal 363 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” kata Kapolsek Sunggal itu.

Sumber: Antara

Berkat Pertolongan Allah Teror Bom Pimpinan KPK Tidak Meledak

Suara.com – Wakil Ketua KPK Laode M Syarif bersyukur bom molotov yang dilempar ke rumahnya tidak meledak. Menurut Laode, teror bom pimpinan KPK tidak meledak karena pertolongan Allah .

Laode menceritakan detik-detik saat rumahnya menjadi sasaran pelemparan bom molotov pelaku misterius. Dia mengaku baru sadar rumahnya dilempar bom molotov saat bangun tidur, subuh tadi.

Atas kejadian itu, Laode mengaku langsung mengecek isi rekaman kamera pengawas alias CCTV yang terpasang di rumahnya.

“Iya ya, pelemparan itu sekira pukul 00.55 WIB melalui CCTV kami ada di rumah. Pagi ya pas bangun subuh,” kata Laode saat ditemui wartawan di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, ada dua bom molotov yang dilemparkan pelaku ke arah halaman rumahnya. Berdasarkan keterangan sopir pribadinya, satu bom molotov itu masih menyala ketika sudah dilemparkan. Namun, kata dia kondisi bom tersebut tak meledak. Sedangkan satu bom molotov yang mengarah ke atas rumahnya meledak dan membakar bagian tembok bagiam atas kediaman petinggi lembaga antirasuah itu.

“Kebetulan salah satu bom molotov-nya itu posisinya berdiri ketika dilempar, kalau yang di ataskan terbakar besar. Kebetulan itu (satu molotov) berdiri gitu, enggak pecah (berkat) pertolongan Allah . Terus pagi subuh ketika sopir datang itu masih nyala sumbu-nya,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Laode mengaku sudah mengetahui pelaku pelemparan bom molotov itu. Namun, dia enggan membeberkan karena sudah masuk ke ranah penyelidikan yang ditangani aparat polisi.

Diketahui, dua rumah pimpinan KPK menjadi sasaran teror bom, pagi tadi. Selain rumah Laode, aksi teror bom juga terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Waktu dari dua insiden tersebut nyaris bersamaan.

Teror yang terjadi di rumah Laode berupa pelemparan dua bom molotov. Sedangkan, di rumah Agus, polisi menyita tas berisi paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai. Tak ada bahan peledak di tas yang ditaruh pelaku di pagar kediaman Agus.

Tim Jokowi Bantah Terima Sumbangan Kampanye Tanpa Bukti Transaksi

Suara.com – Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Wahyu Sakti Trenggono mengklaim memiliki bukti transaksi dari seluruh dana sumbangan kampanye perseorangan yang masuk ke rekening paslon Jokowi-Ma’ruf Amin.

Klaim Wahyu itu diutarakan untuk membantah tudingan Indonesia Corruption Watch ( ICW ) yang mengungkapkan bahwa 80 persen dana sumbangan perseorangan untuk TKN Jokowi – Ma’ruf Amin tak dilengkapi bukti transaksi.

“Ada dong, pasti ada lengkap. Kalau enggak ada bukti transaksinya pasti ditolak sama KPU. Jadi sesuai dengan peraturan KPU ada buktinya,” tutur Wahyu saat dihubungi, Rabu malam (9/1/2019).

Wahyu juga mengklaim telah menjalankan semua aturan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mencantumkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK). Wahyu mengatakan seluruh sumbangan yang masuk ke rekening paslon tercatat dan teraudit secara jelas.

“Semua yang kita laporkan sesuai dengan peraturan KPU. Enggak ada satu pun yang tidak sesuai dengan peraturan KPU. Bahkan siapa yang menyumbang pun dan sebagainya ada. Yang sifatnya sumbangan kas pun harus masuk rekening,” imbuhnya.

Sebelumnya, peneliti Divisi Korupsi Politik ICW, Almaz Sjafrina mengungkapkan berdasarkan LPSDK TKN Jokowi – Ma’ruf Amin yang dilaporkan ke KPU diketahui dana sumbangan dari perseorangan mencapai Rp 121.413.260. Namun, 80 persen atau sekitar Rp 97.393.069 sumbangan perseorangan tersbut tidak ada bukti transaksinya.

“Sebanyak 80 persen dari penyumbang perseorangan tak ada bukti transaksinya. Sumbangan itu dilakukan melalui 131 kali transaksi. Sementara yang ada transaksinya, yakni Rp 24 juta, diterima dengan nominal beragam mulai dari Rp 1000 sampai Rp 24 juta,” kata Almaz.

Jika Terpilih, Sandiaga Fokus Bangun Infrastruktur Pertanian dan Pedesaan

Suara.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berjanji apabila terpilih menjadi pemimpin pada 2019 mendatang tetap akan meneruskan pembangunan infrastruktur. Namun, Sandiaga akan lebih berfokus kepada infrastruktur pertanian dan pedesaan.

Sandiaga memastikan jika Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan dirinya terpilih pada Pemilihan Presiden 2019 , pembangunan infrastruktur yang digencarkan pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan dilanjutkan. Malah Sandiaga menyebut akan meningkatkannya.

“Prabowo – Sandiaga akan tetap fokus membangun infrastruktur. Kita tidak akan menurunkan, justru meningkatkan,” kata Sandiaga dalam diskusi bertajuk ‘Menuju Ekonomi Indonesia yang Adil dan Makmur’ di Prabowo – Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

Namun, Sandiaga mengungkapkan justru nantinya ada fokus khusus dalam pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinannya. Pembangunan infrastruktur pedesaan dan pertanian akan menjadi prioritas khusus.

Pembangunan infrastruktur pertanian sendiri bisa berbentuk pembangunan bendungan, waduk, embung, maupun irigasi sekunder dan tersier.

Menurutnya pembangunan infrastruktur semestinya dapat dilakukan secara merata oleh pemerintah. Jadi, bukan pembangunan infrastruktur yang fokus pada perkotaan.

“Saya lihat banyak infrastruktur yang perlu kita bangun, bukan hanya di perkotaan maupun di jalan-jalan utama,” pungkasnya.

Baca Juga

Hasto Atmojo Suroyo Terpilih Sebagai Ketua LPSK

Suara.com – Hasto Atmojo Suroyo terpilih sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ) periode 2019-2024 melalui mufakat dalam rapat pemilihan ketua LPSK , Rabu (9/1/2019).

Rapat pemilihan ketua ini dihadiri enam anggota LPSK, yakni Achmadi, Antonius PS Wibowo, Edwin Partogi Pasaribu, Livia Istania DF Iskandar, Maneger Nasution, dan Susilaningtias yang digelar di kantor LPSK, Jakarta.

Hasto, dalam siaran pers yang diterima, menyatakan dirinya siap mengemban amanah memimpin LPSK untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Kepercayaan yang diberikan para pimpinan lainnya akan menjadi modal bagi dirinya bersama para pimpinan lain untuk membawa LPSK lebih maju, terkhusus dalam meningkatkan kualitas layanan bagi saksi dan korban tindak pidana.

Pemilihan Ketua LPSK merupakan mandat dari pasal 16A dan pasal 17 Undang Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Sementara tata cara pemilihan ketua LPSK diatur dalam Peraturan LPSK Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua LPSK.

Pada saat pemilihan bakal calon ketua LPSK, muncul dua nama yaitu Hasto Atmojo Suroyo dan Edwin Partogi Pasaribu. Namun Edwin sendiri mundur dari pencalonan ketua, karena dirinya mendukung Hasto untuk menjadi ketua, sehingga bakal calon ketua hanya ada satu nama.

Sekretaris Jenderal LPSK Noor Sidharta mengatakan pemilihan ketua LPSK dilakukan oleh tujuh pimpinan LPSK yang difasilitasi panitia pemilihan. Rapat pemilihan dimulai dari Rabu siang. Sedangkan pemilihan ketua LPSK dilaksanakan mulai pukul 19.00 WIB. Setelah terjadi permufakatan di antara para pimpinan LPSK periode 2019-2024, terpilihlah Hasto Atmojo Suroyo secara aklamasi.

“Tidak ada pemilihan, karena masing-masing pimpinan sepakat Pak Hasto Atmojo Suroyo menjadi Ketua LPSK. Sedangkan enam pimpinan lainnya otomatis menjadi wakil ketua,” ujar Noor.

Noor juga mengatakan bahwa rapat ini tidak hanya pemilihan ketua, rapat juga membahas sejumlah agenda penting lainnya yang mendesak.

Amnesty Internasional Kutuk Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

Suara.com – Amnesty International Indonesia mengutuk keras aksi teror bom yang dilakukan oleh orang tak dikenal ke rumah Ketua Komisi Pemberantan Korupsi Agus Raharjo di Bekasi dan Wakilnya Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019). Presiden Joko Widodo juga diminta cepat bertindak.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan teror bom ini sebagai akibat dari kasus-kasus teror terhadap KPK sebelumnya yang tidak pernah terungkap. Selain itu, Usman juga khawatir karena teror kali ini terjadi pada level pimpinan KPK.

“Belum terkuak pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan setelah lebih dari satu tahun tidak ada penyelesaian, sekarang giliran ketua dan wakil ketua KPK yang diserang karena kerja-kerja mereka di sektor anti-korupsi,” kata Usman dalam rilis yang diterima Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Dalam hal ini, Amnesty menyoroti kinerja pihak kepolisian yang belum juga berhasil mengusut tuntas kasus-kasus penyerangan terhadap jajaran pimpinan, penyidik, pegawai hingga anggota keluarga dari KPK sebagai pejuang hak asasi manusia di bidang anti-korupsi.

Presiden Joko Widodo juga diminta amnesty untuk berinisiatif memerintahkan Kapolri Tito Karnavian dan jajarannya untuk menjamin perlindungan bagi seluruh pimpinan hingga keluarga KPK.

“Presiden Joko Widodo harus mengambil inisiatif, ini momen tepat bagi Jokowi untuk membuktikan komitmennya melindungi HAM,” tegas Usman.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, bom pipa ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB.

Divonis Kanker, Bocah 9 Tahun Berjuang Hidup Demi Lihat Adiknya Lahir

Suara.com – Bocah 9 tahun berjuang hidup melawan penyakit kanker yang dideritanya. Bocah tersebut ingin melihat adiknya lahir dan memberikannya nama. Kisah memilukan tersebut diungkap oleh orangtuanya. 

Melansir dari dailyrecord, Selasa (8/1/2019), dokter yang merawat bocah bernama Bailey Cooper mengira, Bailey hanya bisa bertahan dalam hitungan hari atau minggu. Hal tersebut mengingat kanker yang dideritanya sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Namun, Bailey berhasil menentang peluang tersebut. Dia bisa bertemu dengan adiknya yang baru lahir dan menamainya, Millie.

Meski begitu, Bailey harus pergi. Ditemani orangtuanya, Lee dan Rachel, dia meneteskan air mata dan mengembuskan napas terakhirnya pada Hari Natal.

Baca Juga: Ada yang Mengganjal di Tenggorokan Saat Akan Menangis, Apa sih Itu?

Bocah laki-laki dari Gloucestershire, South West England tersebut dilaporkan telah berjuang melawan kanker selama 15 bulan. Dia juga telah menjalani berbagai pengobatan.

Kejadian berawal saat musim panas pada 2016, dia mulai berasa tidak enak badan. Saat memeriksakan diri ke dokter, Bailey dikira hanya terserang infeksi virus, menurut Bristol Post.

Bailey diberi antibiotik karena diduga menderita infeksi, tetapi keadaan tidak membaik. Sebaliknya justru semakin buruk.

Dia mulai menderita sakit perut parah. Setelah darahnya dites, ternyata hasilnya buruk. Bailey lantas dipindahkan ke bangsal onkologi.

Dia kemudian didiagnosis menderita Limfoma non-Hodgkin, kanker yang berkembang di jaringan pembuluh dan kelenjar di dalam tubuh. Saat ditemukan, penyakit tersebut sudah dalam tahap ketiga.

Baca Juga: Rambut Beruban Sering Menjengkelkan? Begini Proses Terjadinya

“Kami tidak tahu apa-apa saat itu. Ketika kami membawanya ke rumah sakit sebelumnya, kami pikir dia akan baik-baik saja dan kami mulai sedikit meragukan diri sendiri,” kata Lee, ayah Bailey.

Bailey lalu menjalani kemoterapi bersamaan dengan pengobatan steroid. Saat itu, dokter mengira Bailey akan pulih. Pada Februari 2017, dia tampak mulai membaik.

“Mereka mengira tidak ada lagi tanda-tanda kanker. Dia (Bailey, -red) mulai kembali sekolah,” ucap Lee.

Bailey juga tetap menjalani pemeriksaan rutin dan (Magnetic resonance imaging) MRI rutin tiap tiga bulan.

Ilustrasi tirai privasi rumah sakit. (pixabay/vitalworks)Ilustrasi rumah sakit. (pixabay/vitalworks)

Hingga pada Paskah, saat keluarga mereka liburan di Devon, mereka mendapat telepon dari rumah sakit yang menangani Bailey.

Saat itu, Bailey juga tampak terengah-engah dan lelah. Prognosis Bailey tidak baik, tetapi dia memiliki angka bertahan hidup 70 persen.

Dia kembali menjalani kemoterapi. Namun, dokter memberi tahu keluarga Bailey, jika Bailey selamat, efek jangka panjang akibat kemoterapi akan dirasakan Bailey.

Bailey kemudian menjalani transplantasi stem cell. Mereka terus berupaya demi kesembuhan Bailey.

Namun, akhir Agustus kanker menyebar dan sangat agresif. Bahkan terdapat benjolan di dada, paru-paru, hati, dan perut Bailey kecil.

Dokter mengatakan, tak ada yang bisa mereka lakukan lagi dan Bailey kemungkinan hanya bisa bertahan dalam waktu hitungan hari hingga minggu.

Baca Juga: Satu Pertanyaan yang Harus Diajukan untuk Anak Setiap Hari

Keluarga tersebut lantas mencoba menikmati waktu yang tersisa. Sementara Bailey yang tahu dirinya akan meninggal mulai membuat rencana pemakamannya.

Dia ingin semua orang mengenakan kostum pahlawan super. ” kami tidak berpikir dia akan bertahan selama itu, tapi dia bertekad untuk bertemu Millie. Hingga akhir November Millie lahir,” kata Rachel.

Bayi baru lahir. (unsplash)Bayi baru lahir. (unsplash)

“Dia memeluk adiknya dan melakukan segala yang dilakukan seorang kakak laki-laki kepada adiknya, seperti bernyanyi untuknya,” lanjutnya.

Rumah Dilempar Bom, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif: Biasa itu Santai Saja

Suara.com – Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengakui tak tahu motif aksi teror bom molotov yang menyasar rumahnya, Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) dini hari.

Ia masih ragu untuk memastikan, aksi teror itu terkait aktivitasnya di lembaga antirasywah atau tidak. Namun, ia mengakui semua teror tersebut merupakan risiko pekerjaannya sebagai petinggi KPK.

“Biasalah itu kerja di KPK, saya santai saja. Iya ada pengamanan dari Polri ya yang mengamati rumah, Insyaallah oke, aman,” kata Laode saat ditemui di rumahnya, Rabu malam.

Laode juga enggan menjawab maraknya ancaman terhadap petinggi KPK. Baginya, menjadi pemberantas korupsi di Indonesia banyak “warna-warninya”.

“Kalau di KPK itu banyak warna warninya,” tutup Laode sambil tersenyum.

Sebelumnya, Kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (9/1/3019) dini hari.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah.

Satu Bom Molotov Tak Meledak, Pimpinan KPK: Berkat Pertolongan Allah

Suara.com – Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menceritakan detik-detik saat rumahnya menjadi sasaran pelemparan bom molotov pelaku misterius. Dia mengaku baru sadar rumahnya dilempar bom molotov saat bangun tidur, subuh tadi.

Atas kejadian itu, Laode mengaku langsung mengecek isi rekaman kamera pengawas alias CCTV  yang terpasang di rumahnya.

“Iya ya, pelemparan itu sekira pukul 00.55 WIB melalui CCTV kami ada di rumah. Pagi ya pas bangun subuh,” kata Laode saat ditemui wartawan di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, ada dua bom molotov yang dilemparkan pelaku ke arah halaman rumahnya. Berdasarkan keterangan sopir pribadinya, satu bom molotov itu masih menyala ketika sudah dilemparkan. Namun, kata dia kondisi bom tersebut tak meledak. Sedangkan satu bom molotov yang mengarah ke atas rumahnya meledak dan membakar bagian tembok bagiam atas kediaman petinggi lembaga antirasuah itu.

“Kebetulan salah satu bom molotov-nya itu posisinya berdiri ketika dilempar, kalau yang di ataskan terbakar besar. Kebetulan itu (satu molotov) berdiri gitu, enggak pecah (berkat) pertolongan Allah. Terus pagi subuh ketika sopir datang itu masih nyala sumbu-nya,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Laode mengaku sudah mengetahui pelaku pelemparan bom molotov itu. Namun, dia enggan membeberkan karena sudah masuk ke ranah penyelidikan yang ditangani aparat polisi.

Diketahui, dua rumah pimpinan KPK menjadi sasaran teror bom, pagi tadi. Selain rumah Laode, aksi teror bom juga terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Waktu dari dua insiden tersebut nyaris bersamaan.

Teror yang terjadi di rumah Laode berupa pelemparan dua bom molotov. Sedangkan, di rumah Agus, polisi menyita tas berisi paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai. Tak ada bahan peledak di tas yang ditaruh pelaku di pagar kediaman Agus.

PKS dan Gerindra Sepakati Jadwal Fit and Proper Test Wagub DKI

Suara.com – Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra telah duduk bersama untuk membahas kandidat yang diusung untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dari hasil rapat, diperoleh kesepakatan mengenai jadwal fit and proper test untuk kandidat wagub DKI .

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, dari hasil rapat bersama dengan Gerindra, kedua partai pengusung sepakat untuk menggelar rapat koordinasi antara tim Panitia Seleksi (Pansel) tes uji kepatutan dan kelayakan pada 14 Januari 2019 mendatang.

“Tadi kami telah menyusun timeline, Insyallah berikutnya akan dilaksanakan rapat koordinasi antara tim pansel 4 orang dari PKS dan Gerindra pada 14 Januari 2019,” kata Syakir saat ditemui di Kantor DPW PKS DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Rapat koordinasi itu akan menjadi rapat perdana antara tim pansel kedua partai. Syakir mengakui, masih ada tersisa waktu selama sepekan untuk menghubungi keempat orang yang masuk dalam tim pansel.

PKS sendiri telah menunjuk Eko Prasojo dan Ubeidilah Badrun menjadi tim fit and proper test. Sementara, Gerindra telah menunjuk Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif dan peneliti LIPI Siti Zuhro sebagai tim fit and proper test.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan, setelah keempat anggota tim pansel melakukan serangkaian uji kelayakan dan kepatutan terhadap ketiga kandidat wagub, nantinya akan terpilih dua kandidat. Ia menargetkan pada 25 Januari dua nama itu sudah terpilih.

“Setelah 25 Januari maka partai pengusung dan tim sudah selesai tugasnya. Baru melakukan lobi ke DPRD. Mudah-mudahan cepet selesai mendapatkan calon dari proses fit and proper test ,” ungkap Syarif.

Awalnya kandidat wagub yang diusulkan hanya dua yakni mantan Wakil Wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPW PKS DKI. Kekinian, nama Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi resmi dimasukkan ke dalam kandidat wagub DKI.

Disoal karena Salam Satu Jari, Kang Emil: Saya Memang Kampanye

Suara.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dilaporkan ke Bawaslu RI, karena dianggap berkampanye saat bertugas sebagai pejabat pemerintah.

Pelaporan itu berawal dari foto viral Ridwan Kamil yang mengacungkan jari telunjuknya, yang berkonotasi sebagai simbol Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin.

Namun, Ridwan Kamil tak ambil pusing. Ia justru membenarkan dirinya kala mengacungkan satu jari itu sebagai kampanye.

“Saya melakukan aktivitas terkait kampanye politik pilpres 2019 itu di akhir pekan, sesuai aturan atau ambil cuti jika terpaksa di hari kerja,” ujarnya dalan akun istagram resmi @ridwankamil, Rabu (9/1/2019).

Ia menegaskan, aktivitas politik yang dilakukan tidak melanggar peraturan apa pun. Mantan Wali Kota Bandung ini bahkan mengimbau pihak yang berkeberatan, untuk lebih jeli membaca peraturan pemilu.

“Pilihannya adalah cuti di hari kerja dengan izin Kemendagri, atau tidak perlu cuti jika berkegiatan di akhir pekan. Coba pahami berita itu dengan ilmu dan aturan, Insya Allah akan aman. Silakan dibaca.”

Sebelumnya, Aliansi Anak Bangsa secara resmi melaporkan pejabat negara atas tuduhan pelanggaran kampanye.

Salah satu pejabat negara yang dilaporkan ke Bawaslu yakni Ridwan Kamil. Selain Kang Emil, mereka juga melaporkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri.

Baca Juga

Kubunya Terseret Skandal Hoaks Surat Suara Tercoblos, Sandiaga Santai

Suara.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tetap berpikir positif, meskipun sejumlah anggota tim suksesnya disebut terkait skandal penyebaran hoaks 7 kontainer surat suara sudh tercoblos.

Djoko Santoso, Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga, disebut-sebut dalam rekaman suara penyebaran hoaks tersebut.

Tak hanya itu, tersangka penyebaran hoaks itu, yakni Bagus Bawana Putra , juga disebut sebagai relawannya.

Sandiaga mengatakan, menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebaran hoaks terkait Pilpres 2019 tersebut.

Sandiaga enggan menyebut dirinya merasa dirugikan atas adanya temuan-temuan baru dari proses penyidikan kasus penyebaran hoaks tersebut.

“Saya menyiapkan ini sebagai ibadah,  jadi tidak ingin mengotori kesucian proses (Pemilu) ini dengan berinteraksi atau bereaksi terhadap tuduhan itu kepada saya,” kata Sandiaga di Prabowo – Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

Sandiaga enggan mengomentari penyebar hoaks itu melibatkan tim suksesnya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Direktorat Relawan Prabowo – Sandiaga.

Tapi, ia juga menegaskan aparat penegak hukum harus mengusut setiap orang yang terlibat tanpa menimbang afiliasi politik pelaku.

“Siapa pun atau pihak mana pun yang terlibat harus diproses seadil-adilnya. Tidak ada tebang pilih.”

Jokowi Instruksikan Kapolri Tindak Tegas Pihak yang Melemahkan KPU

Suara.com – Presiden Jokowi menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindaktegas pihak-pihak yang berusaha melemahkan penyelenggara Pemilu dan Pilpres 2019, yakni KPU .

“Jadi, kalau ada orang-orang, ada pihak-pihak yang ingin melemahkan, mendelegitimasi (KPU), saya sampaikan ke Kapolri juga harus tegas,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Jokowi menuturkan, aparat kepolisian tak boleh membiarkan tindakan-tindakan yang ingin melemahkan dan mendelegitimasi KPU.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan yang juga Mantan Panglima TNI Moeldoko menganggap serangan seperti hoaks alias informasi bohong yang dialamatkan kepada pemerintah dan KPU terbilang tersistematis.

Hal itu disampaikan Moeldoko terkait isu 7 kontainer berisi surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurutnya hoaks tersebut arahnya jelas ditujukan kepada pemerintah atau penyelenggara pemilu.

“Hoaks-hoaks itu tersistematis, bukan sekadar sporadis. Arahnya juga sudah jelas,” kata Moeldoko.

Moeldoko mengakui tahu aktor di balik penyebaran hoaks yang dialamatkan kepada pemerintah. Menurutnya, pada waktunya, masyararakat akan tahu siapa saja otak di balik penyebaran berita bohong itu.

“Dalangnya sudah tahu, nanti akan ketahuan, satu per satu akan ketahuan.”

Berikan 3.023 Sertifikat, Jokowi ke Warga: Di DKI Ada Genting Bocor Enggak?

Suara.com – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengklaim salah satu alasan pemerintah mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah kepada warga karena banyaknya kasus sengketa lahan yang terjadi di setiap daerah. Menurutnya, kebanyakan buntut dari kasus sengketa lahan itu memicu konflik antara warga dengan korporasi.

“Sengketa lahan di mana-mana, karena apa? Masyarakat tidak pegang yang namanya sertifikat, yang namanya tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki sehingga sering masyarakat kalah,” ujar Jokowi dalam acara penyerahan 3.023 sertifikat hak atas tanah di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, dari 126 juta bidang tanah yang harusnya bersertifikat di seluruh Indonesia. Namun, kata dia, sampai tahun 2015, baru 46 juta yang bersertifikat. Hal ini, kata dia dikarenakan pada saat itu hanya 500 ribu sertifikat yang diterbitkan setiap tahunnya.

“Inilah, problemnya apa? Saya lihat secara detail, Pak Menteri lihat secara detail, ternyata problem di semua daerah itu juru ukurnya kurang. Oleh sebab itu sejak 2015, 2016 cari juru ukur sebanyak-banyaknya,” tutur dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pada 2015 sertifikat yang dibagikan melonjak sepuluh kali lipat, dari yang biasanya dibagikan 500 ribu menjadi 5 juta sertifikat. Pada tahun 2018, Jokowi menargetkan sebanyak 7 juta sertifikat, dan tahun 2019 sebanyak 9 juta sertifikat.

“Caranya bagaimana? Ya Pak Menteri urusannya. Kerjanya Kantor BPN kalau dulu mungkin Senin sampai Jumat sore pulang, ya sekarang mungkin bisa sampai tengah malam. Sabtu Minggu harus ke lapangan,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan agar warga bisa menjaga sertifikat tanahnya dengan baik.

“Saya titip semua sertifikat masukan di plastik. Di DKI ada genting bocor enggak? Kalau bocor aman, kedua di fotokopi, simpan di lemari,” tuturnya.

Jokowi juga mempersilahkan masyarakat untuk memanfaatkan sertifikat tanah itu dipakaian untuk meminjam uang ke bank, namun dengan cara yang bijak.

“Biasanya dapat sertifikat biasanya ini, pengennya disekolahkan (jaminan di bank untuk pinjaman uang), ya enggak apa-apa. Ini sudah jadi hak, enggak apa-apa taruh agunan, jaminan ke bank, silahkan. Yang paling penting saya titip kalau mau pinjam ke bank itu dihitung, dikalkulasi, jangan sampai kita pinjam ke bank enggak ada kalkulasi, enggak ada hitungan, nanti enggak bisa mengembalikan, sertifikat yang sudah jadi hilang,” tandasnya.

Adapun sejumlah 3.023 sertifikat tersebut diterima warga yang berasal dari 8 kecamatan di Jakarta Barat, yaitu Cengkareng, Grogol, Petamburan, Kalideres, Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah, Taman Sari, dan Tambora. Pada kesempatan tersebut, Jokowi menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada 12 orang perwakilan penerima.

28 Januari, PKS dan Gerindra Sepakat Kirim Nama 2 Cawagub ke Anies

Suara.com – Pengisian kursi wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta mulai menemukan titik terang. Kedua partai pengusung, yakni PKS dan Gerindra sepakat untuk mengirimkan dua nama kandidat wagub ke Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada 28 Januari 2019.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, proses fit and proper test tiga kandidat wagub akan dimulai pada 14 Januari 2019. Selama kurang lebih dua pekan, tim panitia seleksi akan bekerja melakukan seleksi ketiga kandidat wagub.

“Semoga 25 Januari 2019 proses clear kalau nggak keliru, lalu 28 Januari bisa kirim surat (dua nama cawagub) ke gubernur,” kata Syakir usai menggelar rapat koordinasi dengan Gerindra di Kantor DPW PKS DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Nantinya proses fit and proper test akan diawali dengan rapat koordinasi yang dilakukan oleh empat anggota tim pansel dari kedua partai. PKS sendiri telah menunjuk Eko Prasojo dan Ubeidilah Badrun. Sementara, Gerindra telah menunjuk Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif dan peneliti LIPI Siti Zuhro sebagai tim fit and proper test.

Dalam rapat itu, akan ditentukan kerangka fit and proper test hingga materi yang akan diujikan. Selanjutnya, tim langsung melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap ketiga kandidat.

“Setelah itu, pembahasan dan penyusunan hasil fit and proper test, lalu penyerahan hasil kepada partai dilanjutkan pengiriman surat dari partai pengusung ke gubernur pada 28 Januari,” ungkap Syakir.

Sementara, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syakir mengatakan, partainya sepakat untuk segera menyelesaikan pembahasan wagub DKI. Sehingga, kursi wagub yang ditinggalkan oleh Sandiaga Uno dapat segera terisi untuk membantu kerja Anies.

“Dari awal, Gerindra pengennya cepat. Mudah-mudahan timeline ini ketat, bisa diselesaikan. Baru dilobi ke DPRD,” pungkas Syarif.

Awalnya kandidat wagub yang diusulkan hanya dua yakni mantan Wakil Wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPW PKS DKI. Kekinian, nama Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi resmi dimasukkan ke dalam kandidat wagub DKI.

Ada Semen Putih dalam Tas yang Disangkutkan di Rumah Ketua KPK

Suara.com – Polisi belum mau menyimpulkan isi tas yang disangkutkan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo , Perumahan Graha Indah, blok A9/15, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, berisi bom atau bukan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tas tersebut kekinian masih diteliti di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

“Tapi dalam pemeriksaan awal, ada semen putih di dalamnya,” kata Argo, Rabu (9/1/2019).

Argo juga belum mau merinci proses penyelidikan kasus aksi teror di rumah Agus Rahardjo. Polisi juga belum menentukan jadwal pemeriksaan terhadap Agus Rahardjo sebagai korban.

“Masih bekerja, saya cek dulu ya, saya cek dulu. Masih jalan penyidikan. Belum (pemeriksaan Agus Rahardjo),” jelasnya.

Sebelumnya, Argo Yuwono mengatakan telah memeriksa Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, yang rumahnya juga menjadi sasaran teror pelemparan bom molotov pada hari ini.

Diduga Langgar Pemilu, Ridwan Kamil dan Hanif Dhakiri Dilaporkan ke Bawaslu

Suara.com – Komunitas bernama Aliansi anak Bangsa (AAB) resmi melaporkan dua pejabat negara atas tuduhan pelanggaran kampanye ke Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ). Dua pejabat negara yang dilaporkan terkait pelanggaran pemilu itu, yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri.

“Tentang adanya temuan peristiwa pelanggaran hukum pemilu / negatif campaigne yang dilakukan aparatur pejabat penyelenggara pemerintahan daerah,” kata anggota AAB Novel Bamukmin lewat siaran persnya, Rabu (9/1/2019).

Pelanggaran tersebut terkait beredanya foto Ridwan Kamil mengacungkan jari satu di sebuah acara politik. Acungan satu jari tersebut diduga merujuk kepada bentuk dukungan kepada capres petahana Presiden Joko Widodo.

Laporan tersebut telah diterima Bawaslu bernomor 02/LP/PP/RI/00.00/I/2019. Selain Ridwan Kamil, sepuluh kepala daerah yang berada di kepulaun Riau juga turut dilaporkan dalam kasus yang sama. Dalam pelaporan itu, 12 pejabat tersebut diduga melanggar Pasal 547 Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Pasal tersebut berbunyi pejabat negara yang dengan sengaja membuat atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye, dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta

Terkait laporan ini, Novel meminta agar Bawaslu bertindak profesional dalam menindak setiap pelanggaran pemilu. Dia juga berharap tidak tebang pilih untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

“Bahwa laporan yang kami buat ini, juga untuk ajang pembuktian Bawaslu kepada masyarakat bahwa Bawaslu berlaku adil, tidak tebang pilih,” terangnya.

Baca Juga

Sempat Deklarasi, Kubu Prabowo Kukuh Bantah Bagus Bawana Relawannya

Suara.com – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno berkukuh, tidak ada nama kelompok relawan Dewan Koalisi Relawan Nasional Prabowo.

Ketua Kornas Prabowo, Bagus Bawana Putra , adalah tersangka penyebaran informasi bohong alias hoaks 7 kontainer berisi surat suara Pilpres 2019 telah tercoblos untuk kepentingan peserta tertentu.

Direktur Relawan BPN Prabowo – Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan, menegaskan Kornas Prabowo tak tercatat sebagai organisasi relawan.

Meski BPN Prabowo – Sandiaga berkukuh menolak mengakui, Kornas Prabowo ternyata sempat mendeklarasikan dukungannya pada 18 Mei 2018. Dalam deklarasi itu, tertulis nama Bagus Bawana Putra sebagai Ketua Dewan Kornas.

Selain Bagus, ada pula Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Kornas Prabowo Presiden, bernama Wendra yang menyebut deklarasi itu sudah diketahui oleh pihak Partai Gerindra.

“Enggak. Bulan Mei itu  Prabowo – Sandiaga belum dideklarasikan. Ini ngarang saja,” kata Ferry di Prabowo – Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

Ferry mengungkapkan, kelompok relawan diberikan keleluasaan untuk menyampaikan dukungannya. Akan tetapi bukan untuk disalahgunakan.

“Kelonggaran struktur relawan itu sebenarnya untuk menggerakkan kemenangan, bukan digunakan seenak-enaknya. Kalau dia merugikan mau enggak mau harus kami keluarkan.”

Ia menjelaskan, BPN Prabowo – Sandiaga sudah memiliki empat organisasi payung relawan, yakni Rumah Aspirasi, Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo – Sandiaga, Rumah Djoeang, dan M16.

Penyebar Hoaks Surat Suara Jadi Relawan Prabowo, Sandiaga Klaim Tak Kenal

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari

Penyebar Hoaks Surat Suara Jadi Relawan Prabowo, Sandiaga Klaim Tak Kenal

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyempatkan diri menjenguk Ustaz Arifin Ilham di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Selasa (8/1/2019) malam. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Sandiaga enggan berkomentar terkait nama Bagus yang disebut-sebut sebagai relawan Prabowo. Dia bersikukuh tidak mengenali nama Bagus sebagai anggota Kornas.

ICW: Baru Gerindra yang Menyumbang Dana Kampanye Prabowo – Sandiaga

Suara.com – Seruan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto agar semua partai pendukungnya menyumbangkan dana kampanye, ternyata belum berbuah hasil.

Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch, baru Partai Gerindra yang menyumbangkan dana kampanye kepada Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Sementara partai pendukung lainnya, yakni PAN, PKS, dan Partai Demokrat, belum menyumbangkan dana kampanye.

Menurut data temuan ICW , dana kampanye dari partai politik yang masuk ke BPN Prabowo – Sandiaga adalah sebesar Rp 1.389.942.500. Semua dana itu berasal dari Partai Gerindra, yang diberikan dalam tiga transaksi.

“Tapi itu perlu dicek, bisa saja dana sumbangan dimasukkan ke laporan dana kampanye partai politik masing-masing,” kata Peneliti Divisi Korupsi Politik ICW Almaz Sjafrina di Kantor ICW, Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya, Prabowo Subianto sempat menyinggung para elite partai koalisi pendukungnya yang belum menyumbangkan dana kampanye.

Hal tersebut ia ungkapkan saat berpidato dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

“Hei kalian elite partai, kalau kalian tidak menyumbang kelewatan kalian. Ini tukang ojek saja mengirim penghasilannya kepada dana kita,” ujar Prabowo, Selasa (18/12/2018) dalam akun YouTube GerindraTV.

Sementara Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengklaim, partainya sudah menyumbang dana. Namun, ia menyebut dana tersebut tak perlu dilaporkan.

Anies Mau Razia Kucing dan Anjing, Bantah untuk Kurangi Populasi

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunda razia kucing dan anjing liar di ibu kota. Anies membantah razia yang sebelumnya akan dilakukan bertujuan untuk mengurangi populasi anjing dan kucing.

Anies mengatakan, razia itu dilakukan guna mencegah rabies yang ditularkan oleh Hewan Penular Rabies (HPR) yakni kucing dan anjing. Sebab, kedua hewan itu bila dibiarkan liar berpotensi besar terinfeksi rabies.

“Enggak (mengurangi populasi). Yang penting adalah tidak ada penyakit menular, tidak ada masalah kesehatan dan biarkan populasi itu tumbuh secara natural,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Sebagai ganti penundaan razia, Pemprov DKI melakukan sosialisasi HPR. Sosialisasi akan dilakukan di sekitar pasar yang ditemui banyak anjing dan kucing liar.

Sebab, tak sedikit warga DKI yang mengeluhkan banyaknya hewan yang berkeliaran dan buang kotoran sembarangan, sehingga keberadaannya meresahkan warga.

“Dari warga juga ada keluhan itu, karena itu bukan hanya semata-mata pemerintah, tapi dari warga juga,” ungkap Anies.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memerintahkan agar Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menunda razia kucing dan anjing di Ibu Kota. Hal itu lantaran razia yang dilakukan dikecam oleh para pecinta hewan.

Program razia itu seharusnya digelar sejak Selasa (8/1/2019) di sejumlah titik di Jakarta.

Rumahnya Kena Bom Molotov, Laode: Biasa Itu, Bagian dari Pekerjaan

Suara.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarif mengaku sudah siap menerima konsekuensi apapun termasuk teror bom molotov yang terjadi di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pagi tadi. Dia mengaku teror sudah menjadi makanan sehari-hari pimpinan KPK.

“Enggak apa-apa. Biasa itu, bagian dari pekerjaan,” kata Laode di kediamannya, Rabu (9/1/2019).

Terkait insiden pelemparan bom molotov itu, Laode mengaku masih menunggu masih menunggu hasil penyelidikan di kepolisian. Diketahui, Laode sudah diperiksa polisi terkait kasus tersebut. Selain itu, polisi juga telah melaksanakan olah TKP di rumah petinggi lembaga antirasuah itu.

“Tadi polisi sudah melakukan olah TKP, jadi kita tunggu saja ya hasilnya,” kata Laode.

Selain rumah Laode, aksi teror bom juga terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Waktu dari dua insiden tersebut nyaris bersamaan. Teror yang terjadi di rumah Laode berupa pelemparan dua bom molotov. Sedangkan, di rumah Agus, polisi menyita tas berisi paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai. Tak ada bahan peledak di tas yang ditaruh pelaku di pagar kediaman Agus.

Lafaz Allah di Jidatnya Jadi Perdebatan, Sandiaga: Saya Gak Nyadar lho

Suara.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membuat heboh pengguna media sosial. Pasalnya, urat di jidatnya disebut serupa lafaz Allah.

Foto Sandiaga itu beredar luas di media sosial, terutama di Twitter. Tak hanya di Twitter, para pendukungnya banyak yang melemparkan pujian kepadanya lewat kolom komentar akun pribadi Instagram Sandiaga, @sandiuno.

Saat ditanya perihal itu, Sandiaga mengakui sudah dikirimi foto tersebut oleh sejumlah pihak. Namun dirinya tidak merasa apabila ada lafaz Allah muncul di dahinya.

“Enggak merasa, tapi banyak yang ngirim gambarnya ke saya. Saya juga enggak nyadar sama sekali,” kata Sandiaga di Prabowo – Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Foto viral itu merupakan hasil bidik layar video yang diunggah dalam akun Instagram Sandiaga, Senin (7/1/2019).

Video itu sendiri direkam saat sesi wawancara Sandiaga bersama wartawan seusai berolahraga di kawasan Jenggala, Senopati, Jakarta Selatan.

Tak sedikit pengikut Instagramnya yang melemparkan komentar terkait adanya lafaz Allah yang muncul di dahinya.

Dari 1.866 komentar, mayoritas mereka kagum bahkan ada yang merinding kala melihat video tersebut.

Dua Pimpinan Diteror Bom, KPK: Kita Tunggu Hasil Kerja Polisi

Suara.com – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengaku terus berkordinasi dengan pihak kepolisian terkait penyelidikan kasus teror bom yang terjadi di rumah dua pimpinan KPK.

Menurut Febri, Mabes Polri dan Polda Metro Jaya langsung membuat tim gabungan untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), pagi tadi. Bahkan, Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri turut dikerahkan untuk melakukan penyelidikan terkait teror yang terjadi di rumah Agus Rahardjo dan Laode M. Syarief.

“Sudah ditugaskan tim ke lokasi ke rumah Ketua KPK dan juga wakil ketua KPK. Tim ini terdiri dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan libatkan personel dari Densus (Detasemen Khusus 88 Anti Teror),” kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Namun demikian, kata Febri, KPK masih menunggu hasil kerja dari tim gabungan di intitusi Polri terkait teror bom tersebut. Dia pun meminta agar polisi segera menindak tegas pelaku aksi teror tersebut jika sudah menemukan alat bukti yang cukup 

“Mari kita tunggu saja bagaimana proses yang terjadi di Polri karena ini adalah dugaan tindak pidana, maka akan ada proses penegakan hukum yang dilakukan,” ujar Febri.

Diketahui, terjadi aksi teror terhadap kediaman Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi. Dari hasil pemeriksaan isu tas hitam mencurigakan berisi paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai. Sedangkan aksi teror yang terjadi di rumah Laode M di Kalibata, Jakarta Selatan berupa teror bom molotov.

Tak Memenuhi Syarat, Anies Lelang Ulang 4 Jabatan Kepala SKPD

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kembali melelang 4 posisi jabatan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sebab, dalam lelang jabatan sebelumnya tidak ada kandidat yang memenuhi syarat.

Keempat posisi jabatan yang akan dilelang ulang adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Energi, Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, dan Kepala Biro Administrasi Sekretariat Daerah.

“Tidak ada calon yang memenuhi persyaratan. Tapi yang tidak terpengaruhi akan dibuka lagi (lelang jabatan),” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Anies memastikan, proses pelayanan kepada publik tidak akan terganggu. Sebab, selama menunggu proses lelang jabatan kedua digelar, posisi 4 kepala SKPD itu masih diisi oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala SKPD.

“Ada beberapa yang masih posisinya Plt dan kami akan segera lanjutkan ke putaran kedua dari proses rekrutmen.”

Berdasarkan hasil lelang jabatan awal, sebanyak 10 posisi kepala SKPD sudah terisi. Tiga pejabat telah dilantik pada 31 Desember 2018, mereka adalah Atika Nur Rahmania sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik; Suzi Marsitawati sebagai Kepala Dinas Kehutanan; serta Iin Mutmainah sebagai Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Sementara 7 pejabat lainnya baru dilantik pada Rabu (9/1/2019) pagi. Ketujuh pejabat yang dilantik adalah Sri Haryati sebagai Asisten Perekonomian dan Keuangan; Sri Mahendra Satria Wirawan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; Chaidir sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Selain itu, Hari Nugroho sebagai Kepala Dinas Bina Marga; Widyastuti sebagai Kepala Dinas Kesehatan; Kelik Indriyanto sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman; dan Uus Kuswanto sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Timur.

9 Juta Orang Masih Percaya Isu PKI, Jokowi Syok

Suara.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku syok lantaran masyarakat masih banyak yang termakan isu dirinya merupakan kader Partai Komunis Indonesia . Bahkan, totalnya yang masih percaya isu PKI itu terbilang besar.

Berdasarkan hasil survei, kata Jokowi, sebanyak 9 juta orang masih mempercayai dirinya merupakan keturunan organisasi berpaham marxis tersebut.

“Kalau kita blak-blakan seperti ini. Saya jawab ini, kenapa saya jawab karena di survei 9 juta orang percaya itu. Waduh saya kaget juga, jadi saya jawab juga empat tahun saya diam saja, ini saya jawab, 9 juta percaya,” ujar Jokowi saat berpidato di acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).

Dalam acara tersebut, Jokowi juga menampilkan sebuah foto yang memperlihatkan pria mirip dirinya yang berdiri di dekat mimbar saat Ketua PKI DN Aidit berpidato pada Pemilu 1955. Jokowi mengaku heran foto editan mirip dirinya itu berada di dekat mimbar saat Aidit berpidato. Sebab pada tahun tersebut, dirinya belum lahir.

“Apalagi di medsos ada gambar ini. Nah ini namanya DN Aidit Ketua PKI, dia pidato saat pemilu 1955 pidatonya, lah kok. Coba rekayasa-rekayasa seperti ini saya harus ngomong kalau enggak nanti percaya. Lahir saja belum sudah dipasang. Saya lahir 1961, pidato (DN Aidit) 1955, saya lihat di HP saya lah kok wajahnya persis saya, saya lihat-lihat bener wajah saya,” kata dia.

Terkait isu tersebut, capres petahana itu mengimbau seharusnya media sosial digunakan untuk hal yang bermanfaat, bukan digunakan untuk menyebar hoaks. Ia pun berharap cara-cara politik tersebut segera diakhiri.

“Inilah namanya medsos harusnya bermanfaat, kita mendapatkan informasi yang baik, kita dapat informasi yang mencerahkan tapi kalau yang muncul seperti tadi itu bukan etika Indonesia, bukan tata krama Indonesia, cara-cara politik seperti itu bukan cara yang beretika. Saya rasa cara-cara seperti itu harus kita akhiri , kita sudahi,” ucap Jokowi.

“Kita harus masuk ke sebuah pikiran yang kita mulai berpikir bagaimana bersaing dengan negara lain. Kita mulai berpikir bagimana berkompetensi dengan negara lain, karena kita punya kompetensi besar mempunyai kekuatan besar untuk bisa bersaing itu,” sambungnya

Teror Bom Molotov, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Diperiksa Polisi

Suara.com – Wakil Ketua KPK Laode M Syarif telah diperiksa Polda Metro Jaya,  terkait aksi teror pelemparan bom molotov di kediaman pribadinya, Rabu (9/1/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, juga telah memeriksa 6 saksi untuk keperluan penyelidikan aksi teror yang terjadi pada Rabu dini hari tersebut.

“Ada 6 saksi sudah diperiksa, kemudian Pak Laode juga sudah diperiksa hari ini,” ujar Argo di Polda Metro Jaya.

Selain Laode, kata Argo, enam saksi lain yang sudah diperiksa ialah asisten rumah tangga Laode bernama Hartini; pedagang kue Suwarni; sopir Laode bernama Bambang, dan tetangga Laode, Fitra.

Hartini, Suwarni dan Bambang mengetahui saat peristiwa teror bom yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan, Fitra diperiksa berkaitan dengan kamera closed-circuit television (CCTV) miliknya merekam aksi dua terduga pelaku.

“Orang itu yang melihat, mendengar, mengetahui. Siapa saja yang mengetahui kita periksa,” jelasnya.

Argo menambahkan, dua kamera CCTV milik Laode dan Fitra telah disita sebagai barang bukti. Nantinya, barang bukti tersebut akan menjadi bahan evaluasi pihak kepolisian.

Sebelumnya, kediaman Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu dini hari.

Namanya Sempat Disebut Penyebar Hoaks, Timses Prabowo Diminta Tak Diam

Suara.com – Kubu Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin meminta kubu rivalnya, Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, tak diam saat kasus berita bohong 7 kontainer berisi surat suara sudah tercoblos terkuak kepada publik.

Sebab, kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi – Maruf, Ade Irfan Pulungan, nama Ketua BPN Prabowo – Sandiaga, yakni Djoko Santoso , sempat disebut dalam rekaman yang menginformasikan kabar hoaks tersebut.

Apalagi, kata Irfan, Bagus Bawana Putra—terduga pelaku pembuat rekaman penyebaran informasi haosk itu—dikabarkan merupakan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo.

“Kalau dia (Djoko Santoso) diam kan ada spekulasi publik, kenapa disebutkan nama dia, kenapa disebutkan salah satu partai (Gerindra). Itu kan harus diklarifikasi biar publik mendapat kejelasan mengenai masalah ini,” kata Ade di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Irfan meyakini, Bagus Bawana tak sendirian saat membuat rekaman suara yang mengklaim ada 7 kontainer berisi surat suara Pilpres 2019 sudah tercoblos di Tanjung Priok.

Untuk itu, Irfan meminta pihak penyidik Bareskrim Mabes Polri guna mencari aktor intelektual di balik pembuatan hoaks tersebut.

“Kami minta kepada pihak Siber Bareskrim untuk melacak. Saya yakin dan percaya ini tidak berdiri sendiri. Karena dalam rekaman itu saya dengar bukan hanya ada satu suara, ada lainnya juga.”

Sebelumnya, Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Jokowi – Maruf Amin melaporkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief dan pelaku pembuat rekaman terkait hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos ke Bareskrim Mabes Polri pada 3 Januari 2019.

Adapun salah satu transkrip isi rekaman suara yang dijadikan bukti tersebut yakni sebagai berikut:

Sekarang ini ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, marinir udah turun, dibuka satu isinya kartu suara yang sudah dicoblos nomor satu, Jokowi itu mungkin dari China.

Total katanya itu kalau 1 kontainer itu 10 juta berarti kalau ada 7 kontainer 70 juta suara udah dicoblos nomor satu.

Tolong sampaikan akses ke bapake atau ke Gerindra Pusat untuk segera kesana ini ta’ kirimin nomor telefon orangku yang disana untuk membimbing ke kontainer itu, ya. Atau sukur akses Djoko Santoso pasti marah kalau beliau, langsung ngecek sana ya.

Cari CCTV, Polisi Sempat Geledah Rumah Tetangga Agus Rahardjo

Suara.com – Seorang warga bernama Agung (36) mengaku sempat didatangi polisi terkait penemuan tas mencurigakan diduga bom di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, blok A9/15, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Alasan polisi mendatangi rumahnya untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di kediamannya. Sebab, rumahnya tempat berada di samping rumah Agus.

Namun sayangnya, perangkat CCTV miliknya tidak merekam peristiwa saat pelaku menaruh tas mencurigakan itu di pagar rumah pimpinan KPK itu.

“Makanya saya tadi jadi ngerasa salah juga harusnya kita kontrol karena dari sisi pengelihatan harusnya bisa (jelas). Jadi kita dari dalam bisa lihat luar. Tapi kita enggak tahu recordernya bermasalah. Hardisknya rusak,” ujar Agung saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (9/1/2019).

Maka dari itu, ia berencana memperbaiki perangkat CCTV miliknya. Bahkan dirinya berencana memasang kamera CCTV sedikit lebih tinggi agar bisa terlihat sisi jalan depan rumahnya.

“Mau lihat juga enggak terlalu jelas, makanya saya mau modif kamera saya supaya saya taruh di atas lagi,” terangnya.

Mengenai gerak-gerik mencurigakan di sekitaran rumah Agus tadi pagi, Agung mengaku tidak meihat ada hal yang ganjil. Menurutnya, sebelum kejadian, situasi di perumahaan itu tampak seperti hari biasaya, banyak orang yang lalulalang di sekitar perumahan

“Benar-benar enggak ada curiga apa-apa saya. Kayak biasa aja,” terangnya.

Sudirman Said: Tol Trans Jawa Dipaksa Selesai untuk Kepentingan Pilpres

Suara.com – Kubu Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mengkritik pembangunan ekonomi era Presiden Jokowi dilakukan tanpa perencanaan matang. Bahkan, program tersebut dituding dilakukan demi kepentingan Pilpres 2019.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional  Prabowo – Sandiaga, Sudirman Said dalam diskusi Rabu Biru ‘Menuju Ekonomi Indonesia yang Adil dan Makmur’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Said menjelaskan, kritik itu berdasarkan penilaiannya terhadap proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Selain itu ada juga proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta – Bandung.

Menurutnya, dua pembangunan infrastruktur itu jelas memperlihatkan adanya proyek ekonomi tapi berdimensi politis.

“Terlalu jelas, terlalu kelihatan proyek itu dengan agenda pemilu. Supaya bisa menjadi upacara peresmian, maka dipaksa selesai lebih cepat, dipaksakan pembangunan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan,” kata Said.

Said menilai, pembangunan ekonomi di bawah pemerintahan Jokowi mengabaikan pendekatan teknokratik.

Menurutnya, kajian para teknokrat atau ahli sangat dibutuhkan dalam pembangunan perekonomian suatu negara.

Kajian itu tentu akan menghabiskan waktu yang lama, karena banyak penelitian semisal mengenai kondisi, potensi, masalah, dan isu-isu strategis.

Jelang Debat Perdana, Ini Pembagian Materi Prabowo dan Sandiaga

Suara.com – Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mulai melakukan persiapan menjelang debat sesi pertama . Prabowo dan Sandiaga sudah mendapatkan porsi pendalaman materi yang berbeda.

Sandiaga menerangkan, dalam beberapa hari ke depan akan disibukan dengan pendalaman materi debat. Debat sesi pertama sendiri akan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada 17 Januari mendatang.

“Saya akan menghadiri sesi dengan tim materi dan kami akan mendalami masing-masing topik, mulai dari hukum, ham, terorisme, dari segi korupsi juga,” ujar Sandiaga di Kantor Pusat Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo – Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2018).

Pendalaman materi, kata Sandiaga, akan terbagi dengan berbeda jumlah bobot. Ia menyebut Prabowo akan mendapatkan pendalaman materi sebanyak 2/3, sedangkan dirinya akan diberi pendalaman materi hanya 1/3. Pembagian materi lebih banyak ke Capres dikarenakan masyarakat yang ingin mendengar langsung argumen-argumen yang keluar langsung dari Prabowo.

Mantan Wagub DKI Jakarta ini menegaskan, tidak ada kejutan yang akan disampaikannya nanti pada sesi debat pertama. Materi debat yang akan disampaikan kepada pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, kata Sandiaga, hasil kampanyenya di sejumlah daerah di Indonesia.

“Mengenai mungkin apakah ada topik-topik yang disandingkan dengan contoh real dengan yang ada di lapangan, itu juga mungkin akan dibawa untuk mengangkat relevansi daripada diskusi kita,” pungkasnya.

Saat Diteror Fake Bomb, 4 CCTV di Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo Mati

Suara.com – Kamera pengawas alias CCTV yang berada di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo , Perumahan Graha Indah, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, dalam kondisi mati saat terdapat teror bom palsu, Rabu (9/1/2019).

Pantauan Suara.com, terdapat 4 kamera CCTV yang berada di bagian depan rumah Agus Rahardjo. Dua kamera terlihat di teras bagian bawah, dan dua lainnya di lantai atas bagian luar.

CCTV mati katanya. Sudah beberapa hari ini mati. Biasanya selalu hidup,” ujar Fery, tetangga Agus saat ditemui di rumahnya.

Tetangga Agus yang lain bernama Melky juga membenarkan hal tersebut. Pasalnya, Melky sempat dimintakan rekaman CCTV yang ada dirumahnya oleh aparat kepolisian. Letak rumahnya berhadapan langsung dengan rumah Agus.

“Polisi sempat minta rekaman CCTV kepada saya. Polisi mengira yang di depan teras saya itu kamera. Ternyata itu lampu teras milik saya. Bentuknya memang rada mirip kamera.”

Setelah dari rumahnnya, Melky mengatakan polisi langsung menyisir rumah-rumah warga yang lain untuk mencari informasi tambahan.

Sebelumnya diberitakan, plastik berwarna yang awalnya diduga berisi bom dan disangkutkan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, ternyata berisi paralon dan bahan material lain.

Berdasarkan informasi yang terhimpun Suara.com, tas tersebut berisi paralon berukuran besar terisi paku, kabel, serbuk, serta baterai.

Sementara Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, teror diduga bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo itu diketahui pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

“Benar, diketahui jam 06.30 WIB. Setelah diperiksa, tas itu berisi paralon dan material lain,” kata Anas.

Ia menuturkan, pihak yang kali pertama menemukan barang mencurigakan tersebut adalah ajudan pribadi Agus Rahardjo dan petugas keamaan kompleks perumahan.

“Setelah itu satpam perumahan melapor kepada kami. Sewaktu dicek, bukan bom, tapi memang ada paralon seperti bom,” tuturnya.

Min Syok Tahu Suami Cabuli Anak Sendiri Sejak Umur 12 Tahun

Suara.com – Seorang perempuan berinisial Min (52) nekat melaporkan SOF (52) ke polisi karena sudah tak tahan menutupi tindakan bejat sang suami . Pelaporan itu dilakukan karena SOF telah meniduri putrinya, SA sejak masih berusia 12 tahun.

Menurutnya, SA sendiri baru berani mengungkapkan aib tersebut setelah sudah berbadan dua. Akibat dari aksi rudapaksa itu, korban kini hamil enam bulan. Awal pertama kali SA diperkosa ayah kandungnya itu terjadi pada 2013 lalu. Aib itu terbongkar setelah Min melihat perubahan yang drastis di tubuh putrinya itu.

“Saya tanya kepada SA, ternyata benar jika SA tengah hamil enam bulan,” kata Min di SPK Mapolresta Palembang, Rabu (9/1/2019).

Dia pun mengingat, SA terlihat saat ketakutan saat dirinya pulang ke rumah. Ketika itu, Min juga melihat sang suami keluar dari kamar mandi. Diduga, SOF ketika itu habis memerkosa anaknya.

“Suatu saat, usai pulang bekerja, saya melihat suami saya habis mandi, sedangkan SA terlihat ketakutan,” kata dia.

Min menduga SOF leluasa mencabuli SA lantaran kesibukannya bekerja di toko plastik. Dari keterangan sang anak, peristiwa itu ditutupi karena SA diancam oleh ayahnya untuk tidak membongkar kasus pencabulan ke siapapun termasuk istrinya.

“Saya tidak tahu kalau pelaku berbuat seperti ini. Anak saya pun tidak cerita, karena takut ancamannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Palembang, AKP Andi Haryadi menyampaikan telah menerima laporan kasus pencabulan yang menimpa SA. Andi pun mengaku akan melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan kasus tersebut.

Kontributor : Andhiko Tungga Alam

Tarif di IRTI Naik, Anies Larang PNS DKI Parkir di Gedung DPRD Jakarta

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melarang seluruh PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta memarkirkan kendaraannya di tempat parkir Gedung DPRD Jakarta , Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sebab, semenjak subsidi parkir di Lapangan Parkir IRTI dicabut, banyak PNS beralih memarkir kendaraan di gedung DPRD Jakarta yang lokasinya bersebelahan.

Anies mengatakan, tempat parkir di Gedung DPRD Jakarta adalah tempat yang disediakan untuk para anggota dewan, bukan PNS DKI . Anies melarang keras bawahannya memarkir kendaraan di gedung dewan.

“Tidak bisa parkir di IRTI dengan subsidi bukan berarti parkir di DPRD. Itu (tempat) parkir untuk anggota dewan untuk pegawai dewan,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Nantinya, Pemprov DKI akan mengatur regulasi untuk mengantisipasi peralihan lokasi parkir para PNS. Anies menegaskan, pencabutan subsidi parkir para PNS sebesar Rp 68 ribu bertujuan agar para PNS beralih ke transportasi umum, bukan justru malah berpindah lokasi parkir.

Meski demikian, Anies belum merumuskan kebijakan seperti apa yang akan dikeluarkan untuk para PNS yang beralih lokasi parkir. Ia akan memanggil UP Perparkiran untuk membahas persoalan ini.

“Ya nanti diatur. Nanti akan saya panggil khusus. Ini jadi contoh, begitu tidak ada tempat parkir orang akan berpikir ulang, kalau ada tempat lain karena itu harus ada kebijakan konperensif,” tutup Anies.

Pantauan Suara.com di tempat parkir Gedung DPRD DKI Jakarta, parkiran sepeda motor yang ada di basement lantai 3 tampak dipenuhi ratusan sepeda motor milik PNS DKI.

Saat jam pulang kerja pukul 16.00 WIB, ratusan PNS berbondong-bondong turun ke basement DPRD dan mengambil kendaraannya. Setelah 30 menit berlalu, parkiran basement DPRD DKI pun langsung lengang atau tidak sepenuh seperti sebelumnya.

Tak Tahan Jadi Korban Hoaks, Jokowi: Emang Ada PKI Balita?

Suara.com – Presiden Joko Widodo mengaku tak tahan kerap dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia . Luapan kegeraman itu disampaikan Jokowi saat berpidato dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).

Dia pun menghitung isu tersebut sudah bergulir selama 4 tahun terakhir. Awalnya dia tak mau menggubris saat isu PKI itu dihembuskan di media sosial. Namun,  kekinian isu tersebut dianggap sangat mengganggu.

Dalam pidatonya itu, Jokowi pun meminta agar seluruh hadirin memantau isu di medsos terkait tuduhan dirinya sebagai kader PKI.

“Jelang (tahun) politik, isinya di media sosial kita lihat, fitnah, hoaks, kabar bohong. Coba bapak ibu buka saja di medsos banyak sekali presiden Jokowi itu PKI, iya. Iya saya empat tahun digitukan diam saja, sekarang saya mau ngomong. Boleh kan?” kata Jokowi saat berpidato.

Namun demikian, Jokowi menilai jika tuduhan PKI itu sangat tidak relevan dengan fakta sebenarnya. Sebab, kata dia, saat PKI dibubarkan pemerintah pada tahun 1965-1966, kala itu usianya masih anak-anak.

“Masa Pak Jokowi PKI, dan ingat PKI itu dibubarkan tahun 1965 /1966. PKI itu dibubarkan Tahun 1965 /1966. Saya lahir tahun 1961 berarti umur saya baru 4 tahun, ada PKI Balita? Ada? Jangan seperti itu lah cara-cara berpolitik nanti beda lagi, bukan pak Jokowi orangtua, bapak ibunya,” kata dia

Menurut Jokowi saat ini dengan keterbukaan informasi, semakin mudah mengecek apakah dirinya terlibat PKI atau ataupun keturunan PKI.

“Sekarang gampang banget ngecek mudah sekali di zaman keterbukaan ini, cek saya mesjid di dekat rumah orangtua, cek saja mesjid deket kakek-nenek saja. NU ada di Solo, Muhammadiyah ada di Solo ada Persis, Parmusi ada di Solo, cek saja gampang banget tabayyun cek,” tandasnya.

Guru Sekolah Siswi Korban Penusukan di Bogor Gelar Tabur Bunga

Suara.com – Kasus penusukan yang menewaskan siswi SMK bernama Andirana Yubelia Noven Cahya (18), menimbulkan luka mendalam bagi pihak sekolah.

Untuk mengenang korban, perwakilan sekolah melakukan tabur bunga dan berdoa di lokasi kejadian, Rabu (9/1/2019).

Pantauan Suara.com, sejumlah guru perwakilan dari SMK Baranangsiang tempat korban menuntut ilmu mendatangi lokasi penusukan di gang kecil di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Tampak di lokasi wali kelas korban, Endang Tri Astuti, bersama beberapa guru melakukan tabur bunga tepat di depan gerbang putih di ujung gang yang telah diberi garis polisi.

Dengan suasana penuh duka mereka kemudian memanjatkan doa untuk Noven. “Yang tenang ya Noven,” ucap Endang, di lokasi, Rabu (9/1/2019).

Endang mengatakan, kekinian jenazah Noven sudah dibawa pihak keluarga ke rumah RS Borromeus, Kota Bandung untuk disemayamkan. Rencananya, korban baru akan dimakamkan pada Kamis (10/1) besok.

“Pagi tadi dibawa dulu ke Cianjur tempat keluarga besarnya. Terus dibawa lagi ke Bandung, rencana mau dimakamkan besok,” tambah Endang.

Untuk diketahui, Andriana Yubelia Noven Cahya (18) yang akrab disapa Noven ditemukan warga bersimbah darah di sebuah gang kecil di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat pada Selasa 8 Januari 2019.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, siswi SMK kelas 3 itu diketahui ditusuk pria tidak dikenal tepat di bagian dada. Polisi masih memburu pelaku penusukan Noven.

Kontributor : Rambiga

Rumahnya Diteror Bom, Agus dan Laode Tetap Ngantor ke KPK

Suara.com – Aksi teror diduga bom yang terjadi di kediamaan, tampaknya tak menyulutkan pimpinan KPK untuk beraktivitas. Meski rumah keduanya menjadi sasaran teror, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief tetap bekerja seperti biasa di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) sore.

“Iya, tetap menjalankan kegiatan sesuai dengan tugas masing-masing,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada Suara.com.

Pantauan Suara.com, suasana di sekitar gedung KPK pun nampak normal. Tak ada penjagaan ketat dari anggota Polri di sekitar kantor lembaga antirasuah itu. Kegiatan pemeriksaan maupun kunjungan dari keluarga para tersangka yang ditahan KPK juga terlihat tampak seperti hari biasa

Meski tetap beraktivitas, pimpinan KPK belum mau memberikan tanggapan terkait teror bom yang menyasar rumah Agus dan Laode.

Untuk diketahui, rumah dua pimpinan KPK mengalami teror, pagi tadi. Ditemukan tas berisi benda berupa pipa paralon dan material lain di rumah Agus di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan, rumah Laode yang terletak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan ditemukan dua bom molotov.

Kasus teror yang menimpa dua pimpinan KPK itu masih diselidiki tim Mabes Polri.

Baca Juga

Bawaslu Perintahkan KPU Jadikan Oso Caleg DPD RI di Pemilu 2019

Suara.com – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu memerintahkan Komisi Pemilihan Umum atau KPU memasukkan nama Oesman Sapta Odang dalam daftar calon tetap anggota DPD RI Pemilu 2019. Perintah itu disampaikan Bawaslu dalam sidang dugaan pelanggaran administratif pemilu oleh KPU, yang diajukan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

Dalam putusannya, ajelis sidang mengadili bahwa KPU RI selaku terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi Pemilu. Bawaslu memerintahkan KPU untuk melakukan perbaikan administrasi dengan mencabut keputusan KPU sebelumnya tentang penetapan daftar calon tetap perseorangan peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019.

“Memerintahkan Terlapor mencantumkan nama Oesman Sapta Odang sebagai calon tetap peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019 paling lama tiga hari kerja sejak putusan dibacakan,” kata Ketua Majelis sidang sekaligus Ketua Bawaslu RI Abhan di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Bawaslu juga memerintahkan KPU untuk menerbitkan keputusan baru tentang penetapan daftar calon tetap perseorangan, peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019 dengan mencantumkan nama OSO . Bawaslu memerintahkan kepada KPU untuk menetapkan OSO sebagai calon anggota DPD terpilih pada pemilu apabila yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai pengurus Partai politik paling lambat satu hari sebelum penetapan calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Daerah.

Bawaslu memerintahkan kepada KPU untuk tidak menetapkan OSO sebagai calon terpilih jika yang bersangkutan tidak mengundurkan diri. Dalam hal ini, Bawaslu mengabulkan tuntutan OSO agar namanya kembali dimasukkan dalam DCT anggota DPD RI 2019, namun jika yang bersangkutan nantinya terpilih dalam pemilu legislatif anggota DPD RI, yang bersangkutan tetap harus mengundurkan diri dari jabatan pengurus partai politik untuk bisa ditetapkan sebagai calon terpilih.

Dalam gugatannya kepada Bawaslu, OSO menilai KPU melanggar administratif penyelenggaraan pemilu karena tidak menjalankan putusan PTUN yang meminta agar namanya dimasukkan sebagai calon tetap perseorangan anggota DPD RI 2019.

KPU mengeluarkan nama OSO dari daftar calon tetap anggota DPD RI lantaran tetap mengacu kepada putusan Mahkamah Konstitusi yang sudah diputuskan lebih dulu, bahwa calon anggota DPD bukanlah pengurus partai politik. KPU telah mengirimkan surat kepada OSO untuk menanggalkan jabatannya namun yang bersangkutan tidak melakukannya.

Baca Juga

Fahri Hamzah: 4 Tahun Pemerintahan Jokowi seperti Bencana

Suara.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, Presiden Joko Widodo aliaas Jokowi tidak fokus pada pemenuhan janji-janji saat kampanye Pilpres 2014.

Fahri mengungkapkan cerita ketika dirinya bertemu pejabat negara pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menuturkan, sempat bertanya kepada sang pejabat mengenai perbandingan kepemimpinan SBY dengan Jokowi. Pejabat itu lantas menjawab, Jokowi menjalankan roda pemerintahan secara terburu-buru.

“Dia mengatakan pemerintahan ini (Jokowi) terlalu cepat mempersiapkan pemilu yang akan datang. Maksudnya, dia ini ingin kembali terpilih pada pilpres berikutnya,” kata Fahri dalam diskusi bertajuk ‘2019, Adios Jokowi?’ di Sekretariat Nasional Prabowo – Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2018).

Fahri mengakui bersepakat dengan penilaian pejabat yang tak dia sebutkan namanya itu. Menurut Fahri, kabinet Jokowi tampak tergesa-gesa bekerja demi sang presiden kembali menang pada Pilpres 2019.

“Itu sebabnya dia tidak didasari oleh pondasi untuk membangun, memenuhi janji-janjinya pada kampanye itu nyaris tidak ada,” ujarnya.

“Makanya, saya mau kasih bocoran kepada tim Pak Prabowo (Capres nomor urut 2) sederhana saja. Tagih saja apa yang pernah dijanjikan (Jokowi) pasti kelimpungan,” sambungnya.

Fahri menuding, pemerintahan Jokowi selama 4 tahun terakhir serupa bencana. Sebab, roh pemerintahan hanya untuk kembali terpilih dalam pilpres.

“Roh pemerintahan ini sejak awal ingin terpilih kembali, maka komitmennya itu enggak penting, tapi yang penting bagaimana mendesain diri untuk terpilih kembali. Saya kira ini bencana yang kita hadapi empat tahun belakangan,” tuturnya.

Teror Bom di Kediaman Pimpinan, KPK: Korupsi Harus Dibasmi Apapun Resikonya

Suara.com – Ketua Wadah Pegawai KPK , Yudi Purnomo Harahap, mengatakan teror bom di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif hanya untuk menimbulkan rasa takut ke pimpinan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kami meyakini tindakan teror ini merupakan upaya untuk menimbulkan rasa takut dan gentar di hati pimpinan dan pegawai KPK agar berhenti menangkapi koruptor dan menciptakan Indonesia bersih,” kata Yudi melalui keterangan tertulisnya diterima Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Menurut Yudi, upaya teror terhadap pimpinan dan pegawai KPK yang menangani kasus korupsi dipastikan akan terus berlangsung dan tidak akan pernah berhenti kalau pelaku teror tidak diungkap oleh pihak kepolisian.

Yudi kemudian meyinggung teror yang dialami penyidik senior KPK senior KPK Novel Baswedan, yang wajahnya disiram air keras pada April 2017 lalu. Hingga kini pelaku masih belum diungkap oleh kepolisian.

Ia menegaskan, teror yang ditujukan kepada pimpinan KPK maupun pegawai tak akan menciutkan fungsi tugas KPK yang mempunyai kekuatan hukum dalam pemberantas korupsi di tanah air.

“Ini malah justru makin memperteguh semangat kami bahwa korupsi harus dibasmi apapun resikonya, tentu dengan dukungan rakyat Indonesia,” tutup Yudi.

Teror bom molotov terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) dini hari.

Sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, bom pipa ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB.

Tarif Parkir Akan Naik, Anies: Tak Ada Perbedaan Harga PNS dan Umum

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memastikan tarif parkir di Jakarta akan naik. Anies berkelakar akan selentik bawahannya jika kebijakan kenaikan tarif parkir tidak diberlakukan. Dalam bahasa Jawa, selentik memiliki makna sentil. 

Anies menerangkan, PNS Pemprov DKI yang biasa memarkirkan kendaraannya di Lapangan Parkir IRTI di kawasan Monas, Jakarta Pusat akan dikenakan tarif yang sama dengan umum.

“Tidak, tidak ada pembedaan harga. Sama semua kayak publik biasanya. Kalau belum (diterapkan) nanti saya selentik,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Anies menerangkan, subsidi parkir yang selama ini diterima PNS sebesar Rp 68 ribu per bulan juga sudah dihapuskan, sehingga PNS yang menggunakan kendaraan pribadi harus membayar parkir dengan besaran yang sama seperti umum.

Nantinya Anies akan melakukan pengecekan ke UP Perparkiran perihal implementasi kebijakan di lapangan seperti apa.

“Nanti saya cek sama UP Parkir tapi sudah saya perintahkan bahwa tidak ada lagi harga yang berbeda untuk PNS maupun non PNS parkir di IRTI,” tegas Anies.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, rencananya, pemberlakuan kenaikan tarif parkir pertama di Ibu Kota akan dilakukan di Lapangan IRTI pada awal 2019. Hal ini dilakukan untuk mendorong pengendara beralih ke transportasi umum.

“Fokus yang pertama ini kita menggunakan lapangan parkir IRTI, Januari 2019 harus terimplementasi. Jadi kita awali parkir di Lapangan IRTI,” kata Sigit saat dihubungi, Rabu (5/12/2018) lalu.

Teror Bom, Detik-detik Menegangkan Saat Tim Gegana Sisir Rumah Ketua KPK

Suara.com – Melky (60), warga menceritakan situasi saat tim penjinak bom (jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya berdatangan ke rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah , blok A9/15, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat setelah ditemukan sebuah tas mencurigakan yang diduga berisi bom.

Menurutnya, ada sekitar 20 personel polisi saat tiba di rumah Agus sekitar pukul 08.00 WIB. Kedatangan tim Gegana itu pun mengejutkan warga.

“Wah di sini banyak banget polisi, sekitar 20-an. Ada yang pakai baju yang biasa untuk penjinak bom itu,” kata Melky saat ditemui wartawan di sekitar rumah Agus, Rabu (9/1/2019).

Melky menyampaikan petugas langsung membentangkan police line di sekitar rumah petinggi lembaga antirasuah itu. Saat dilakukan penyisiran, warga diimbau untuk tidak berada di luar atau di sekitar rumah Agus. Saking paniknya, Melky pun tak jadi untuk mengantar anaknya ke sekolah.

“Kami warga sekitar langsung disuruh masuk. Saya saja yang tadinya mau antar anak sekolah langsung masuk,” terangnya.

Dia mengatakan jika hampir selama satu jam, petugas melakukan penyisiran di seluruh ruangan di rumah Agus. Setelah itu, dia mengaku melihat salah satu anggota tim jibom mengangkut sebuah plastik warna putih di rumah tersebut. Selama proses pemeriksaan, polisi berseregam juga berjaga-jaga di lokasi sekitar perumahan warga.

“Kurang lebih satu jam lah mereka ada di sini. Habis itu banyak juga polisi pakai seragam lalulalang di sini,” bebernya.

Setelah pemeriksaan selesai, kata dia, police line yang sempat dibentangkan petugas akhirnya diturunkan. Tim Gegana yang melakukan penyisiran akhirnya meninggalkan kediaman Agus.

“Garis polisi diturunkan sekitar pukul 10 pagi,” katanya.

Hingga kini, terlihat beberapa polisi berpakaian preman memantau wilayah rumah Agus. Petugas juga masih melakukan sterilisasi dengan menutup akses jalan di depan rumah pimpinan KPK itu.

Sebelumnya, Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas menyampaikan teror diduga bom itu pertama kali ditemukan ajudan pribadi Agus Rahardjo dan petugas keamanan kompleks perumahan. Benda itu ditemukan menggantung di pagar rumah Agus sekitar pukul 06.30 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan, isi tas tersebut tak ditemukan bahan peledak. Polisi hanya menemukab paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai.

“Setelah itu satpam perumahan melapor kepada kami. Sewaktu dicek, bukan bom, tapi memang ada paralon seperti bom,” tuturnya.

ICW Ungkap Dugaan Manipulasi Dana Kampanye Jokowi – Ma’ruf Rp 37,9 Miliar

Suara.com – Indonesia Corruption Watch mencurigai ada manipulasi sumber dana kampanye yang diterima Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin .

Peneliti Bidang Politik ICW Almaz Sjafrina mengungkapkan, Jokowi – Maruf Amin menerima sumbangan dana Rp 37,9 miliar dari dua kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai perkumpulan penghobi olahraga golf alias golfer.

Sumbangan dua kelompok golfer tersebut termaktub dalam berkas Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maaruf Amin, yang juga didapat ICW.

Dalam berkas LPSDK TKN Jokowi – Maruf Amin, dua kelompok pegolf tersebut mengumbang dana kampanye paling besar pada kategori sumbangan pihak ketiga.

Rinciannya, perkumpulan pegolf TBIG menyumbang dana Rp 19, 7 miliar, yang diserahkan dalam 112 kali pemerbian.

Sementara perkumpulan pegolf TRG memberikan Rp 18,19 miliar dengan frekuensi pemberian satu kali berupa jasa.

ICW, kata Almaz, menduga TBIG itu adalah singkatan dari PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. Sedangkan TRG adalah akronim PT Teknologi Riset Global Investama yang dimiliki oleh Bendahara TKN Wahyu Sakti Trenggono.

“Pertanyaannya adalah, siapa sih penyumbang dana dari dua kelompok perkumpulan golfer ini,” kata Almaz di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

“Kami menduga, penyaluran lewat perkumpulan pegolf ini untuk mengakomodasi penyumbang yang tidak ingin disebutkan namanya, atau penyumbang perseorangan yang melebihi batas sumbangan perseorangan.”

Sebagai informasi, peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang dana kampanye membatasi sumbangan perseorangan  maksimal Rp 2,5 miliar. Sementara untuk sumbangan per kelompok batas maksimal Rp 25 miliar.

Karenanya, ICW meminta KPU untuk menjabarkan lebih rinci daftar penyumbang dana kampanye dari kedua paslon, agar sesuai regulasi.

“KPU dan Bawaslu harus menelusuri status perkumpulan golfer itu, badan hukumnya, dan membuka asal dana tersebut,” tuntutnya.

Untuk diketahui, dana kampanye yang termaktub dalam Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Capres – Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin yang diberikan kepada KPU berjumlah Rp 11,9 miliar.

Sementara dalam Laporan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK), Jokowi – Maruf Amin melapor ke KPU mendapat dana Rp 44 miliar.

Sedangkan tim kampanye Capres – Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mencatatkan Rp 2 miliar dalam LADK. Pada LPSDK, Prabowo – Sandiaga melaporkan Rp 54 miliar.

Prabowo Subianto Jenguk Ustadz Arifin Ilham di RSCM

Suara.com – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk menjenguk Ustadz Arifin Ilham yang tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ( RSCM ) Jakarta, Rabu (9/1/2019). Prabowo menyebut sempat bersenda gurau dengan Ustadz Arifin Ilham.

Prabowo tiba di RSCM dengan mengenakan kemeja safari berwarna cokelat pada pukul 16.28 WIB. Seusai turun dari mobil, Prabowo sempat melambaikan tangan kepada awak media seraya berjalan menuju ruangan tempat Ustaz Arifin dirawat. Tak berselang lama Prabowo pun keluar dan menjelaskan terkait dengan kondisi Ustadz Arifin Ilham.

“Waktu saya datang, beliau bangun, bisa bicara, ya beliau bercanda sama saya, beliau semangatnya baik, kita sempat bicara tentang naik kuda, beliau hobinya juga naik kuda,” kata Prabowo.

Bahkan Prabowo sempat bercerita karena kesamaan hobi keduanya yakni berkuda, Ustadz Arifin Ilham sempat menunjukkan videonya yang sedang berkuda kepada Prabowo.

Akan tetapi usai melihat kondisi Ustadz Arifin Ilham, Prabowo tidak mengetahui terkait dengan perkembangan medis dari Ustaz Arifin.

“Beliau sempat tunjukan (kepada) saya, video-video beliau naik kuda. Semangat beliau baik tapi saya nggak tahu kondisi medisnya. Ya saya menengok sebagai kawan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ustadz Arifin Ilham diketahui mengidap penyakit kanker nasofaring dan kelenjar getah bening stadium 4A. Saat ini, Arifin masih menjalani perawatan intensif di RSCM.

Sejumlah tokoh sebelumnya sudah menjenguk Ustadz Arifin Ilham, seperti Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, dana sebelum Prabowo tiba, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga sudah menjenguk.

Pegawai KPK Desak Jokowi Segera Tangkap Peneror Agus dan Laode

Suara.com – Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait aksi teror yang terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, pagi tadi. Mereka mengutuk tindakan teror terhadap rumah petinggi lembaga antirasuah itu yang dilakukan nyaris di waktu yang sama.

“Kami wadah pegawai KPK mengecam dan mengutuk upaya teror terhadap dua pimpinan kami yang dilakukan di rumah mereka,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap melalui keterangan terulis diterima Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, aksi teror ini merupakan bentuk pelemahan terhadap penindakan hukum yang dilakukan KPK. Menyusul adanya teror kepada pimpinan ini, Yudi pun menyinggung soal kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Kasus tersebut pun hingga kini masih mangkrak dan pelakunya belum terungkap.

“Termasuk kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan,” ujar Yudi.

Terkait kasus ini, karyawan KPK mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengungkap pelaku di bakik aksi teror kepada Agus dan Laode. Jika pemerintah tak serius untuk mengungkap kasus ini, aksi teror serupa bisa saja dialami seluruh pegawai KPK.

“Sebab pelaku berpikiran bahwa tindakan yang dilakukan tidak akan bisa terungkap,” ujar Yudi

Dia pun berharap polisi bisa segera menangkap pelaku terkait kasus teror bom di rumah kedua pimpinan KPK.

“Aparat kepolisian yang saat ini sedang melakukan olah TKP, dapat segera melacak dan menemukan pelakunya,” tutup Yudi.

Baca Juga

Anggota Bawaslu Diintimidasi dan Diancam Ketua RT Jalan Batu Naga

Suara.com – Seorang anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang diintimidasi sekelompok orang yang tinggal di Jalan Batu Naga, Rabu (9/1/2019). Kejadian itu terjadi saat Komisioner Bawaslu itu ingin bertemu dengan saksi kasus dugaan politik uang.

Komisioner Bawaslu Tanjungpinang yang diintimidasi bernama Maryamah. Maryamah dan sejumlah staf Bawaslu Tanjungpinang diintimidasi oleh sekelompok orang di Jalan Batu Naga.

“Benar, kejadiannya tadi pagi. Kami dihadang oleh sekelompok orang,” ujarnya, Rabu sore.

Pelaku intimidasi Maryamah adalah seorang ketua RT. Ketua RT itu tidak mengizinkan Bawaslu Tanjungpinang memasuki area perumahannya. Pria separuh baya itu juga menuding proses hukum pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Tanjungpinang, tidak benar.

Plat nomor polisi pada mobil yang dikendarai Maryamah dan tiga orang stafnya juga difoto oleh oknum warga.

“Kami sudah minta ijin, baik-baik datang ke lokasi, tetapi mendapat perlakuan yang tidak baik. Bahkan diancam,” ucapnya.

Peristiwa tersebut didokumentasikan Bawaslu Tanjungpinang. Bawaslu juga berencana melaporkan peristiwa itu kepada pihak yang berwajib. Maryamah dan tiga stafnya meninggalkan lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ancaman yang disampaikan itu, serius. Jadi kami tinggalkan lokasi, dan besok kami akan datang lagi,” ujarnya.

Kasus sengketa pemilu yang tengah ditangani Maryamah berhubungan dengan Mimi Betty (MB), caleg Tanjungpinang dapil Kecamatan Bukit Bestari, yang baru-baru ini diperiksa dalam kasus politik uang. Dalam proses penyelidikan, Bawaslu Tanjungpinang membutuhkan keterangan saksi, minimal dua orang. (Antara)

Kubu Jokowi Tak Yakin SBY Bisa Tingkatkan Elektabilitas Prabowo – Sandiaga

Suara.com – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni , tak yakin Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) mampu meningkatkan elektabilitas pasangan Capres – Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Politikus yang akrab disapa Toni ini menilai ketidakpengaruhan SBY itu terbukti ketika putranya Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) kalah di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Ya kita lihat saja di Pilkada Jakarta Pak SBY anaknya aja (AHY) kalah. Apakah itu menunjukkan bahwa taji Pak SBY tidak tajam, tidak bertaji lagi,” kata Toni di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin unggul 20 persen dari Prabowo – Sandiaga.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Andre Rosiade mengklaim hal tersebut menunjukkan tren positif dimana selisih antara kedua paslon semakin kecil. Bahkan, Andre meyakinin elektabilitas Prabowo – Sandiaga mampu melampaui Jokowi – Ma’ruf Amin setelah nantinya SBY turun kampanye.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai sah-sah saja jika kubu Prabowo – Sandiaga mengkalim akan mengungguli elektabilitas Jokowi – Ma’ruf. Hanya saja, Toni tak yakin dengan waktu yang semakin dekat dengan hari pemungutan suara Prabowo – Sandiaga mampu menandingi Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Ya terserah tapi faktanya Pak Jokowi menang 20 persen. Apakah sekarang pertanyaannya kubu sebelah bisa mengejar ketertinggalan 20 persen itu dengan kampanye yang tidak lama lagi,” kata Toni.

Pelempar Bom Molotov ke Rumah Wakil Ketua KPK Berjumlah 2 Orang

Suara.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan ada 2 orang melempar bom molotov ke kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. Aksi pelemparan bom molotov itu terekam kamera closed-circuit television (CCTV).

Hal tersebut diketahui usai pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam rekaman CCTV terlihat ada dua orang yang berhenti kemudian melemparkan botol berisi cairan yang mudah terbakar sebanyak dua kali.

“Berdasarkan rekaman CCTV di rumah korban, terlihat ada dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dan helm full face dari arah sebelah kiri rumah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Lemparan pertama tak pecah lantaran terkena tembok dan jatuh di lantai 1. Pada lemparan kedua botol berisi cairan itu pecah dan terbakar.

“Botol kedua itu yang Kemudian di temukan oleh pembantu dan saksi,” jelasnya.

Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Pus Inafis Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kapus inafis. Kemudian, mencari dan mengumpulkan saksi serta bukti oleh Subdit 1 Kamneg Dit Tipidum Bareskrim Polri.

“Melakukan Seldom oleh Team IT Resmob dan Jatanras Polda Metro Jaya,” tutur Argo.

Sejauh ini polisi telah memeriksa Asisten Rumah Tangga Laode, Hartini; Pedagang Kue Suwarni; Tetangga Laode, Fitra yang merupakan driver Grab.

Sementara, sejumlah barang bukti telah diamankan, yakni satu Botol utuh berisi cairan (jenis cairan sedang diteliti Pus inafis); satu botol yang sudah pecah berisi sisa cairan (diteliti Pus Inafis), DVR CCTV di rumah tetangga (sudara Fitra, diteliti oleh Pus Inafis), DVR CCTV di rumah korban (belum diserahkan karena langsung dibawa oleh pihak IT KPK).

Bermotif Dendam, Siswi SMK di Bogor Diduga Dibunuh Orang Dekat

Suara.com – Polisi masih terus memburu lelaki misterius yang telah membunuh siswi SMK bernama Andriana Yubelia Noven Cahya (18) yang ditemukan tewas bersimbah darah di gang kecil , Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Rabu (8/1/2019) kemarin. Dugaan sementara, pelaku merupakan orang dekat yang menyimpan dendam kepada korban.

“Sedikit banyak sudah ada gambarannya, ini yang sedang kita dalami. Pada umumnya kasus seperti ini ada motif dendam atau sakit hati, korelasinya ke situ,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, di lokasi kejadian, Rabu (8/1/2019) dini hari.

Meski demikian, Hendri belum bisa menyimpulkan secara pasti dalih pelaku membunuh ABG tersebut secara sadis.

“Tapi kami belum bisa katakan secara pasti karena pelaku belum ketangkap, biar tim bekerja keras dengan segala cara, baru nanti diketahui motifnya. Tap secara umum motifnya dendam,” jelas Hendri.

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi baru memeriksa empat orang sebagai saksi. Selain itu, barang-barang berupa pisau, seragam sekolah korban dan rekaman kamera pengawas atau CCTV juga sudah disita sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.

“Kita berharap secepatnya tertangkap, tapi kan perlu proses. Sampai sekarang ada 4 saksi yang diperiksa, pisau, baju korban dan hasil rekaman kamera CCTV dari sekitar lokasi penusukan,” pungkasnya.

Diketahui, aksi pembunuhan terhadap gadis tersebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi pembunuhan.

Dari hasil rekaman berdurasi hampir 3 menit itu, terduga pelaku terlihat memakai baju klub sepak bola berwarna biru dengan garis hitam. Tampak, terduga pembunuh itu sempat mondar-mandir di gang kecil tepat di samping indekos korban di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor.

Tidak lama kemudian, dari kejauhan terlihat korban yang masih berseragam sekolah turun dari tangga mengarah ke pelaku. Lalu pelaku pun mendekat dan dengan cepat menusuk korban hingga bersimbah darah.

Setelah menusuk korban, pelaku lari menaiki anak tangga. Korban yang mengalami luka tusuk di dada kirinya itu sempat dilarikan warga sekitar ke rumah sakit namun nahas nyawanya tidak tertolong.

Kontributor : Rambiga

Wiranto: Teror Bom ke Pimpinan KPK untuk Nakut-nakuti, Tangkap Saja!

Suara.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta Kepolisian Indonesia segera menangkap teror bom yang dilayangkan ke 2 pimpinan KPK , Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode syarief. Wiranto menilai aksi teror bom itu untuk menakut-nakuti warga menjelang Pemilu 2019 .

Wiranto mengatakan mengatakan bahwa semua teror tersebut bertujuan untuk membuat ketidaknyamanan.

“Siapapun yang membuat bom itu, yang berusaha untuk menakut-nakuti ditangkap saja, dihukum. Kita ada peraturan perundangan, ada hukum, kita terapkan dengan tegas,” ujar Menko Polhukam dalam pernyataan persnya, Rabu (9/1/2019).

Wiranto menjelaskan pemilu tinggal 3 bulan lagi. Dia minta masyarakat tenang dengan aksi teror itu.

“Intinya kita tidak ingin menjelang Pemilu itu, kita kan tinggal tiga bulan lagi, untuk membuat masyarakat resah, membuat masyarakat terancam, itu darimana pun, dari siapa pun, kita sedapat mungkin bisa menangkalnya,” kata Wiranto.

Wiranto berjanji akan menindak tegas terhadap pelaku teror tidak hanya berlaku bagi terorisme tetapi juga penyebar berita bohong atau hoaks. Pemerintah sudah memiliki sistem teknologi yang mampu melacak sumber pertama penyebar hoaks.

“Hati-hati, makanya kita dengan cepat bisa mengetahui asal usul pertama kali berita itu dimunculkan dari mana dan kita langsung menangkap dan ada undang-undangnya kita hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” katanya. (Antara)

Ketua KPK Diteror Bom, Keluarga Tak Dievakuasi, Rumah Dijaga Ketat

Suara.com – Kepolisian Indonesia tidak mengevakuasi keluarga Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo setelah diteror bom , Rabu (9/1/2019) pagi. Keluarga Agus Rahardjo masih di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat.

Hanya saja saat ini polisi menjaga ketat rumah Ketua KPK Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah Blok A9 RT04 RW014 Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih.

“Tidak ada evakuasi keluarga, mereka diperbolehkan berada di rumah,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jatiasi AKP Yusron di Bekasi, Rabu sore.

Penempatan personel kepolisian di lokasi kejadian merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang wajib diterapkan pada kediaman pejabat penting negara.

“Bahkan sebelum kejadian ini muncul pun, kami biasa menempatkan petugas di rumah Pak Agus Raharjo,” katanya.

Setelah munculnya insiden dugaan ancaman bom di rumah Agus Raharjo, pihaknya lebih memperketat proses pengamanan TKP. Pengamanan tersebut akan dilakukan selama 24 jam di kediaman Agus mulai hari ini.

Pantauan Antara di TKP hingga Rabu sore melaporkan, rumah dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 300 meter per segi itu masih dihuni oleh sejumlah keluarga Agus.

Namun, tidak ada satupun keluarga Agus yang keluar dari rumahnya, hanya nampak seorang anak kecil berpakaian sekolah dasar turun dari mobil jemputan sekolah masuk ke dalam rumah Agus bersama seorang asisten rumah tangga.

Sebelumnya diberitakan, sebuah benda diduga bom ditemukan menggantung di pagar rumah Ketua KPK Agus Raharjo sekitar pukul 05.30 WIB. Sejam kemudian, petugas kepolisian gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Bekasi Kota melakukan penyelidikan di TKP.

Hingga berita ini dibuat, polisi telah membawa sejumlah barang bukti dari kediaman Agus Raharjo, termasuk benda yang diduga bom. (Antara)

Rumah Pimpinan Diteror Bom, PBNU: Nyali KPK Tak Akan Ciut!

Suara.com – Pengurus Besar Nadhatul Ulama ( PBNU ) meyakini teror bom di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakilnya Laode M. Syarif tidak akan membuat ciut nyali pimpinan KPK dalam memberantas korupsi di tanah air.

Ketua PBNU bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan Robikin Emhas mengatakan teror bom merupakan kejahatan dan tindakan terkutuk yang tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.

“Saya yakin nyali KPK tidak akan ciut. Kami berharap aksi teror yang ada justru menjadi pemicu bagi KPK untuk meningkatkan kinerja pemberantasan korupsi dengan lebih baik,” ujar Robikin kepada Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Robikin mengimbau kepada seluruh pimpinan KPK dan penegak hukum tidak ragu dalam memberantas korupsi di tanah air.

“Jangan gentar, jangan ragu. Terus lakukan pemberantasan korupsi. Masyarakat bersama KPK. Masyarakat tidak perlu berspekulasi dan jangan ada hoaks,” kata dia.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk menyerahkan kasus teror bom yang dialami dua pimpinan KPK kepada pihak kepolisian.

“Kita percayakan pengungkapan kasus teror bom ini kepada polisi. Polri cukup profesional. Semoga dalam waktu singkat dapat diungkap tuntas,” kata Robikin.

Teror bom molotov sebelumnya terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) dini hari.

Sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, bom pipa ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB.

Polisi: Ketua KPK Agus Raharjo Diteror Bom Palsu

Suara.com – Markas Besar Kepolisian Indonesia menduga Ketua KPK Agus Rahardjo dikirimkan bom palsu. Sebab dalam aksi teror bom itu, benda yang diduga sebagai bom tidak nampak seperti bom.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menjelaskan dalam bungkusan plastik hitam, rangkaian pipa, kabel dan baterai tidak saling berkaitan.

“Kabel-kabelnya tidak berkaitan, tidak ada detonator, jadi fake bom (peledak palsu) itu,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Awalnya tas yang menyangkut di pagar kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, berisi elemen diduga bom. Setelah diperiksa, elemen di dalam tas itu tidak saling berkaitan dan tidak mungkin menimbulkan ledakan.

Di lokasi terpisah, dua botol berisi spiritus dan sumbu api dilempar ke arah rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu.

Dari dua insiden itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Metro Jaya bersama tim khusus Mabes Polri menyelidiki aksi teror yang dilakukan orang tidak dikenal kepada pimpinan KPK tersebut. (Antara)

Jokowi Ungkap Kondisi Hubungannya dengan Anies Baswedan

Suara.com – Presiden Jokowi mengungkapkan, dirinya tak memunyai satu pun masalah dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan .

Jokowi dan Anies sejak lama selalu dinilai tak memunyai hubungan harmonis. Anies sempat menjadi tim sukses saat Jokowi menjadi peserta Pilpres 2014.

Namun, setelah Jokowi mencopot Anies dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016, rumor hubungan keduanya retak merebak.

Setelah dicopot Jokowi, Anies mencoba peruntungan menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Gerindra dan PKS—dua partai oposan, dan menang.

Kekinian, Anies merupakan pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang menjadi rival Jokowi – Maruf Amin dalam Pilpres 2019. Karenanya, rumor ketidakharmonisan tersebut semakin merebak.

“Orang banyak berpikir, saya dengan Pak Anies ada masalah. Padahal setiap hari bertemu, guyonan bareng,” ucap Jokowi saat berpidato dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).

Karenanya, Jokowi juga meminta masyarakat untuk tidak bermusuhan karena perbedaan politik baik saat pilkada maupun pilpres.

“Jangan sampai karena urusan politik, kita ini menjadi terpisah-terpisah. Padahal kita bersaudara sebangsa dan setanah air, kita saudara semuanya.”

Rumah Diteror Bom, Tetangga: Musuhnya Pak Agus Banyak

Suara.com – Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah , blok A9/15, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi menjadi sasaran teror tas diduga bom, pagi tadi. Peristiwa itu sontak membuat warga yang bermukim di perumahan itu terkejut.

Fery, salah satu warga menyampaikan aksi teror yang menyasar rumah pimpinan lembaga antirasuah itu merupakan perisiwa yang baru terjadi. Sebab, menurutnya, selama puluhan tahun tinggal di kompleks tersebut, Agus dan keluarga belum pernah sama sekali menjadi korban aksi teror.

“Pak Agus sudah 30 tahun mas tinggal disini. Ini pertama kali pak Agus diteror bom dirumahnya,” kata Fery saat ditemui wartawan di lokasi rumah Agus, Rabu (9/1/2019).

Fery pun menilai Agus dikenal tidak punya masalah dengan warga sekitar. Maka, menurutnya, tidak mungkin teror tersebut dilakukan pelaku yang tinggal di Perumahan Graha Indah. Meski demikian, Fery yakin Agus memiliki banyak musuh karena pekerjaan yang dilakoninya menangkap para koruptor.

“Tapi kan musuhnya pak Agus banyak. Musuhnya orang berduit semua (koruptor). Saya rasa juga pak Agus biasa terima teror karena jabatannya sebagai ketua KPK,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas menyampaikan teror diduga bom itu pertama kali ditemukan ajudan pribadi Agus Rahardjo dan petugas keamanan kompleks perumahan. Benda itu ditemukan menggantung di pagar rumah Agus sekitar pukul 06.30 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan, isi tas tersebut tak ditemukan bahan peledak. Polisi hanya menemukan paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai.

“Setelah itu satpam perumahan melapor kepada kami. Sewaktu dicek, bukan bom, tapi memang ada paralon seperti bom,” tuturnya.

Diteror Bom, Rumah Ketua KPK Sering Kebanjiran

Suara.com – Ketua KPK Agus Rahardjo menjadi korban teror setelah ditemukan tas mencurigakan diduga berisi bom di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pagi tadi.

Dari keterangan warga sekitar, Agus sudah puluhan tinggal bersama keluarganya di Perumahan Graha Indah , Blok A9, RT 4, RW 14, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Sudah 30 tahun lebih Pak Agus dan keluarga tinggal di sini. Beliau lebih sering pulang dan berangkat kerja dari rumahnya di sini setiap hari,” kata Ferry seperti dikutip Antara, Rabu (9/1/2019).

Perumahan Graha Indah diketahui berada di kawasan rawan banjir Kota Bekasi. Banjir di sekitar kawasan itu dipicu oleh limpasan air yang berasal dari Perumahan Pondok Nasio Indah yang berada di seberang tempat tinggal petinggi lembaga antirasuah itu.

“Kalau banjir biasanya hanya limpas di jalan lingkungan sini saja, tidak sampai masuk ke dalam rumah,” ujar tetangga Agus yang tidak berkenan disebutkan identitasnya.

Hingga berita ini dibuat, tim gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Bekasi Kota tengah melakukan penyelidikan di bawah komando Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jarius Saragih.

Sementara Jarius belum berkenan dikonfirmasi terkait insiden tersebut karena kasusnya telah ditangani langsung Polda Metro Jaya.

Baca Juga